Attitude

2043 Kata
Mulut gue pedes kalau udah benci sama orang~Syara "Syara darimana aja kamu? Kamu tahu sekarang sudah jam berapa?" Mama Syara berkacak pinggang. Menatap penuh selidik pada Putri sulung nya. "Tadi guru kamu nelepon Mama, katanya kamu bolos lagi dari sekolah" Sambung Mama tiba-tiba sendu. Wajahnya yang penuh keringat bertambah menyedihkan lagi. "Mau kamu apa sih,Sya? kenapa kamu jadi gini nak," Frustrasi Mama Syara tak lain adalah Laila. Kepalanya hampir pecah mendengar semua kelakuan Syara, Putri sulungnya. Awal mulanya ia juga tidak mengerti, mengapa putrinya itu bisa menjadi sebejat ini.  "Syara capek Ma. Syara mau tidur dulu," Ucap Syara tak peduli lalu pergi berlalu meninggalkan sang Mamanya. Mama hanya mendengus pelan. Meratapi nasibnya,kenapa Putri sulung nya itu bisa jadi seperti ini. Hatinya hancur, jiwanya remuk redam. Harus bagaimana lagi? Apa yang bisa ia lakukan pada anak remaja yang tumbuh dewasa? "Mama ga usah mikirin kakak terus ya,Ma" Ucap Angel, adik Syara. Lima tahun lebih muda darinya. "Iya sayang," Ucap Mama pelan sambil mengelus rambut Angel. Hanya Angel yang bisa mengubah sedikit rasa sakitnya dari kelakuan Syara. "Angel bantu Mama masak di dapur yuk!" Ajak Mama mengubah mimik wajahnya menjadi penuh semangat. Bagaimanapun ia tak mau menunjukkan keberatan hatinya terhadap Angel. Angel belum mengerti. "Ayuk! Kita masak enak hari ini," Jawa Angel penuh ambisi sambil mengikuti langkah Mama Laila. ***** "Sialan tuh si wali kelas kelas!! Malah ngelaporin sama Mama kalau gue cabut dari sekolah" Sambungan telepon terhubung, diawali dengan tawa tak berperasaan dan diakhiri dengan kekesalan. Keyra dan Syara mulai melontarkan kekesalan masing-masing. "Hahaha....sama dong. Gue juga!! gue sumpahin kena azab tuh orang" Balas Syara dari sebrang sana. "Kesel amat gue. Sampai-sampai di nasehati habis-habisan. Gatau apa masa SMA tuh harus di nikmati!! Jangan-jangan tuh guru ambigu!! ga pernah sekolah!! Masa cuman cabut aja,sampai harus memberi laporan sama nyokap. Parah banget sih, pengen gue cabik-cabik muka pas-pasan nya" Ujar Keyra teramat kesal.   "Bawa santai aja Keyra. Gue juga tadi di omelin sama MAKS LAMPIRSSS. Tapi gue B aja sih,udah biasa. Lihat aja kapan-kapan kita kerjain lagi,biar dia kapok HAHAHA" Diakhir kalimat Syara tertawa terbahak-bahak.  Disaat Keyra teramat kesal maka Syara memberi respon biasa aja. Baginya ini belum seberapa apalagi Mama Laila tak akan main tangan kan padanya? "Boleh juga tuh tapi kasihan juga lah,Lo ga lupa kan dia punya riwayat penyakit jantung?" Ucap Keyra teringat penyakit yang diderita oleh guru yang menghukum mereka tadi. "Orang kayak gitu ga patut di kasihani. Besok kita ulangi lagi lah, sampai kapan dia sanggup? Nanti juga kalau capek berhenti hahah...asal Lo tahu aja, gue sih berharap dia mati." Sarkas Syara terang-terangan. "Hahaha ga baik ngomong gitu"Balas Keyra geleng-geleng kepala  "Yaudah deh. Gue mau nyambung tidur dulu,sampai jumpa di aksi berikut nya Queen" Sambungan telepon diakhiri.  Keyra beranjak dari duduknya, menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya. Tanpa ia sadari,sang kepala keluarga telah tiba dirumah. ****** "Ma, Keyra mana?" Tanya Papa sambil melepas dasinya. Papa baru saja pulang dari perjalanan bisnis di Singapura. "Ada Pa, di kamar"Jawab Mama seadanya.  Sembari menyiapkan makan malam bersama Bik Siti sedangkan Andre hanya sibuk dengan laptop nya di sofa ruang tamu.  "Dre, panggil kan adik mu" Suruh Papa. Andre menghela nafas berat, kalian tentu tahu perasaan seorang yang sedang sibuk belajar tiba-tiba disuruh. Rasanya--ah sudahlah "Iya Pa" Jawab Andre akhirnya dan beranjak dari sofa menuju kamar Keyra. Berjalan santai kelantai dua, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Andre langsung menerobos masuk. "Keyra, di panggil sama Papa," Ucap Andre tenang. Masih setia dihadapan Keyra yang terlihat tidak peduli. Keyra yang sedari sibuk dengan ponselnya hanya menatap sekilas kakak laki-laki nya itu lalu kembali abai. Walau begitu tak ada tanda-tanda Andre akan meninggalkan kamarnya. "Keyra?" "Adikku yang paling cantik," "Sayangku.." "Makan malam bareng yuk,"  Andre berucap banyak hal yang menurut Keyra sangat menjijikan di dengar. Tidakkah Andre lupa bahwa Keyra sangat membencinya? "Keyra adikku yang pal--" "Males kak,Keyra ga lapar" Jawab Keyra akhirnya. Jangan sampai telinganya iritasi mendengar penuturan Andre. Andre menghela nafas panjang "Kakak ga mau tau kalau nanti Papa marah,"  Ucap Andre dan berlalu meninggalkan Kamar Keyra. "Meresahkan," Keyra mencabik lalu mencampakkan ponselnya ke sembarang tempat. Dari belakang ia mengekori langkah Andre. ***** Keadaan ruang makan hening. Keyra yang baru saja datang langsung duduk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mengambil piring sendiri hendak membuat makanannya. Seolah tak ada orang disini, Keyra tak memperdulikan pasang mata menatapnya jengah. "Keyra,kamu ini anak perempuan. Mama memasak di dapur kamu ga bantuin, malah sibuk di kamar. Harusnya kamu belajar apa-apa saja yang harus bisa dilakukan sama anak perempuan bukan hanya bisa tidur,makan,sekolah dan fase itu terulang kembali. Disela pendidikan, kamu juga harus bisa seperti anak perempuan yang bisa diandalkan." Ucap Papa panjang lebar.  Makanan terhenti didepan mulutnya, selera makan hilang begitu saja saat Keyra teramat tidak peduli dengan ucapannya. "Kalau Papa ngomong kamu lihat kesini,nak. Ini Papa bukan orang lain. Bahkan orang lain pun tidak bisa kamu perlakukan seperti itu. Belajarlah bagaimana caranya menghargai orang lain, kalau diajak bicara paling tidak tatap wajah lawan bicara kamu," Ujar Papa lagi. "Kamu mengerti,Keyra?" Keyra hanya diam tak berkutik sedangkan Papa Dean kembali mendengus pelan melihat tingkah Keyra. "Gimana sekolahnya,Key?" Tanya Papa mengalihkan pembicaraan. Ia berusaha untuk tetap sabar. Spontan Keyra langsung menatap ke arah Andre dan Mama, menelusuri raut wajah mereka.  Tampaknya kejadian tadi belum di ketahui oleh Papa. Andre dan Mama terlihat tenang saja, Keyra tentu bersyukur atas nikmat ini. "Baik-baik aja," Jawab Keyra santai. Meneguk segelas air putih. "Kamu harus rajin belajar ya, nak. Harus jadi anak yang pintar, yang bisa banggain Papa sama Mama. Kamu tiru kakak kamu ini, kelak kamu bisa lanjutin perusahaan Papa bersama dengannya. Kamu harus bisa sepintar kakakmu dan untuk attitude, Papa mohon segera perbaikilah " Ucap Papa panjang lebar.  "Keyra Kenyang. Keyra Ke kamar dulu ya, banyak tugas soalnya!!" Ucap Keyra beranjak dari duduknya meninggalkan meja makan dengan sekali hentakan keras dari kaki kursi. "Keyra!!" Panggil papa dengan raut wajah masam. "Dasar anak itu!! Entah sejak kapan dia jadi seperti ini" Papa bingung sekaligus sakit hati. Rasanya ia tidak dihargai lagi sama Keyra. "Udahlah Pa" Ucap Mama menenangkan Papa Dean. Melihat perubahan raut wajah suami nya itu membuatnya sedikit takut. "Keyra mungkin lagi capek, Papa makan aja dulu,nanti Mama yang ngomong sama Keyra" Sambung Mama lagi. Disisi lain Andre hanya bisa diam. Papa saja tidak dihargai oleh Keyra bagaimana dengan dia? ***** "Ini nih yang buat gue malas kumpul bareng keluarga.Yang ada di otak Papa hanyalah bisnis, perusahaan dan Martabat. ahhhhhh..." Teriak Keyra dengan raut wajah kesal. Keyra mengambil sebuah buku cantik berwarna biru,di buat untuk mengungkap isi hatinya.  Siapa yang tahu seorang Keyra juga bisa hancur? Ya, Keyra hancur terlahir dari keluarga ini. Dan harta bukanlah segalanya bagi Keyra. Keyra cuman mau dimengerti bukan di kekang seperti ini. Dan buku adalah tempat curhat terdalam Keyra. Bahkan Syara sahabat dekat Keyra pun,tidak tau hal ini. Dear diary... "Hancur itu bukan suatu hal yang hilang dan pergi" " Bukan juga sekedar perasaan yang tidak terbalas kan" "Tapi hancur yang sesungguhnya adalah,di saat kita menyesali segala hal yang ada di dalam hidup kita" "Gue keyra Alexa,yang benci akan aturan, yang benci akan didikan dan satu lagi--gue benci akan hal yang menyimpang dari jalan pikiran gue." ******* Plak... Satu tamparan keras mendarat di pipi mungil gadis kecil itu, membuat suara tangisnya semakin menggema di setiap sudut ruangan. "Makanya kalau kakak bilang jangan!! YA JANGAN!! nakal Mulu"Bentak Syara. "Angel ga sengaja kak,"Ucap nya tersedu-sedu. "Lihat nih,buku kakak basah semua. Makanya jadi anak ga usah sok baik,sok suci banget Lo,pake nganterin s**u lagi!! Lo kira gue anak kecil yang masih minum s**u!? jalan aja ga becus lu bocah!! "Bentak Syara lagi. Ia benar-benar emosi saat ini. "Ada apa  ribut-ribut?" Tanya Mama,datang dari balik pintu kamar Syara dengan jalan tergopoh-gopoh. "Mama lihat nih,si Angel numpahin s**u ke bukunya Syara, kan jadi basah semua" Syara mengadu terlebih dahulu. "Engak Ma, Angel ga sengaja," Angel membela diri. Sungguh, ia tak sengaja. Angel berjalan dengan amat hati-hati Namun kamar Syara yang berantakan membuat kakinya tersandung. Mama hanya mendengus pelan. "Kan ga usah di marahin gitu Sya, adiknya. Angel kan ga sengaja," Ucap Mama melerai. "Belain aja terus!!" Timpal Syara. Dasar adik ga becus banget,"Gerutu Syara hampir melayangkan pukulan. "Udah Sya. Tadi Mama yang suruh Angel nganterin s**u ini ke kamu. Kalau mau marah ya sudah, marah sama Mama aja," Balas Mama. "Mending Mama bawa anak kecil ini keluar deh. Males banget lihatnya. Nyesel gue punya adik kayak Lo tau gak!! Dan ingat jangan pernah masuk ke kamar gue  tanpa izin. Berani aja Lo pegang gagang pintu kamar gue--- gue hajar Lo," Plak.... Mama menampar keras Syara "Gitu cara kamu ngomong sama adik kamu Sya? kamu jadi kakak harus nya ngajarin adik mu mana yang benar dan mana yang salah,bukan gini caranya. Harusnya kamu nunjukin gimana sikap seorang kakak pada adiknya." "Kamu kira omongan kamu itu baik? Jadi kakak itu, kasih contoh yang baik sama adik nya bukan malah ngomong kayak gitu. Kalau gitu kamu sama aja kayak anak-anak,apa bedanya kamu sama Angel huh?" "Kok jadi Syara sih yang dimarahin?  jelas-jelas dia yang salah, Syara males banget lihat Mama" Syara memelas tidak suka. "Mending kalian keluar aja. Syara binggung,Syara ini anak kandung atau hanya anak pungut sih? SEJAK dulu terus aja di banding-bandingin sama bocah ingusan ini" Ucap Syara tersulut emosi. "Jaga mulut kamu Syara!! Dasar anak yang susah di atur, pembangkang!! Mama kecewa sama kamu"  Ujar Mama lalu pergi meninggalkan kamar Syara di ikuti oleh Angel yang masih berlinang air mata, karena tamparan dan omongan kakaknya.  Ahkkkk....!! "KENAPA--gue bisa terlahir di keluarga ini?" Teriak Syara dan mencampakkan buku-buku nya yang sudah berantakan.  "Gue rasa gue hanya hanya anak pungut di keluarga ini." "Memikirkan semua ini hanyalah sebuah beban. Dan mengubah diri adalah jalan satu-satunya untuk menemukan kebebasan." Mengubah diri bersamaku, ayo kita mencari kebebasan diluar rumah. Rumah yang dianggap sebuah istana oleh banyak orang namun tak berlaku untuk diriku.    Syara and Keyra **** Gue ngelakuin hal yang buat gue seneng, bukan yang buat Lo seneng. Ini hidup gue kan? "Queen Syara. Kenapa sih? Diam-diam Bae, puntung rokok dimana-mana,berat amat tuh idup. Mati aja Sono!!" Ocehan Keyra terdengar, bahkan sebelum batang hidungnya terlihat. Keyra menaik turunkan alisnya saat Syara menatapnya tajam. Tas ransel yang masih nyaman di punggung, menandakan Keyra langsung menuju rooftop tanpa menyimpan tas nya terlebih dahulu. Syara memalingkan wajahnya. Kembali ke posisi semula, menyandarkan kepalanya di sofa rooftop "Serem banget Lo. Kesambet tau rasa!" Omel Keyra sambil mengambil tempat di samping Syara. Syara mendengus pelan,menghembuskan asap rokok nya ke udara. "Masuk kelas sana!! Mau bolos bareng gue?" "Caellah.... neng. Sensi amat!! Emangnya ga boleh gue ikut bolos bareng Lo?" Tanya Keyra sinis. "Lo kenapa sih? yaudah kali ah!! Nama nya juga  anak-anak. Angel itu Adek Lo!! Kalau buat kesalahan yaudahlah namanya juga anak kecil. Lo juga waktu kecil pasti pernah buat kesalahan kan?"  Omel Keyra panjang lebar. Kemarin malam Syara Masih sempat-sempatnya curhat dengan Keyra tentang perdebatannya dengan Angel. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 00:50. Keyra yang bersiap tidur harus berakhir mendengar curhatan Syara. Tentu Keyra hanya tim,hmm,ya,oo,oke. "Lo jadi sahabat ga ada niat ngebela gue?" Syara melotot ke arah Keyra. Sedikit sedih Keyra tak bisa memahami pikiran nya. "Lo juga ngambek nya ga bermutu banget. masalah kecil juga!! Malahan nih,Lo yang salah!! Debat masa sama anak kecil? Aneh tau nggak!!" Sarkas Keyra tidak suka. "Queen Keyra anak yang paling kaya raya. kalau Lo kesini cuman nambah beban pikiran gue, mending Lo masuk kelas sana. belajar yang bener, dengerin guru ceramah ga jelas. Daripada Lo disini, darah gue naik pitam"Oceh Syara dengan nada tinggi. Kini Syara benar-benar murka. "Terserah lo deh,gue pergi aja" Kesal Keyra. Bangkit dari duduknya dengan raut wajah kesal. Pergi meninggalkan Syara sendiri. Mungkin hari ini Keyra akan menghabiskan waktunya didalam kelas. Menunggu mood Syara kembali mungkin memakan banyak waktu. Jadi sebagai sahabat yang baik Keyra akan membiarkan Syara menenangkan diri. Terkadang sendiri adalah pilihan terbaik saat hati gundah gulana. Menjadi dewasa memang selucu ini. Sekali lagi ku katakan jalani saja dulu, karena bagaimanapun takdir hidup kita sudah diatur oleh yang kuasa. Karena sekuat apapun kamu menghindar hidup akan terus berjalan.Menjadi dewasa memang selucu ini. Sekali lagi ku katakan jalani saja dulu, karena bagaimanapun takdir hidup kita sudah diatur oleh yang kuasa. Karena sekuat apapun kamu menghindar hidup akan terus berjalan. Happy reading and publishing Siap untuk part selanjutnya??? Jangan lupa berikan cinta kalian. See uu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN