"Katakan jika ini adalah awal dari sebuah perjalanan karma. Menyerah jika kau tak ingin melanjutkan kisah ini dan tetap maju jika kau penasaran bagaimana akhirnya,"
Jam sudah menunjukkan angka 06:15 tetapi gadis dengan balutan piyama pink masih nyaman dengan tidur nya. Walau bukan tempat yang semewah dulu,ia masih bisa tertidur pulas ditempat yang sangat bertolak belakang dengannya. Sederhana dan bahkan sangat sederhana.
Keyra membuka matanya perlahan. Ini adalah hari pertama Keyra Sekolah.
Di sekolah barunya, sekolah yang bentukannya saja Keyra belum tahu benar. Hal yang paling Keyra benci, sekarang hidup nya sepi,tiada ocehan Mama Vita,tiada Kakak bahkan Papa.
Sungguh,Keyra sangat kesepian di tempat ini.
"Sekolah ga ya?"Batin Keyra. Berpikir sejenak lalu memutuskan untuk sekolah. Papanya pasti tahu kalau Keyra tidak berangkat sekolah hari ini.
Jika Keyra berulah lagi,bisa-bisa Keyra akan di pindahkan keluar negeri. memikirkan itu aja membuat Keyra merinding.
Keyra paling takut hidup sendirian, Keyra tidak pernah bermimpi bisa hidup tanpa orang-orang yang selalu mengisi hari-harinya.
Lupakan tentang Keyra benci atau tidak, karena faktanya Keyra tetap tak akan mampu hidup tanpa mereka yang selalu ada dalam pandangannya.
"Yang penting sekolah aja dulu," Ujar Keyra sambil mengusap matanya. Berlalu menuju kamar mandi yang sangat kecil dan kumuh. Sekali lagi sangat bertolak belakang dengan kamar mandi lamanya. Pagi ini, Keyra mengeluh lebih dari tiga kali.
Sekitaran 20 menit Keyra bersiap-siap, berjalan sekitar 100 meter untuk mendapat angkutan umum lalu gadis itu pergi menuju sekolah.
Jakarta adalah awal dari perjalanan hidup Keyra sekarang. Selamat tinggal Bandung dan selamat datang di Jakarta.
****
"Pak---pak...Turun di sini aja ya," Ucap Keyra buru-buru menghentikan angkutan umum yang ia gunakan untuk berangkat ke sekolah.
Di pinggir jalan,sambil mengeluarkan uang 5000-an. "Makasih ya, Pak!" Ucap Keyra ramah.
Supir itu mengangguk pelan setelah menghentikan mobilnya. Supir itu tahu seragam sekolah yang Keyra kenakan, tetapi kenapa gadis ini menyuruhnya berhenti disini?
Bukankah sekolah masih berjarak 100 meter dari tempat Keyra meminta untuk berhenti? Bahkan tanpa Keyra suruh, dengan senang hati supir itu akan mengantarkan Keyra sampai kedepan gerbang utama.
Keyra segera turun. Dia sengaja meminta supir angkot menurunkan nya ditempat ini.
Bisa-bisa harga dirinya turun jika berhenti tepat di depan sekolah elit itu, ditambah status nya sekarang adalah siswi baru. Keyra tidak mungkin merusak citranya sebagai anak dari keluarga terpandang.
Setelah berjalan lama Keyra tiba didepan gerbang utama sekolah barunya. Keyra menatap datar sekolah barunya itu,tempat untuk menuntut ilmu dua setengah tahun ke depan---Bukan! Keyra bukan menuntut ilmu, barangkali ia hanya melakukan bullying disini.
Seperti yang ia lakukan dulu, Keyra tersenyum miris. Sudut bibirnya tertarik saat siswa-siswi dengan seragam yang sama dengannya mulai memasuki gerbang. Tak jauh dari tempat Keyra berdiri, satpam membunyikan peluit, mengisyaratkan agar anak-anak segera masuk karena bel akan segera berbunyi.
"NATION'S GREENLAND HIGH SCHOOL"
Mendengar nama itu saja Keyra sudah muak, rasanya didalam perut Keyra banyak cacing yang meminta untuk dikeluarkan.
Sekolah ini tidak jauh berbeda dengan sekolah lama Keyra. Hanya saja kehijauan dan keasrian tempat ini sebagai ciri khasnya, seperti namanya GREENLAND.
Membuat semua siswa-siswi betah bersekolah disini terkecuali satu gadis yang bernama Keyra.
"Hari ini ga boleh buat masalah,besok-besok saja Keyra, kamu bisa!!" Tuntut Keyra dalam hati. Menyakinkan dirinya bahwa ia pasti bisa melewati semua ini.
Keyra melanjutkan langkahnya, tanpa bertanya atau sebagainya. Keyra mencari sendiri jalan menuju kantor tata usaha.
Satu kelebihan yang membuat orang-orang risih dengan cara berpikir Keyra yaitu merasa ia bisa melakukan apa-apa sendirian tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Keyra melupakan statusnya sebagai manusia adalah makhluk sosial.
****
"Anak-anak semuanya kita kedatangan murid pindahan dari Bandung" Ucap guru dengan pakaian formal kepada murid-muridnya. "Silahkan masuk nak," Panggil guru itu pada Keyra yang sedari menunggu di depan pintu kelas.
Keyra masuk dengan langkah santai dan tentunya dengan wajah datar. Tidak terukir walau hanya sedikit senyum diwajahnya yang anggun.
Tidak seperti murid pindahan lainnya. Biasanya pasti malu,takut atau malah menunduk. Keyra tampak biasa aja seakan tidak ada orang didalam kelas ini.
Di sekolah lama, Keyra juga tidak mempunyai teman selain Syara. Keyra tidak membutuhkan teman disini jadi Keyra melakukan hal-hal yang membuat orang-orang enggan berteman dengannya.
"Silahkan perkenalkan diri kamu,nak"Pinta guru itu.
"Kenalin nama gue Keyra Alexa,pindahan dari SMA angkasa Prawiro Bandung. Senang bertemu dengan kalian semua." Ujar Keyra berusaha menarik lengkung bibirnya, terpaksa .
"Sering dipanggil apa?"
"Imut nya"
"Senyum dong"
"Kok cantik banget sih"
"Ga bisa senyum kali ya,"
"Kayak nya sombong tuh Anak"
"Cantik-cantik pasti galak,"
"Sinis amat mukanya,"
"Mau jadi bagian dari hidup gue,ga? Kalau mau---sini hahah,"
Macam pertanyaan yang keluar,namun Keyra tetap berusaha santai. Sebenarnya Keyra ingin mengumpat namun ia kembali disadarkan oleh jiwa malaikat Jibril yang masih tertinggal samar-samar di hatinya.
"Yaudah--Keyra duduk di samping Lisha aja ya," Suruh ibu guru ramah. "Lisha tolong diangkat tangannya,"
Disebrang seorang gadis mengangkat tangannya heboh,ia tersenyum lebar namun setelah mendapat tatapan tajam dari Keyra,ia menurunkan tangannya lambat laun.
"Saya di kursi pojok saja,Bu" Ucap Keyra. Tanpa menunggu persetujuan, Keyra langsung berjalan menuju kursi pojok.
Guru yang diketahui namanya Siska itu hanya mengangguk mengiyakan. Ia tahu anak ini dan bagaimana sifat nya dimasa lalu. Tidak! Bukan masa lalu melainkan masa sekarang.
*****
Bel sudah berbunyi. Keyra menatap kebingungan manusia-manusia yang berada dikelas ini. Bagaimana bisa mereka tetap berada di kelas saat jam istirahat? Yang Keyra tahu semua siswa-siswi akan menuju kantin jika sudah jam istirahat.
Tidak---tidak semua tapi DIKELAS INI TAK SATUPUN BERANJAK DARI TEMPATNYA!! Keyra keheranan tentu saja.
Berhubung karena kelas ini adalah X IPA 1 mungkin itulah sebabnya. Sungguh gila Papa Dean memasukkan Keyra dikelas yang di ketahui banyak orang yaitu kelas tempat perkumpulan siswa-siswi rajin, pintar dan mempunyai otak yang cemerlang sedangkan Keyra?
Bahkan nilai Keyra dari sekolah lama tidak memungkinkan untuk masuk di kelas ini lalu kenapa bisa jadi begini? Sungguh Keyra tahu ini semua pasti kerjaan Papanya. Apa maksudnya? Apa tujuannya? Dan kenapa harus X IPA 1?
"Hay Keyra Alexa!!" Sapa seorang gadis yang secara tiba-tiba duduk di samping Keyra.
Awalnya Keyra cukup terkejut karena pergerakan tiba-tiba itu tapi secepatnya membuang raut wajah memalukan itu.Keyra menatap gadis manis itu sekilas lalu kembali berpaling ke ponselnya.
"Kenalin namaku Lisha,teman sebangku kamu-- tapi tidak jadi hehehehe" Kekeh gadis manis itu sambil menjulurkan tangannya.
Apa ada yang lucu? Keyra mengumpat dalam hati. Keyra benci orang baru, Keyra benci pertemanan dan Keyra sangat....sangat benci dengan orang yang menyapanya.
Keyra sama sekali tidak menatapnya. Mengabaikan,sibuk dengan ponselnya.
Gadis itu menarik tangannya kembali. Senyum masih terukir di wajahnya,sampai-sampai Keyra heran bagaimana ada manusia yang sudah dicuekin masih tetap berada di sampingnya.
"Perasaan tangan aku ga bau kok,"Ucap gadis yang diketahui namanya adalah Lisha. "Tapi gapapa deh,mungkin kamu alergi sama tangan orang baru," Ucapnya.
"Hmm, Keyra mau ke kantin bareng aku?" Tanya nya lagi namun tetap tidak mendapatkan jawaban.
"Mereka jangan ditiru, orang-orang disini pada ambis semua, Keyra. Tenang aja, Lisha ga ambis-ambis banget kok, jadi gimana? Mau ke kantin bareng?" Lisha nerocos panjang lebar tanpa disuruh.
"Makanan di kantin enak-enak Lo Keyra, percaya sama aku. Aku traktir deh, khusus untuk kamu" Ujar Lisha jauh lebih semangat.
Sekarang Keyra benar-benar muak dengan gadis itu, dengan mulut yang tidak bisa berhenti bicara?? Jangan salahkan Keyra jika nanti ada yang terluka fisik ataupun batinnya.
"Ayolah Keyra, sekolah ini terlalu indah untuk kamu abaikan,aku temenin deh!! Ayolah Keyra--"
"Ga" Ketus Keyra.
"Key---"Sambung Lisha merengek lagi, Namun tetap diabaikan oleh Keyra.
"Keyra---"Ucap Lisha sambil menarik ponsel Keyra dengan berani.
Keyra spontan berdiri lalu memukul meja dengan amat keras. "Kalau Lo mau ke kantin pergi aja, ngapain Lo aja gue?" Bentak Keyra sarkas,membuat seisi kelas menatap ke arah mereka. "Lo ngerti bahasa ga sih?? Emang gue kenal sama Lo? Ga usah bertingkah seolah gue mau temenan sama Lo,jijik gue jijik!! Tahu Lo?" Ujar Keyra jauh lebih sarkas dari sebelumnya.
Lisha menatap Keyra dengan bibir yang mengerucut. Matanya mulai berkaca-kaca menahan tangis yang rasa-rasanya ingin tumpah.
Padahal niat Lisha baik,kenapa Keyra langsung marah bahkan membentak nya? Lisha tidak pernah mendapatkan bentakan seperti ini, Lisha tremor mendadak. Lisha ketakutan.
"Udah Lis, kita ke kantin saja. Ga ada artinya ngomong sama orang sombong seperti dia," Ucap seorang gadis yang entah siapa namanya lalu menarik Lisha keluar dari dalam kelas. Sebelum benar-benar pergi, gadis menatap Keyra dengan amat tajam. Penuh tantangan,ia menunjuk tepat di depan mata Keyra.
"Lo--Gue peringatkan jaga sikap Lo disini. Ini sekolah bukan punya bokap Lo--Lo anak baru disini!!" Tuding nya lalu mereka melangkah pergi."
Bagaimana mungkin anak baru seperti Keyra berani bertindak seperti tadi?
Semua mata menatap Keyra heran sekaligus terkejut. Sekarang mereka tahu sifat gadis kasar itu dan seperti yang Keyra harapkan, Keyra tidak akan mendapatkan teman di sini.
Semua karena ulahnya sendiri.
"Halo gir!!!' Ucap seorang yang entah datang darimana. Ia menatap Keyra intens dan jangan lupakan dayang-dayang disamping kiri dan kanannya. Mereka datang seolah ingin mengintruksi Keyra.
"Lo anak baru di sini, iyakan?" Ia bertanya sembari mengeluarkan permen tangkai dari mulutnya. Bersandar di sisi meja dengan gaya yang membuat Keyra hampir muntah. "Gue salut dengan sifat Lo tapi tidak menutup kemungkinan--- Lo harus mendapat kerjaan dari gue bukan?" Tambah nya sinis.
Menempelkan permen tangkai yang masih tersisa setengah ke rambut Keyra. Lagi, gadis itu tersenyum sumringah.
"Siapa gue?"
"Stevie bad girl yuhuuuuuuuu"Jawab kedua dayang-dayang nya.
"Apa bakat gue?"
"Menghina, menyakiti, dan tentunya bullying dong" Sambung mereka lagi.
Keyra masih bersikap biasa aja,seolah tidak terjadi apa-apa Keyra melepaskan tangkai permen yang melekat di rambut nya.
Tidak ada artinya menanggapi para sampah di depan nya ini. Keyra masih mempunyai stok kesabaran ekstra, seperti yang ia tekankan pada dirinya hari ini.
"Hey Lo!! Ujar gadis dengan rambut panjang itu setelah adegan menjijikan tadi. Melempar buku tepat di wajah Keyra.
Tapi untungnya lagi stok kesabaran gadis Keyra masih ada. Emosinya tidak membara untuk adegan seperti ini. Masih terlalu biasa bukan?
"Lo ga usah sok binggung ataupun membantah gue.Lo tau artinya ini? INI BUKU GUE LO KERJAIN SEMUA TUGAS-TUGAS GUE!!! DAN INGAT ITU DI KUMPUL HARI INI, AWAS AJA SAMPAI ADA JAWABAN YANG SALAH!! KALAU SAMPAI LO MEMBANTAH, LO HABIS DI TANGAN GUE!! PAHAM LO!!" Tekan gadis itu. Sekali lagi,ia memukul kepala Keyra dengan buku, mendorong bahu Keyra hingga Keyra mundur beberapa langkah.
Semua menatap ketakutan ke arah Stevie.Ya, dia adalah Stevie Anastasya anak kelas sebelah. Gadis yang selalu melakukan bullying di sekolah ini.
Gimana part hari ini????
Jangan lupa berikan cinta kalian yaaaa
Siap untuk part selanjutnya??
Tetap menunggu dan sampai jumpa!!
Aku Cinta kalian semuanya, hahahha
Jangan lupa mampir