"Aku lelah,bisakah aku menyerah saja?"
Satu sekolah heboh dengan berita anak baru yang melakukan kekerasan terhadap Stevie, gadis yang suka melakukan bullying walaupun dia masih kelas X.
"Kalian tau berita itu kan? anak pindahan katanya menindas si Stevie gadis centil itu"Ucap Niko yang datang entah dari mana. Memulai pembicaraan dengan amat heboh.
David yang sedari sibuk dengan hp nya menatap sahabatnya ini datar. "Tau gue tuh para cewek-cewek lagi gosip," Tunjuk cowok yang diketahui bernama David pada segerombolan anak perempuan yang sedang bergosip ria di sebrang meja.
"Kasihan adik cantik gue," Ucap David lagi, sedikit sedih mendengar kabar si cantik Stevie mengalami fase trauma mental.
"Biarin ajalah. Stevie itu pantas mendapatkan nya. Kan selama ini ga ada yang berani sama Stevie,kalau gue cewek sih, udah gue tindas balik" Jelas Niko sambil meminum jus milik David. "Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Fix, Stevie lagi panen ini," Niko bergurau yang malah terdengar aneh ditelinga David.
"Makanya Lo cowok. jadi ga boleh"Balas David kesal.
"Gue penasaran sama cewek itu," Ucap David tiba-tiba. Gue rasa tuh pasti bodynya besar,nyeremin, hitam, matanya besar--ihhh merinding gue" David membayangkan sosok gadis itu. Gadis yang masih dalam pertanyaan.
"Gue rasa juga gitu. Kalau bodynya ga gitu, mana ada yang berani sama si Stevie" Balas Niko, ikut-ikutan membayangkan.
"Van.Lo ga penasaran? sibuk amat Lo dari tadi," Tanya Niko pada Jevan yang sedari hanya sibuk dengan ponselnya.
"Ga"Jawab Jevan singkat. Ia meletakkan ponselnya lalu beralih pada kedua sahabatnya.
"Yaudah lah ngajak Jevan bicara kayak ngajak dinding ngobrol,yang pasti ga ada jawaban! susah." Gurau David ada benarnya juga.
"Sejak dulu gue heran. Ga berubah-ubah manusia yang satu ini. Tapi kalau berantam,balapan, behhh...... jago nya ya nih anak" Ucap Niko jengkel.
Jevan Leonardo. Cowok dingin, datar dan sangatttttttt cuek. Ketua geng motor RANK. Susah di ajak bicara tapi berhubungan dengan geng-nya,dia tidak akan bisa diam.
Kebiasaannya bolos Tapi tentang QI jangan ditanya,Jevan hebat dalam hal itu. Biasalah di adu.
"Berisik," ucap Jevan lalu beranjak dari tempatnya. Ya begitulah Kaivan diciptakan.
"Hey mau kemana lu?? jablayyyyyy"Teriak David,yang tentunya di abaikan Jevan.
*****
Entah angin darimana, sesuatu membawa Jevan pergi ke taman belakang sekolah.Biasa nya dia akan menghabiskan waktu di rooftop sekedar untuk tidur sampai bel pulang sekolah.
Mata nya tertuju pada seorang gadis yang sedang tidur di bawah pohon rindang. Wajahnya yang polos,kulitnya yang putih dan apa ini? kenapa Jevan jadi memuji gadis itu? Dan apa Jevan tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya di sekolah ini?
Wajah nya begitu asing atau mungkin karena Jevan yang terlalu malas berhubungan dengan kaum hawa di sekolahan ini?
Seperti yang diketahui, Jevan terlalu cuek dengan lingkungan.
Langkah Jevan terhenti saat dia ingin melihat gadis itu lebih dekat. Ponselnya tiba-tiba berbunyi.
"Apa?"
"Sialan b*****t!!"
"Lo pikir gue takut"
"Nanti malam jam 08:00 "
Teettt.......
Sambungan telepon dimatikan.
"Kemana dia?" Batin Jevan saat melihat ke arah pohon itu dan gadis itu sudah tidak ada.
"Sial!!! Kenapa gue harus cari dia?" Batin Jevan dan berlalu dari tempat itu. Ia meruntuki tindakannya sendiri. Merasa malu dengan cara berpikir nya barusan. Untuk apa Jevan mencarinya?
***
"Andai kalian tau, alasan seseorang berubah itu karena seseorang juga."
-Keyra Alexa-"Aku lelah,bisakah aku menyerah saja?"
Satu sekolah heboh dengan berita anak baru yang melakukan kekerasan terhadap Stevie, gadis yang suka melakukan bullying walaupun dia masih kelas X.
"Kalian tau berita itu kan? anak pindahan katanya menindas si Stevie gadis centil itu"Ucap Niko yang datang entah dari mana. Memulai pembicaraan dengan amat heboh.
David yang sedari sibuk dengan hp nya menatap sahabatnya ini datar. "Tau gue tuh para cewek-cewek lagi gosip," Tunjuk cowok yang diketahui bernama David pada segerombolan anak perempuan yang sedang bergosip ria di sebrang meja.
"Kasihan adik cantik gue," Ucap David lagi, sedikit sedih mendengar kabar si cantik Stevie mengalami fase trauma mental.
"Biarin ajalah. Stevie itu pantas mendapatkan nya. Kan selama ini ga ada yang berani sama Stevie,kalau gue cewek sih, udah gue tindas balik" Jelas Niko sambil meminum jus milik David. "Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Fix, Stevie lagi panen ini," Niko bergurau yang malah terdengar aneh ditelinga David.
"Makanya Lo cowok. jadi ga boleh"Balas David kesal.
"Gue penasaran sama cewek itu," Ucap David tiba-tiba. Gue rasa tuh pasti bodynya besar,nyeremin, hitam, matanya besar--ihhh merinding gue" David membayangkan sosok gadis itu. Gadis yang masih dalam pertanyaan.
"Gue rasa juga gitu. Kalau bodynya ga gitu, mana ada yang berani sama si Stevie" Balas Niko, ikut-ikutan membayangkan.
"Van.Lo ga penasaran? sibuk amat Lo dari tadi," Tanya Niko pada Jevan yang sedari hanya sibuk dengan ponselnya.
"Ga"Jawab Jevan singkat. Ia meletakkan ponselnya lalu beralih pada kedua sahabatnya.
"Yaudah lah ngajak Jevan bicara kayak ngajak dinding ngobrol,yang pasti ga ada jawaban! susah." Gurau David ada benarnya juga.
"Sejak dulu gue heran. Ga berubah-ubah manusia yang satu ini. Tapi kalau berantam,balapan, behhh...... jago nya ya nih anak" Ucap Niko jengkel.
Jevan Leonardo. Cowok dingin, datar dan sangatttttttt cuek. Ketua geng motor RANK. Susah di ajak bicara tapi berhubungan dengan geng-nya,dia tidak akan bisa diam.
Kebiasaannya bolos Tapi tentang QI jangan ditanya,Jevan hebat dalam hal itu. Biasalah di adu.
"Berisik," ucap Jevan lalu beranjak dari tempatnya. Ya begitulah Kaivan diciptakan.
"Hey mau kemana lu?? jablayyyyyy"Teriak David,yang tentunya di abaikan Jevan.
*****
Entah angin darimana, sesuatu membawa Jevan pergi ke taman belakang sekolah.Biasa nya dia akan menghabiskan waktu di rooftop sekedar untuk tidur sampai bel pulang sekolah.
Mata nya tertuju pada seorang gadis yang sedang tidur di bawah pohon rindang. Wajahnya yang polos,kulitnya yang putih dan apa ini? kenapa Jevan jadi memuji gadis itu? Dan apa Jevan tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya di sekolah ini?
Wajah nya begitu asing atau mungkin karena Jevan yang terlalu malas berhubungan dengan kaum hawa di sekolahan ini?
Seperti yang diketahui, Jevan terlalu cuek dengan lingkungan.
Langkah Jevan terhenti saat dia ingin melihat gadis itu lebih dekat. Ponselnya tiba-tiba berbunyi.
"Apa?"
"Sialan b*****t!!"
"Lo pikir gue takut"
"Nanti malam jam 08:00 "
Teettt.......
Sambungan telepon dimatikan.
"Kemana dia?" Batin Jevan saat melihat ke arah pohon itu dan gadis itu sudah tidak ada.
"Sial!!! Kenapa gue harus cari dia?" Batin Jevan dan berlalu dari tempat itu. Ia meruntuki tindakannya sendiri. Merasa malu dengan cara berpikir nya barusan. Untuk apa Jevan mencarinya?
***
"Andai kalian tau, alasan seseorang berubah itu karena seseorang juga."
-Keyra Alexa-
"Makanya kalau mau baku hantam itu ngajak-ngajak. Bukan main hakim sendiri!! Begini kan jadinya!! lihat nih muka Lo babak-belur semua" Oceh David saat melihat penampilan Jevan pagi ini.
Sontak David syok berat. Wajah tampan yang selalu ia dapati tiba-tiba dipenuhi oleh celah,tanpa ba-bi-bu seolah tidak ada yang salah dengan ini.
Ya,semalam Jevan hendak balapan. Karena undangan musuh bebuyutannya dari geng Victory. Entah kenapa ketua dari geng Victory itu sangat membenci Jevan hingga sampai detik ini kebencian diantara mereka masih terus berlanjut.
Sampai di area tujuan bukannya balapan tetapi mereka malah melakukan keroyokan pada Jevan yang hanya datang seorang diri.
"Berisik"Balas Jevan. Sedari tadi mulut David tidak bisa berhenti mengomeli Jevan saat melihat keadaan Jevan seperti ini, padahal ini hanya luka kecil bagi Jevan.
Tidak ada yang salah dengan lebam Karena sudah makanan sehari-hari mereka terutama Jevan.
David mendengus dingin. Jevan memang sungguh gila bahkan luka begini di anggap sepele baginya.
"UKS" Sambung David sambil menarik tangan Jevan tapi dengan mudah dihalau oleh sang empunya.
"Ngak!! gue baik- baik aja,Lo aja sono" Jevan balik menyuruh David dengan tatapan songong. Setelah itu ia kembali memejamkan matanya tanpa dosa.
"Kesel lama-lama gue lihat muka Lo," Ucap David. "erserah Lo deh,kalau Lo mati gue ga tanggung jawab,"Sambung David asal ceplos. Sambil merebahkan tubuhnya di sofa rooftop, di samping Jevan.
"Guys,gue ada berita ter hotsssssss sekalangan sekolah nih." Teriak Niko heboh dari balik pintu rooftop. Bahkan wajah cowok itu belum kelihatan namun suaranya sudah menggema.
Entah mengapa mereka bisa mempunyai teman seheboh Niko. Padahal geng Rank dikenal dengan kesadisannya.
Walau begitu tetaplah percaya bahwa Niko tidak seburuk mulutnya yang suka nerocos.
"Apaan!! ga usah teriak-teriak juga,"Jawab David membelalak lebar. Niko menampilkan deretan gigi ratanya saat wajahnya benar-benar sudah terpampang dihadapan David dan Jevan. Ia beralih ke Jevan, dengan sangat dramatis Niko membulatkan mulutnya.
"Lah muka Lo kenapa bos? Jangan bilang Lo baru mengalami fase trauma mental?" Tanya Niko pada Jevan yang sedari hanya memejamkan matanya. Laki-laki itu masih sempat-sempatnya cengingiran.
"Baku hantam dia,bro" Ini bukan Jevan melainkan David yang menjawab.
"Apa berita nya?" David mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya gue lupa," Kekeh Niko, lalu lanjut ingin bercerita.
"Itu si anak pindahan yang buat heboh satu sekolahan,gue udah tau namanya." Ucap Niko serius.
"Hanya itu?"Tanya David sepele. Merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari ucapan Niko.
"Makanya denger dulu manusia biasa," Ujar Niko jengkel. "Ternyata ekspentasi tak seburuk realita. Eh salah!! Ternyata realita tak seburuk ekspentasi,salah juga, binggung gue." Niko malah kebingungan.
"Ahk...!! Sudah ga usah pake begituan, yang jelas saja. Manusia biasa." Kesal David, ikut-ikutan menyebut seperti yang Niko ucapkan tadi. Padanya.
"Namanya gadis itu........" Niko menjeda kata-katanya.
"Nungguin ya....." Lalu Niko malah terkikik geli dengan caranya berbicara. Di balas dengan tonjokan keras dari David, Niko sedikit menjauh."Jahat bener Lo," Tuding Niko.
"Makanya kalau ngomong yang benar." Ucap David marah.
"Tapikan sakit. Ucap Niko sambil mengelus wajahnya.
"Makanya cepetan rusa!," Sergah David lagi. Hanya dengan begitu, Niko menghela nafas panjang dan kembali bercerita. Hatinya tertohok, ternyata bergurau dengan manusia-manusia seperti ini tidak ada gunanya.
"Nama nya Keyra Alexa. Gadis itu dikelas X IPA 1. Terus yang paling menghebohkan dia itu ga seperti yang kita bayangkan." Ucap Niko tenang.
"Emang kita bayangin dia kayak gimana?" Alis David berkerut. "Lo bayangin dia kayak mana hah!!" David semakin ngegas hingga dihadiahi geplakan kekesalan dari Jevan karena David berteriak tepat didepan telinga Jevan.
"Ga usah sok lupa Lo!" Niko mengarahkan tangannya yang sudah mengepal pada David.
Lantas David terkekeh,ia langsung teringat jelas.
"Cantik,putih, matanya coklat terang,ga terlalu tinggi tapi aduhai sumpah!! Indahnya ciptaan Tuhan yang satu itu,"Lanjut Niko lagi dengan sedikit mengkhayal.
"Tau dari mana Lo?" David tidak yakin.
"Caellah ga percaya Lo?" Niko melotot. "Gue tadi sudah lihat dia secara langsung walau dari jarak jauh. Terus gue stalking i********: nya.OMG gemetar gue bro. Cantik banget gila!!!" Niko merinding.
Ia bersandar di tembok rooftop. Saat wajah tampannya teralih kearah lapangan, spontan Niko tersenyum penuh kebahagiaan.
"Itu... itu...Anak kelas X IPA 1 lagi olahraga. Dia mana ya? mana ya? kok ga keliatan sih?" Niko mencari-cari. Tanpa Niko sadari, David sudah berada disampingnya. Ikut mencari apa yang sedang Niko cari.
"Ya.... itu dia!!" Heboh Niko sambil menunjuk ke arah lapangan, memang benar anak X IPA 1 sedang berolahraga. Mendapati apa yang sedari Ingin ia lihat, Niko merasakan kakinya berubah menjadi jeli lagi. Hatinya berbunga-bunga. "Cantik banget kan?" Niko meminta persetujuan dari David. David mengangguk mengiyakan.
"Ga jelas banget. Tapi keren juga tuh body. lihat ke bawah yuk biar lebih jelas." Heboh David lagi sambil menarik tangan Niko keluar dari rooftop. Tanpa mereka sadari, mereka telah meninggalkan Jevan sendirian.
Sedari Jevan sudah mendengar pembicaraan kedua sahabatnya itu tapi sifat tidak mau tau nya lebih besar dari hal itu. Jevan egois, Jevan tidak ingin tahu.
Tapi saat angin berhembus kencang, Jevan perlahan membuka matanya. Menatap kearah pintu rooftop yang terbuka lebar, Niko dan David sampai lupa menutupnya lalu kearah tembok pembatas rooftop. Berulang kali, hingga akhirnya Jevan memilih untuk berdiri.
Jevan bangkit dari tempatnya. Berjalan menatap ke arah lapangan. Anak X IPA 1 sedang mengadakan pemanasan sebelum pada kegiatan inti.
Tetapi buka itu yang menarik perhatian Jevan melainkan seorang gadis dengan rambut di kucir satu. Gadis itu? Gadis dibawah pohon rindang itu.
"Kelas X IPA ternyata." Batin Jevan berbicara.
"Tapi kenapa dia tampak seorang diri? Apa dia tidak mempunyai teman?" Pikir Jevan lagi. Gadis itu duduk dengan sebuah botol minum ditangannya. Tak ada orang disekitarnya, saat teman-temannya memilih untuk melakukan pemanasan maka dia memilih untuk duduk, tampak tidak peduli.
"Kok gue jadi mikirin tuh cewe sih?" Jevan bergidik ngeri. "Gila gue!!" Ucap Jevan sambil beranjak menuju sofa rooftop dan kemudian tertidur hanya setengah ia memejamkan matanya.
*******
Bagaimana part ini?
Semoga kalian suka yaaa.
Siap untuk part selanjutnya???
Jangan lupa berikan cinta kalian yaaaa, author menunggu nya.
Salam hangat dari author. Semoga kalian sehat-sehat selalu.
Ayo maju untuk part selanjutnya!!!!
Come on guyss