Club?

2228 Kata
"Detik menit yang aku lalui adalah luka dalam bagi mereka" "Darimana aja kamu? jam pelajaran saya sudah berlalu selama 45 menit dan kamu baru datang?" Tegur Ibu Lelysa selaku guru matematika killer di sekolah ini. Ia menatap sarkas kearah Keyra namun hebatnya gadis itu terlihat biasa saja. Keyra hanya diam dan berjalan menuju bangkunya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Lagi, Ibu Lelysa semakin geram. "Hey kamu!! dengar ibu tidak? Siapa yang nyuruh kamu duduk? dasar anak ga punya etika." Ucap Ibu Lelysa terang-terangan. Kayu rotan yang berada ditangannya perlahan mulai terangkat. Untung ia masih memiliki sedikit stok kesabaran terhadap Keyra. Ia tentu tak lupa siapa itu Keyra Alexa. "Jadi mau Ibu apa? Memberi saya duduk dan melanjutkan pelajaran Ibu yang tinggal satu jam lagi atau pergi keluar kelas. Mumpung saya lagi lapar, saya oke-oke aja kalau di keluarin" Balas Keyra sinis. "Ibu tentu tak lupa, siapa saya" Lanjutnya. Ucapan Keyra terdengar santai,gadis itu tak takut sedikitpun. Berbeda dengan seisi kelas yang ketakutan atas kelakuan dan keberanian Keyra melawan Ibu Lelysa yang dikenal dengan sifat garang nya. "Kamu---" Ukiran rotan yang dibuat khusus untuk memberi pelajaran pada anak-anak yang nakal kini terangkat sepenuhnya.   Ucapan Ibu Lelysa tertahan, perkara buruk jika rotan itu benar-benar mengenai sedikit saja bagian tubuh Keyra. Tapi tidak, gadis itu menahannya dengan lihai. "Lo ga makan kalau bukan bokap gue yang bayarin!!" Ucap Keyra lantang. Hanya dengan begitu kemarahan Ibu Lelysa langsung memuncak di ujung ubun-ubun. "Keluar kamu!! Saya tidak sudi mengajar anak yang tidak tau etika dalam berbicara!!  Selama jam pelajaran saya, kamu tidak perlu masuk lagi," Bentak Ibu Lelysa yang sudah naik pitam dengan perlakuan tidak sopan Keyra kepadanya.  "Saya juga ga sudi di ajarin sama guru seperti anda." Balas Keyra lalu pergi meninggalkan kelas. Didepan pintu ia berhenti seketika. "Oh ya, makasih tawarannya untuk tidak masuk kelas lagi. Semoga gajinya lancar ya," Keyra tersenyum dalam hati, saat itu ia benar-benar pergi. "Lihat saja kamu!"Ucap Ibu Lelysa dalam hati. **** "Keyra!!" Bentak Alvino selaku ketua OSIS di sekolah ini. Ia berjalan sedikit lebih cepat, mendekati meja tempat Keyra makan dengan santainya.  "Emang dasar anak ga punya etika. Ini jam pelajaran,dan kamu malah santai makan di sini?" Ucap Alvino tak habis pikir. Keyra menatap sekilas Alvino, lalu kembali melanjutkan acara makannya. "Keyra,Lo pernah kan di ajarin tata Krama sama orangtua Lo? Ga usah sok hebat,gue tahu Lo anak orang terpandang tapi itu bukan alasan buat Lo semena-mena terhadap lingkungan sekitar," Ujar Alvino tenang. "Udah ya. Gue lagi malas berurusan sama Lo, mending Lo pergi" Balas Keyra berusaha tetap santai. Tak lama terdengar suara orang lain diantara perdebatan keduanya. "Keyra kamu di panggil ke ruang BK" Ucap seorang gadis berkacamata dengan takut-takut. Datang tidak di undang dalam suasana  seperti ini. Selera makan Keyra langsung hilang begitu saja. "Iya,nanti gue datang. Perut gue butuh asupan sebelum mendengar ocehan ga guna nanti." Ucap Keyra sinis. "Kalau begitu Lo dan Lo silahkan tinggalkan gue sendiri," Keyra menaikan bahunya acuh sembari melipat tangan di depan d**a.  Gadis itu masih berusaha sabar. "Ngapain Lo diri disitu,gue ada hutang sama Lo? Atau kurang jelas?" Sambung Keyra dengan malas melihat gadis itu tak kunjung beranjak dari tempatnya berdiri. "Ka-tanya aku harus nganter kamu ke sana---" Ucapnya terbata-bata, dengan keringat yang bercucuran deras di wajah nya.  Tiba-tiba saja, ucapan Keyra membuatnya takut setengah mati. Sudah menjadi tradisi, setiap siswi yang berbicara dengan Keyra pasti akan mengalami keringat dingin yang parah. Padahal Keyra juga manusia tapi sifatnya melebihi batas manusia, cukup dipanggil setan. Karena Keyra memang terjemahan dari kata itu. "Lo kira gue ga tau jalan keruang BK? Lo pergi atau gue lempar nih bakso ke muka Lo yang jelek itu," Ucap Keyra. "Pergi atau gue gampar!!" Sekali lagi Keyra mengancam. "Apa-apaan Lo ngomong gitu! Lo yang gue gampar nantinya,"  Relai Alvino merelai. "Mending kamu pergi nanti Keyra saya yang nganter ke ruang BK." Ucap Alvino lembut dengan ciri khas sifat tegas nya. Sedangkan gadis itu hanya mengangguk mengiyakan dan langsung meninggalkan mereka. "Gue ga butuh di anter sama Lo," Ucap Keyra lancang dan langsung pergi meninggalkan Alvino. Langkahnya begitu cepat, sampai-sampai kursi yang ia duduki tadi terhenyak. "Gue akan tetap ngawasin Lo, karna orang kayak Lo ga bisa di percaya" Balas Alvino sambil terus mengikuti Keyra dari belakang. "Dasar cewek,kerjanya buat masalah mulu. ga capek apa? Biasanya nih cowok yang sering buat masalah. Ini mah beda, udah cewek,serem,masih adek kelas tapi sifat nya--" "Brisikkkkkkk.!!! Bisa diam ga Lo? Suara Lo bikin perut gue mual,Lo cewek atau cowok sih? Badan aja gede, mulutnya kayak emak-emak sosialita," Keyra mencibir. Berhasil membuat Alvino bungkam. Ia baru saja dikata-katain? Sungguh? Ketua OSIS yang paling dihargai, direndahkan oleh siswi baru? "Dan Lo mending ga usah ngikuti gue. Berani ngikutin gue kelar idup lu!!" Ancam Keyra dan berlalu meninggalkan Alvino dengan tatapan mata yang intens. Alvino diam,ia sampai tak bisa berkata-kata lagi. ***** "Keyra mana?"Tanya Syara sambil memukul kasar meja Anindya. Ia menatap keseluruhan bagian kelas,nihil. Tidak ada Keyra disini. "Ta--di--kalau ga sa--lah Keyra di panggil ke ruang BK," Jawab Anindya terbata-bata. "Buat masalah apa lagi tuh bocah?" Batin Syara dan langsung pergi meninggalkan kelas, seisi kelas bisa bernapas normal kembali. Entah kenapa, Keyra dan Syara memang semenakutkan itu. Menghindar sejauh apapun, bayang-bayang keduanya terukir jelas. Satu harapan tersebar, semoga keduanya bisa menghilang dari pandangan. ****** "Ngapain tuh anak? Berdiri di tengah lapangan dan  hormat bendera,keren juga haha.." ucap Syara setelah melihat sosok Keyra di tengah lapangan dengan nasib yang sangat mengenaskan. Sedikit tertawa kecil, antara iba dan malah tertarik dengan permasalahan Keyra. Bukankah mereka selalu bereaksi bersama?  Kini Keyra bermain sendiri. Dengan cepat Syara berlari tunggang langgang menuju lapangan, menjadi perhatian beberapa pasang mata. "Kenapa lo?" Tanya Syara to the point, menghampiri Keyra dengan keringat yang bercucuran deras di seluruh bagian wajahnya. "Cerita nya panjang." Jawab Keyra malas. Gadis itu sungguh melaksanakannya hukumannya dengan baik. "Caellah!!  Kulit cantik Lo bisa pudar kalau gini caranya," Ucap Syara dengan nada mengejek. "Yaudah kali Sya. Daripada dapat surat panggilan,mending gini aja. Gue paling malas berurusan sama orangtua. Nantinya malah ngebuat gue malas  Ngelanjutin idup!!" Tuding Keyra dengan suara yang sudah sedikit serak. "Yaudah kalau Lo di hukum,gue juga harus di hukum dong," Putus Syara dan berdiri di samping Keyra sambil ikut-ikutan menghormat bendera.  "Ga takut kulit cantik nya hangus?" Keyra memastikan. "Orang kaya kan bebas,hahhh- Lo ga lupa kan siapa gue?" Nada jengkel Syara tak mampu menutupi rasa bahagia Keyra. "Ga usah senyum-senyum gitu,gue ngelakuin ini karena Lo sahabat gue. Kita partner kerja kan? Hahah" Syara tertawa di akhir katanya. "Bijak juga Lo" Ledek Keyra. "Hey-- hey--hey..Ini ga gratis ya. Kalau gue kena hukum kayak gini, Lo juga harus ikut." Ucap Syara becanda. Paling tidak suka melihat senyum jenaka Keyra padanya. Keyra mendengus kesal.  "Seperti dugaan gue,pasti ada  mau nya" Ucap Keyra malas. Lalu keduanya melanjutkan perjalanan takdir. Hormat bendera. ***** 12.50 Keyra dan Syara memasuki ruangan kelas. Kelas yang awal nya riuh,penuh canda tawa berubah menjadi sunyi,tentram dan damai. Tiada satu suara pun terdengar.  Seperti azal yang kian menjemput. "Apa Lo pada liat-liat?"  Bentak Syara dengan suara khas nya. Sontak seisi kelas diam tak berani berucap. Mereka tau mood kedua manusia ini sedang tidak baik-baik saja,bisa-bisa mereka jadi sate bakar hari ini jika berani membangunkan singa yang tidur. "Selamat siang semuanya," Untung saja tak lama kemudian pelajaran Pak Berni dimulai,sehingga mereka bisa keluar dari zona was-was. "Tak semua buruk tentang mu,bukti nya aku mau berada di posisi mu saat ini" "Walau begitu setiap sebab pasti ada akibatnya. Kuharap kalian paham" ***** Mau kemana lagi sih Sya? Gue lagi malas jalan nih, pusing pala gue seharian di jemur," Oceh Keyra saat Syara menancap gas mobil nya dan membawa Keyra entah kemana. Gadis itu teramat terpaksa dalam duduknya, rambutnya yang biasa tergerai kini di kucir asal-asalan. "Ikut ajalah Key. gue yakin Lo pasti senang sama tempat yang satu ini," Balas Syara dengan santainya. "Yakin banget malah, kita kan sefrekuensi" Sambung Syara lagi. "Tapi lain cerita nya kalau sekarang!! Gue lagi ga mood ke mana-mana. Mau pulang terus tidur," Ucap Keyra tak mau kalah. Terlihat jelas raut wajah malas Keyra saat sahabatnya membawa ia entah kemana, tanpa sepengetahuannya. Tak lama mereka sampai di suatu tempat. Syara memarkir kan mobil nya dengan hati-hati. "Ayo turun," Ajak Syara sambil mematikan mesin mobil nya. "Ini dimana lagi coba?Lo aja deh, gue nunggu di mobil aja ya" Tolak Keyra sambil memejamkan matanya. "Ayolah key. Gue bunuh di sini mau lu? Ayoo dong" Paksa Syara sambil menarik tangan Keyra, Dan alhasil Keyra hanya bisa pasrah saja. "Lo gila Sya!! Ini kan Club ngapain Lo bawa gue ke sini? kan gue udah bilang gue ga suka ke tempat yang beginian!! APALAGI ini masih sore, yakali ada Club buka sore hari," Oceh Keyra saat mengetahui Syara membawanya ke sebuah Club.  Ia baru sadar setelah memakai tempat ini, sedari jalan saja Keyra tanpa minat. Tapi kini kantuknya benar-benar hilang, Keyra melotot tajam. "Ahk--berisik,"Balas Syara sambil terus berjalan masuk ke dalam. "Sya gue mau pulang!" Ujar Keyra serius. "Syara gue mau pulang!" Tegas Keyra lagi,ia lantas berhenti berjalan. "Syara,gue ga suka ya! Okey Fine,gue pulang." Putus Keyra. Hanya dengan begitu Syara langsung berhenti berjalan,ia memutar tubuhnya kembali ketempat Keyra berdiri dengan amat angkuh. "Berapa kali  gue bilangin ke Lo, GUE GA SUKA KE TEMPAT YANG BEGINIAN. NGERTI YA LO?"  ucap Keyra sarkas. Ekspresi wajah yang sekalipun tidak pernah ia tunjukkan pada Syara.   "Terserah kalau Lo mau kesini, pokoknya gue mau pulang. Kunci mobil!" Keyra menyedorkan tangannya. "Key. Kita udah sampai,Lo ga usah takut. Ini Club punya teman gue,kita cuman main bentar aja,ga sampe malam kok, ayolah Keyra," Bujuk Syara tetap pada pendiriannya. "Bukan soal takut atau apa Sya. Lo tau kan kalau sampai Papa tau gue ke tempat beginian bisa mati gue!!  gue ga peduli, gue pulang pokoknya," Ujar Keyra kesal sambil berbalik keluar dari Club.  Belum saja selangkah, tangan Syara mencegahnya. "Keyra sekali ini aja--please Queen okey,." Syara memelas. Matanya mengerjap-erjap berharap Keyra terbuka hatinya. "Gue mau senang-senang sama Lo,sekali aja. Ga akan terjadi apa-apa sama Lo. gue janji" Ucap Syara menyakinkan, memastikan agar Keyra mau ikut dengannya. Syara terus berusaha. Pasrah, Keyra kesal sambil melepaskan tangannya dari genggaman Syara. "Satu jam ga lebih," Putus Keyra dan berjalan mendahului Syara. "Thanks....Queen" Syara menyungging senyum penuh arti. **** "Hey Syara!!  Tumbenan datang sore beginian. udah ganti jadwal Queen," Ucap seorang pria yang terlihat sudah berumur 20 tahunan. sambil mengelus rambut Syara,ia mengedipkan sebelah matanya. Keyra melihat dengan pandangan jijik,sambil memutar bola matanya malas. Padahal ini belum saja dimulai. "Dan siapa gadis manis ini? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya bersama mu Syara," Tanya nya sambil berjalan mendekati Keyra. "hey Lo!! jangan berani sentuh-sentuh gue!! gue hajar beneran Lo disini," Ancam Keyra penuh penekanan saat pria itu hendak melakukan hal seperti yang ia lakukan pada Syara. "Sudah lah Bram. teman gue yang satu ini sensitive orang nya," Elak Syara "Aku hanya mau minum bersama mu, bisa kamu ambil kan?" Ucap Syara sambil mengubah gaya bicaranya. "Sialan si Syara sungguh menjijikkan" Batin Keyra kesal. Mereka berjalan menuju meja. Tempat ini sangat menjijikan bagi seorang Keyra. Gelap, sunyi dan sangat-- Tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. "Ga mau nyoba key?" Tawar Syara sambil menyedorkan satu gelas alkohol pada Keyra. "Ga" Jawab Keyra sambil terus memainkan ponselnya,tidak menatap sekilas pun pada Syara. "Teman mu yang satu ini sangat manis Syara. Tapi sayang dia tidak mau mencoba kenikmatan dunia yang satu ini," Ucapnya sambil meneguk satu botol alkohol di tangannya. Dan tidak butuh waktu lama semua habis di minum. Keyra menatap Bram malas. Terlihat raut wajah jijik dari cara Keyra memandang Bram. "Dia masih polos Bram,"Balas Syara sambil meneguk habis alkohol di gelasnya. "Satu jam berlalu. Sedari Keyra selalu memaksa untuk pulang Tapi Syara selalu saja mengalihkan pembicaraan dan tetap fokus pada minuman nya dan tentu pada pria yang yang diketahui bernama Bram itu. "Sya--Lo minum udah banyak banget. Mending kita pulang, Lo mau mabuk disini?" Paksa Keyra khawatir saat melihat pandangan Syara mulai berliku-liku dan cara bicaranya yang mulai lari dari topik. "Kamu ga perlu khawatir Syara biasa seperti ini,dia sedang mabuk!" Ucap Bram santai, sangat santai hingga Keyra ingin sekali memukul kepalanya. "Apa Lo bilang mabuk?  Dan Lo bilang itu biasa? gila Lo ya!! Apa jangan-jangan Lo yang buat Syara jadi ketergantungan sama minuman yang ga berguna ini?" Bentak Keyra pada Bram. "Dan gue minta tolong sama Lo, bawa Syara ke mobil. kami harus pulang,"Suruh Keyra dinginsambil berusaha menyadarkan Syara yang mulai menggila. "Sudah lah bawa saja Syara ke kamar sebentar lagi dia juga sadar. Syara itu gadis yang kuat,"Ucap nya santai. terpampang jelas raut wajah iblis di wajah pria ini. Keyra menatap nya sinis. Apa jangan-jangan Lo sering melakukan hal yang tidak-tidak sama Syara?"Ucap Keyra penuh penekanan. "Jaga mulut mu gadis manis. saya tidak sejahat itu," Ucap nya dengan manisnya sambil berusaha meraih Tangan Keyra. Pria ia juga sama gilanya. "Berani Lo dekat-dekat sama gue--- gue bunuh Lo di sini sekarang juga!" Balas Keyra sambil mengeluarkan pisau yang entah darimana Keyra mendapatkan itu. "Cepat Lo bawa Syara ke mobil sebelum pisau ini meleset ke leher Lo," Ancam Keyra. Bram hanya mendengus kesal,dan mengendong Syara menuju mobil "Ingat!! Lo jangan dekat-dekat sama Syara lagi," Ancam Keyra penuh penekanan dan langsung melajukan mobilnya.  "Gadis itu benar-benar gila, semakin kau bertingkah seperti itu semakin aku akan mengejar mu---Keyra Alexa. Kau bebas hari ini, cantik" Dalam hati ia bergumam banyak hal. Mobil itu kini hilang dari pandangan. Happy reading and publishing guyss. Jangan lupa berikan cintanya. Siapa melaju ke bab selanjutnya??
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN