Siapa dia?

1839 Kata
"Gue ga peduli tentang semua itu. Tapi kenapa sekarang gue penasaran sama Lo?" HAPPY READING Stevie tersenyum sarkas. Entah darimana dia mengetahui ada anak baru di kelas ini. Hobby-nya melakukan bullying dan inilah sifat nya jika ada anak baru ataupun siswa pindahan,anak itu akan dia siksa sampai ada anak baru lain nya lagi  yang masuk di sekolah ini. Padahal Stevie juga siswa kelas X.  Pangkat Ayahnya membuat gadis itu bersikap seperti ini. Keyra hanya menatap Stevie dengan senyum miring yang tampak seperti iblis. Keyra mulai terpancing. "Ooooo-Siapa tadi namanya?", Keyra bertanya. ",Stevie bad girl yuhuuuuuuuu"Ledek Keyra sama seperti yang dilakukan kedua dayang-dayang Stevi. "hmzz....Ini buku Lo,ya?" Tanya Keyra menunjuk buku yang tadi dilempar Stevie padanya. "And then,gue harus ngerjain tugas-tugas Lo,gitu?" Keyra mendekat ke arah Stevie, mensejajarkan tingginya. "hm, oke fine!!"Jawab Keyra santai. Sontak membuat semua orang takjub termasuk Stevie sendiri. Ia merasa ditantang, selama ini tidak ada yang berani dengan Stevie.  Bagaimana mungkin gadis ini tidak takut sedikitpun padanya? Apa ia kurang tahu siapa itu Stevie? "Mana tadi buku nya---ini? Kata Keyra sambil tersenyum miring dengan buku yang berada di tangannya.  Krekkk...... Buku itu terbelah dua lalu Keyra tersenyum miring. Keyra menjatuhkan buku itu lalu menyiram nya dengan air. "Sudah kan? Tugas gue udah selesaikan? Bagaimana?  keren? Atau mau yang lebih,?"Keyra melontarkan banyak pertanyaan. Stevie yang merasa harga dirinya direndahkan hendak menarik rambut Keyra tapi Keyra dengan mudah menghalaunya dan malah rambut Stevie lah yang Keyra tarik dengan kasar kasar.  "SAKIT HUH?? GIMANA SAYANG???" Keyra menekan kata-katanya. "Awww" Rintih Stevie kesakitan. "Ngapain kalian diam? tarik rambut jalang ini!!" Protes Stevie kepada dua dayang nya yang hanya diam melongo sejak tadi. Mereka menarik rambut Keyra kasar tapi tak lama dengan sekali dorongan kedua dayang-dayang itu sudah terjatuh. "SEKARANG LO MAU APA HUH? SIAPA LAGI YANG MAU LO SURUH NOLONG LO? PANGERAN? DAYANG-DAYANG LAGI?? JAWAB??" Bentak Keyra diakhir ucapannya. Amarah nya sudah memuncak. Sejak tadi pagi dia bersekukuh untuk tidak membuat masalah tapi Manusia-manusia ini sudah memancing amarahnya. Jangan pernah bermain-main dengan Keyra, tanamkan itu. "INGAT YA!! KALAU LO GA MAU NASIB LO KAYAK GINI LAGI--JANGAN PERNAH GANGGU GUE!! LO BELUM TAU SIAPA GUE STEVIE!!" Ancam Keyra kalang kabut, suaranya mengelegar di setiap sudut ruangan. "INGAT,GUE BUKAN CEWE LEMAH SEPERTI YANG LO PIKIR. KALAU LO MAU BULLY ORANG LAIN TERSERAH!!  TAPI JANGAN GUE!! KARNA GUE BUKAN TANDINGAN LO." Ucap Keyra masih terus membentak di setiap perkataannya.  Semua menatap ngeri kearah mereka terutama pada Stevie yang sudah merintih kesakitan. "Nih Lo gabung sama dayang-dayang lemah Lo. Makanya cari pembantu yang berkualitas, sekali hentakan aja jatuh jadi sampah! Dasar kaum lemah!"Ejek Keyra sambil mendorong Stevie jatuh bersama teman-teman nya. Sebelum pergi dia menginjak keras kaki Stevie yang membuat sang empunya merasa kesakitan, lebih sakit lagi. Semua terkejut tak ada yang berniat membantu "Stevie in the geng" Akhirnya ada juga yang berani membalas perlakuan kejahatan Stevie.Disisi lain seisi kelas yang melihat kejadian itu kasihan melihat keadaan mereka apalagi Stevie yang terlihat lebih parah. Inikah yang di namakan karma akan berbalik juga? KARMA ITU BENAR ADANYA. **** Keyra menghela nafas pelan.Sekarang gadis itu telah duduk sambil memejamkan matanya di taman belakang sekolah. Setidaknya udara dan keasrian tempat ini dapat menenangkan pikirannya walau hanya sesaat. Keyra mendecak, memperbaiki rambutnya yang amat berantakan, lengket dan amat kusut. Bagaimana tidak? Sekarang hukum alam seperti berbalik padanya. Karma nya sudah ada tepat didepan mata, Keyra menangis dalam hati.  Bukannya dulu Keyra yang melakukan bullying? Tetapi sekarang dia sendiri yang hampir dibully.Ya, walaupun Keyra bisa membela diri bahkan lawannya mainnya sampai babak belur di buatnya namun ada yang mencelos dihati Keyra. Seorang Keyra Alexa dibully? Keyra Alexa hampir di bully bahkan Keyra Alexa di rendahkan harga dirinya? Tapi kenapa? Keyra sungguh heran. Dulu semua orang bahkan takut menatapnya tapi sekarang? Keyra harus menunjukkan siapa dia yang sebenarnya lalu mereka paham dan mengerti siapa itu Keyra. Keyra tidak pernah membayangkan ini sebelumnya. Ditambah penjelasan dari pak Antoni membuat pikiran keyra tambah kacau, Keyra menjambak rambutnya frustrasi. Mati-matian dia berusaha untuk tidak menangis. Tidak-tidak.. Keyra tidak boleh menangis hanya karena masalah sepele ini. Flashback on "Apa yang kalian lakukan? Apa kalian pikir ini yang harus dilakukan seorang pelajar?" Pak Antoni memukul meja dengan kayu rotan ukiran. "Jawab bapak Keyra!! Stevie!!" Bentak Pak Antoni selaku guru BK.  Stevie dan Keyra tampak acuh,jika Stevie menunduk dalam-dalam maka Keyra adalah sebaliknya. "Dia pak!! dia yang salah," Stevie mulai berargumen untuk membela dirinya."Dia jambak rambut saya pak, terus dia juga merusakkan buku saya. Bukan hanya itu pak, dia bahkan menyiram buku saya dengan air sampai rusak parah seperti ini," Stevie membuka suara dengan keadaannya yang masih sangat kacau.  Tadi Pak Antoni tak sengaja lewat dari depan kelas X IPA 1 dan mendengar keributan didalam ruangan itu. Benar saja,tiga murid dengan keadaan babak belur tergeletak di lantai ulah seorang siswi yang tidak asing lagi bagi pak Antoni. Itulah yang Pak Antoni simpulkan dari sudut pandang nya. "Apa itu benar Keyra,? "Tanya Pak Antoni meminya pendapat Keyra. "Iya Pak, itu benar" Jawab Keyra santai. Keyra tidak ingin memperpanjang masalah lagi, biarlah Keyra dianggap salah karena 40% itu memang benar. Walau Keyra tahu kebusukan iblis di samping nya ini, Keyra tetap bisa bermain secara perlahan. Kita lihat saja nanti,apa yang bisa Keyra berikan kepada seseorang yang kian mengungkit masa lalunya? "Tapi kenapa Keyra? Kamu masih siswa baru di sekolah ini. Bahkan ini adalah hari pertama kamu bersekolah disekolah ini. Kamu sudah melakukan kesalahan dengan melakukan bullying di sini. Kamu tidak malu dengan tindakan kamu ini?" Suara Pak Antoni masih terdengar tenang. "Bapak rasa usia kamu saat ini sudah cukup mampu membedakan antara yang baik dan buruk, jangan bertindak seperti anak SD. Kamu sudah besar, Keyra" Peringat pak Antoni. Ingin rasanya Keyra melemparkan manusia yang berada didepannya itu ke laut mati. Sekalian bersama dengan iblis yang sudah babak belur di sampingnya ini. "Kamu minta maaf," Kata Pak Antoni pada Keyra sambil menghela nafasnya pelan.  Tampaknya pria paruh baya itu sudah lelah. Bagaimana tidak? Guru BK tugasnya hanya membuat semua menjadi baik-baik saja dan Keyra tidak akan pernah baik baik saja. Sekiranya berilah pak Antoni sedikit kemampuan untuk tidak menjadi gila kedepannya. "Ga akan," Jawab Keyra sama tenang nya. Matanya menatap Pak Antoni dengan sorot menantang. Bagaimana Keyra bisa minta maaf?  Maaf tidak pernah ada dalam kamus kehidupan Keyra. "Keyra!!" Bentak Pak Antoni sambil memukul keras meja. Matanya memerah bahkan tangan nya sudah mengepal. Pak Antoni paling benci dengan murid yang tidak bisa menghargai orang yang lebih tua. Hal yang sama di lakukan oleh Keyra. "Kenapa saya harus minta maaf sedangkan saya tidak  sepenuhnya salah bdisini? Mungkin saya juga salah but  semuanya tidak akan terjadi kalau iblis ini tidak memulainya Pak. Jangan bikin saya emosi deh!!" Elak Keyra, sekarang gadis itu sudah benar-benar emosi. "Duduk kamu!! Berani-beraninya kamu membentak gurumu.Apa kamu tidak tau etika?" Sergah Pak Antoni "Ini juga karena bapak,ga usah ngungkit tentang etika seolah Bapak udah yang paling benar hidupnya!! Bapak memutuskan sesuatu tanpa tau kebenarannya, jelas dong saya bela diri. Silahkan kalau bapak mau nampar saya tapi jangan paksa saya untuk meminta maaf, sekalipun saya salah---Saya tidak akan pernah minta maaf!!" Ujar Keyra tanpa dosa. Pak Antoni sontak terkejut dengan jawaban Keyra, ternyata benar--Akankah Pak Antoni bisa mengubah gadis itu? Memilih diam dan beralih pada Stevie. Membiarkan ucapan Keyra mengambang sampai di situ. "Stevie jelaskan semua nya. Bapak juga tahu kamu,kamu tidak ada lelah-lelahnya  melakukan Bullying di sekolah ini. jangan karena orangtua kamu orang ternama kamu jadi semena-mena di sini. Jangan bertingkah seolah-olah kamu yang paling tersakiti dalam posisi ini, jangan lupakan fakta bahwa ruang BK adalah langganan kamu," Kata Antoni pada Stevie. Stevie hanya diam, gadis itu menunduk dalam-dalam. Ditambah kondisi nya sudah sangat berantakan, mau membela diri saja rasanya sangat sulit. "Hey!! Kalian berdua bawa Stevie ke UKS," Pak Antoni memanggil kedua dayang Stevie yang sedari berdiri di depan ruang BK. Mereka setia berdiri sebagai tanda hormatnya pada Stevie. Anak zaman sekarang. "Kamu tetap disini, tidak ada yang menyuruh kamu pergi" Ucap Pak Antoni datar saat Keyra juga hendak pergi, gadis itu bangkit dari duduknya seakan masalah ini sudah selesai. Keyra menghela nafas panjang dan menatap Pak Antoni tajam, Keyra kembali duduk. "Kamu jelaskan semua,Keyra" Suruh pak Antoni pada Keyra. "Dia datang trus nyuruh gue--" "Bicara yang sopan sesuai dengan KBBI,Keyra Alexa" Ucap pak Antoni melihat ketidak formal-an Keyra berbicara padanya. Apa Keyra pikir Pak Antoni seumuran dengannya? Keyra mendengus dingin. Kalau saja pak Antoni  tidak guru yang sedang menghukumnya, sudah dibanting sejak tadi olehnya. Sungguh, Pak Antoni menguras tenaga Keyra. "Dia datang terus nyuruh saya ngerjakan tugasnya dia, Pak. Saya sudah berusaha untuk tetap stabil dan mengabaikan tetapi dia mancing saya terus sampai-sampai pakai acara ngancam saya, pak. Oh jelas saya emosi jadi saya banting dia tanpa ampun biar tidak ngelonjak lagi Pak!!" Keyra menjelaskan semuanya tanpa bumbu kebohongan. "Tapi bukan begini caranya,Keyra. Semua yang kamu lakukan sudah termasuk dalam tindakan bully," Nasihat Pak Antoni. "Kamu paham kan?" Tanya pak Antoni lembut, tidak seperti awal tadi. " Iya,saya tahu Pak,saya juga berpengalaman dalam hal itu," Jujur Keyra dengan polosnya. "Pak---Seseorang itu harus akan bertindak kalau harga dirinya di pijak-pijak Pak" Keyra tidak terima. Berucap seolah ia adalah yang paling benar. Tolong ingatkan Keyra bagaimana ia sering memperlakukan seseorang dengan semena-mena dan orang itu samasekali tidak membalasnya? Tidak membela diri seperti yang Keyra ucapkan, namun sadarkah Keyra bagaimana sakitnya berada dalam posisi korban saat tindakan jahat itu terjadi? "Keyra juga ga bodoh melakukan suatu hal dengan seribu kekejaman kalau orang itu tidak bersalah.Tapi dia yang mancing keyra" Sambung Keyra lagi. Sekali lagi mari ingatkan Keyra dengan kata-katanya. Tidak Bodoh melakukan suatu hal jika orang itu tidak salah? Apa Keyra tidak sadar dengan ucapannya? Siapapun tolong sadarkan Keyra, gadis itu tersesat terlalu jauh. Pak Anton mendengus pelan. "Keyra,saya mengerti,saya tahu semua tentang kamu  mungkin ini sudah sangat biasa bagi kamu tetapi bapak minta tolong jangan ulangi kesalahan yang sama di sekolah ini." Ujar pak Antoni. "Tinggalkan semua yang buruk-buruk di sekolah lamamu, buang semua masa lalu yang pernah kamu jalani. Awali lembaran baru dengan sebaik-baiknya. Suatu saat nanti kamu akan sadar betapa indahnya hidup sesuai dengan takdir yang diberikan oleh Allah. Jangan menyimpang terlalu lama,dunia terlalu indah untuk kamu sia-siakan. Bukan kah lebih baik mati dengan seribu kenangan baik daripada mati dengan seribu u*****n syukur?" Kata Pak Antoni. Jelas Keyra binggung, otaknya tak sampai dengan penjelasan pak Antoni barusan. "Dan ingat apapun yang kamu lakukan di sekolah ini, kamu tidak akan dikeluarkan dari sini. Melainkan semua kesalahan kamu akan  ditindaklanjuti disini, kamu akan dibentuk dengan baik-baik namun jika cara halus membuat kamu berani maka cara kasar akan membuat kamu menunduk. Jadi jangan berpikir tindakan kamu akan membuat kamu keluar dan kembali kepada orangtua kamu. Kamu akan tetap disini Keyra, sampai waktunya tiba." Jelas Pak Antoni, ambigu di pendengaran Keyra. "Silahkan keluar dari ruangan saya, hari ini kamu bebas tetapi hari-hari berikutnya jangan harap ada kata maaf," Lalu dengan begitu Keyra keluar dari ruangan Pak Antoni dengan perasaan campur aduk menjadi satu. ***** HAPPY READING GUYS.... GIMANA PART YANG SATU INI?? AKU HARAP KALIAN SUKA YAAAA.... OH YA!! JANGAN LUPA BERIKAN CINTA UNTUK CERITA INI  SALAM KENAL 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN