"memulai itu mudah yang susah itu mempertahankan"
Sejak terakhir bertemu Syara. keyra lebih sering mengurung diri di kamar. Besok adalah hari terakhir nya di kota ini atau lebih parahnya dirumah ini.
Ya, kalian benar. Keyra harus pergi.
"Keyra,ini sarapannya sayang," Panggil Mama Vita dari balik pintu kamar.Bahkan dalam minggu ini, Keyra sama sekali tidak ada keluar kamar nya. Gadis itu mengurung diri di kamar selama sisa waktu yang ia miliki.
Ia menangis dalam hati sampai-sampai setetes air mata pun menolak keluar dari manik indah gadis itu.
"Keyra, kamu makan dulu ya.." Sekali lagi Mama Vita berucap dari balik pintu kamar Keyra. Dengan nampan berisi makanan dan minuman, kegiatan Mama Vita selama seminggu ini.
Keyra adalah gadis yang tidak pernah takut mengambil risiko. Sifat 4D yang ia miliki tentu membuat keluarga amat khawatir. Keyra adalah Keyra.
Keyra yang diam namun mematikan. Kini lengan nya bersimpuh darah yang secara perlahan keluar,setetes demi setetes sampai akhirnya ia lemah dan pingsan.
Tak bosan-bosannya, Keyra melakukan hal bodoh itu setiap hari. Lucunya Keyra tak melangkah lebih jauh dari apa yang setiap hari ia lakukan. Berkali-kali ia menyakinkan dirinya untuk berakhir sampai disini saja, bayang-bayang kelabu Mama selalu menjadi penghalang.
Keyra ingin bunuh diri namun Keyra tidak ingin melakukannya. Mama, Keyra tak akan melakukannya demi Mama.
"Keyra...ini sarapan nya,sayang. Mama buat di depan pintu ya. Jangan lupa di makan,nanti kamu sakit lho," Ucap Mama sedikit lebih keras dari sebelumnya.
"Dan----Keyra,"Mama Vita menggantung ucapannya. Mulutnya berat dalam mengatakan hal ini. Waktu begitu cepat berlalu, rasa-rasanya Mama ingin menghentikan waktu dan membiarkan putrinya tetap ada di sini.
Lebih dari apapun, Mama sangat menyayangi Keyra. Mama tak akan sanggup jauh dari Keyra bahkan tanpa menatap wajah gadis itu sehari saja, rasanya ada sesuatu yang menjanggal. Bagaimanapun Keyra adalah putrinya, lupakan tentang perilaku Keyra. Mama tetap tidak bisa jauh dari Keyra, seharipun.
"Besok kamu harus berangkat,"Ucap Mama berat hati,berusaha tetap tegar. Mengucapkan kata 'harus' alih-alih 'akan' Mama tidak mau memberi harapan tanpa kepastian,Keyra tetap akan pergi. Demi Keyra dan masa depannya.
Hatinya hancur. Tidak ada seorang Ibu yang rela anaknya pergi jauh darinya. Bahkan sehari tanpa menatap wajah Keyra merupakan kehancuran tersendiri bagi Mama.
Keyra mendengus pelan. Hari begitu cepat berlalu,sampai-sampai besok ia harus segera pergi. Hatinya berat untuk hal ini. Yang dia sesalkan adalah Syara. Sahabat yang selalu ada padanya. Apakah mungkin Keyra menemukan Syara didalam diri orang lain nantinya?
Karena faktanya tidak ada yang bisa mengganti Syara dalam hidupnya.
******
"Pa--Apa Papa tidak ingin mempertimbangkan ini dulu? Keyra masih kecil Pa... Keyra belum tahu apa-apa, Key---" Mama Vita menggantung keluhannya saat Papa Dean tiba-tiba menghela nafas panjang, menatap serius ke arah istrinya itu.
"Papa lakuin ini demi kebaikan Keyra,Ma" Jawab Papa tegas. Papa tak akan mengubah pikirannya.
"Tapi Pa, keyra itu masih kecil. Keyra belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang dia lakukan. Dia masih anak remaja,Pa." Ujar Mama dengan wajah yang amat lesuh, Mama kurang tidur seminggu belakangan ini, pikirannya amat kacau.
"Bagaimana Keyra kita, bisa mandiri jika jauh dari kedua orangtuanya? Harusnya dalam situasi seperti ini,kita sebagai orangtua harus selalu ada untuk Keyra.Membimbing Keyra dengan baik agar anak itu kembali seperti dulu lagi,bukan begini caranya...Pa," Jelas mama tidak terima. "Aku tidak bisa hidup tanpanya," Lirih Mama.
"Tidak ada yang bisa membantah saya. Semua ini sudah saya pertimbangkan,"Ucap Papa Dean dingin. Mendengar bantahan istrinya itu padanya, amarah Dean naik.
"Aku tak akan sanggup tanpa dia disisi ku,"Ucap Mama parau. Air matanya mengalir deras tanpa diminta."Aku tahu putriku---dia tidak bisa jauh dari kita,dia masih membutuhkan kita. Keyra ku, membutuhkan ku," Isak Mama.
Papa Dean geleng-geleng kepala melihat istrinya menangis seperti ini. Hatinya juga sama sedihnya.Tidak ada yang tahu hati dari seorang Ayah, tapi ini demi kebaikan Keyra juga. Dean mau putrinya tumbuh seperti ia inginkan.
Suatu hari nanti saat Keyra sudah belajar dari pengalaman, Dean akan membawa putrinya itu kembali. Percayalah.
Dean juga tak akan sanggup hidup tanpa Keyra. Keyra adalah nyawanya, Keyra adalah semangatnya, Keyra yang membuat Dean sanggup mempertahankan semua ini. Hatinya mencelos saat mengetahui Keyra bukan lagi putrinya yang lugu dan polos.
Tanpa Dean sadari, Keyra tumbuh menjadi dirinya dimasa lalu. Dean tak akan diam, Keyra tidak boleh seperti ini. Membiarkan gadis itu hidup sendiri dengan segala tekanan, Dean yakin Keyra pasti akan berubah.
"Keyra juga Putriku. Percayalah,semua ini sudah saya pertimbangkan dengan matang. Demi Keyra kita, ikhlaskan Keyra pergi,tak akan lama,"Ucap Papa sambil memeluk erat-erat Mama.
"Sampai kapan?"
"Sampai waktunya tiba," Jawab Papa tenang.
Keyra bahkan tidak pernah mau membalas pesan ku, Keyra juga menolak panggilan telepon dariku. Keyra memblokir segala akses yang aku gunakan untuk menghubungi nya. Jika sudah begini, bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Keyra walau hanya sebatas pesan suara? Aku hanya bisa menatapnya dari jauh, rasa-rasanya ia selalu memanggil namaku tapi saat aku mendekat,ia menjauh. Apa yang sebenarnya Keyra sembunyikan? Biarkan Keyra disini, biarkan Keyra tetap berada dalam jangkauan ku. Dia adalah putriku, putriku yang tersesat.
********
Jam masih menunjukkan angka 06:25. Keyra termenung di balkon kamarnya. Dari semalam Keyra tidak bisa tidur,mengingat ini adalah hari terakhirnya. Dia harus pergi, pergi seperti yang ia harapkan selama ini.
Keyra masuk kembali kekamar. Udara di luar sangatlah dingin,balkon dipagi hari adalah mimpi buruk bagi Keyra. Keyra tak pernah bangun sepagi ini,ia tidak pernah menatap langit yang begitu indah dipagi hari.
Lalu mengapa mimpi buruk?
Karena ini adalah awal dari sebuah proses. Sedikit Keyra mulai menyadari betapa indahnya menghargai sesuatu yang masih ada, sesuatu yang masih bisa di jangkau.
Namun Keyra menyia-nyiakannya,ia terlalu lama tersesat atas jalan yang ia ukir sendiri tanpa ia sadari ada sesuatu yang jauh lebih indah untuk dijalani.
Saat ia menyadari, semua sudah terlambat. Benar, yang pergi tidak akan benar-benar kembali, sekalipun kembali tentu tidak akan sama lagi.
Menatap bingkai segi empat sembari mengusap nya. Ada dia dan satu gadis yang sangat ia sayangi, sahabatnya. Syara
Setelah agak lama mengamati benda segi empat itu, Keyra akhirnya menyimpan ke dalam tas, kenangan itu pasti Keyra bawa, kemanapun. "Maaf Sya" Ucap Keyra lirih.
Hampir saja air matanya lolos dari manik coklat terang itu. Tapi bukan Keyra namanya jika tidak bisa menahannya.
Ketukan pintu kamar dari luar,membawa Keyra bangun dari lamunannya.
"Keyra sayang. Ayo sarapan nak,"Panggil Mama dari balik pintu kamar. Mama dan Mama,selalu Mama yang memanggil dari balik pintu itu.
Keyra diam sejenak, melangkah sambil menarik dua koper besar miliknya," Berhenti tepat saat tangannya memegang gagang pintu,
"See you next time badroom,"Ucap Keyra sembari tersenyum tipis sangat tipis.
"Sampai ketemu lagi, Ingat!! Kau milikku, selalu menjadi milikku," Setelah kata-kata itu berakhir, Keyra mengunci pintu kamar. Menghela nafas lagi,"Aku benci ini," Ucap Keyra dalam hati.
*******
"Ayo Keyra sarapan dulu sayang,"Ucap Mama saat melihat putri bungsunya sudah mulai menuruni anak tangga dengan dua koper di tangan kanan dan kirinya.
Keyra tak mengubris,saat sampai di ruang makan, Keyra langsung menarik satu kursi paling ujung.
"Duduk sini Keyra," Perintah Papa sambil tersenyum manis. Seolah tak terjadi apa-apa dengan mereka.
Keyra hanya diam melanjutkan acara makannya.Tidak peduli dengan ucapan Papa Dean. Papa Dean diam melihat tingkah laku Putrinya itu. Dalam hati ia bergumam semoga Keyra segera berubah.
Keyra tak pernah bisa menghargai orang lain, gadis itu terlalu sombong dan angkuh.
*******
Semua sudah berkumpul didepan rumah. melihat, meratapi,dan menangis tersedu-sedu, melihat Putri bungsu keluarga ini akan segera pergi dan tak akan pernah terlihat dirumah ini lagi.
Tentunya tidak akan bisa lagi menatap wajah Keyra seperti hari biasa. Keyra yang pembangkangan, Keyra yang nakal, Keyra yang suka melawan dan Keyra yang selalu menghina.
Sejak kecil,gadis itu sangat disayangi oleh seluruh anggota rumah. Satpam, pembantu rumah tangga,bahkan tukang kebun rumah ini. Sangatlah berat buat mereka untuk kehilangan gadis itu, walaupun sejak menginjak bangku SMA,gadis itu banyak sekali perubahan nya.
"Kamu ga mau meluk Mama dulu Keyra?" Tanya Papa pelan sambil mengelus rambut Keyra. Hari ini Papa Dean lah yang mengantarkan Keyra sampai ketempat tujuan.
Sebenarnya semalaman Mama bersekukuh ingin ikut mengantar putrinya itu tapi larangan Papa membuat Mama mengurungkan niatnya dengan alasan "Kamu tidak akan sanggup meninggalkan putrimu sendiri nanti,"
Benar, Mama pasti tak akan sanggup. Parahnya bisa saja Mama bersekukuh untuk tinggal bersama dengan Keyra disana.
"Jalan aja,nanti telat," Jawab Keyra datar, sambil pergi menuju mobil. Mama Vita semakin terisak bahkan sampai saat ini, Keyra masih belum bisa memaafkan nya. Pergi tanpa menatap walau hanya sekilas wajah Mama. Keyra begitu abai.
Semua anggota rumah menangis sedangkan Keyra yang ingin pergi tetap berusaha santai dan tidak memperdulikan mereka, walau hatinya kembali terisak.
Sejahat apapun Keyra memperlakukan mereka, mereka masih tetap menyayangi Keyra. Bukankah mereka bisa bahagia karena ini adalah sebuah kenyamanan karena Keyra akan segera menghilang dari pandangan?
Tetapi mereka tidak melakukannya.
"Dek," Panggil Andre pelan. Matanya menunjukkan suatu ketidakiklasan bahwa adik nya akan segera pergi,tentunya tidak akan ada lagi yang melawan dan menentangnya setiap hari. Akan lebih baik Keyra yang jahat dan acuh daripada Keyra yang tidak terlihat. Andre tidak bisa ikhlas, sampai saat ini
Andre memeluk Keyra erat.Air matanya jatuh begitu saja,ini kali pertama Keyra melihat bahwa kakaknya itu juga bisa menangis seperti ini.
"Jaga diri baik-baik. Jangan nakal lagi ya,"Ucap Andre dibalik pelukan itu. Keyra hanya diam tak ingin membalas pelukan kakaknya itu,tapi dorongan darimana hatinya juga ingin memeluk erat kakak yang selalu ia hina dan kucilkan.
Mendapatkan balasan pelukan dari keyra, Andre semakin terisak. Begitu juga anggota rumah lainnya.
Keyra hanya memeluk Andre, hanya Andre. Tanpa Mama,tanpa Papa.
"Kakak kapan-kapan datang, maafin kakak ya dek," Ucap Andre yang hanya bisa didengar oleh Keyra sedangkan Keyra hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis disana.
"Yaudah nanti Keyra telat," Ucap Papa menyandarkan.
"Kita berangkat ya sayang ya,"Ucap Papa mengelus rambut Keyra dan Mama sudah terlebih dulu masuk kerumah,dia tidak akan sanggup melihat Keyra-nya pergi.
Walau tidak akan lama, seperti yang Papa janjikan.
******
Setelah perjalanan kira- kira dua jam menuju Bandung-Jakarta. Akhirnya mereka sampai juga.
Di dalam Mobil tidak ada yang membuka suara. Bahkan sekali-kali Papa Dean mengajak Keyra bicara,hanya diabaikan oleh gadis itu dan pada akhirnya Dean menyerah untuk mengajak putrinya itu bicara.
"Sudah sampai sayang,"Ujar Papa sambil memberhentikan mobilnya. Keyra hanya diam dan turun dari mobil. alisnya mengerut dan terangkat melihat ketempat mana Papa itu membawanya.
"Ngapain disini? Masih ada urusan?" Tanya Keyra binggung. Membuka suara untuk pertama kalinya.
Papa hanya tersenyum manis. "Keyra kamu akan tinggal di sini,"
"Apa?????" Sontak Keyra memekik. Apa Papa nya gila membuat Keyra tinggal ditempat seperti ini??
Tempat sederhana. Bahkan sangat sederhana. Di dekat permukiman warga. Bahkan jika mencari angkot pun harus berjalan 100 meter ke depan.
"Engak Pa--Keyra ga mau tinggal disini," Bantah Keyra.
"Kamu akan tetap tinggal disini. Tempat ini bersih namun sederhana. Kamu harus mulai hidup menjadi seperti mereka. Tidak ada harta berlimpah dan berangkat sekolah dengan angkutan umum. Papa tidak akan mengirim uang yang banyak padamu,hanya secukupnya dan kamu harus bisa hemat dan belajarlah menyisihkan," Jelas Papa dengan tegasnya.
"Keyra ga habis pikir sama Papa!! Keyra mana mungkin bisa tinggal di tempat seperti ini dan juga sama aturan Papa barusan," Ucap Keyra.
"Papa kan kaya!! Apa Papa tega,Keyra tinggal di tempat beginian,Pa? Kan Papa bisa beli apartemen atau tempat yang lebih elit dikit kek," Jelas Keyra kesal.
"Bisa-bisa Keyra mati di sini!! Kecil, kumuh,jelek lagi. Bahkan dari semua rumah di sini, tempat ini yang paling buruk!' Omel Keyra.
"Semua aturan Papa tidak bisa di bantah. jangan coba-coba melakukan hal yang tidak-tidak. Tetap tinggal disini dan mulai lah hidup sederhana. Agar kamu tau bagaimana rasanya menjadi orang yang sederhana dan tidak mengulangi kesalahan seperti yang kamu lakukan,"
"Ingat Keyra,Papa tau apapun yang kamu lakukan!! Apapun yang kamu lakukan Papa masih pantau Keyra,"Tambah Papa lagi.
"Kamu akan bebas.Jika tidak mengulang kesalahanmu lagi. Kamu harus mengubah semuanya ke jalan yang lebih baik,"
"Keyra heran sama Papa. Setelah ngusir Keyra dari rumah, sekarang tinggal di tempat kumuh seperti ini? Uang pas-pasan,sekolah naik angkutan umum. Kenapa ga sekalian aja Papa bunuh keyra!! Biar selesai masalahnya!!" Bentak keyra. Emosi nya naik,dan sekarang Keyra kembali lupa siapa orang yang dia lawan.
"Papa pergi,"Dua kata yang hampir membuat jantung Keyra copot. Papanya benar-benar serius dengan semuanya.
"Pa--pa--" Panggil Keyra sambil mengetuk-ngetuk jendela mobil Papa Dean yang semakin melaju. "PAPAAAAAAA" Teriak Keyra sangat keras.
"BUNUH DIRI BENERAN GUE KALAU GINI CARANYA!!" Keyra menjambak rambutnya frustrasi.
"Ahkkkk......... "Erang Keyra saat mobil itu melesat jauh, sangat jauh hingga tak terlihat lagi.
Dan semua sudah terjadi, Keyra harus terbiasa dengan semua ini.
Happy reading guyssss
Jangan lupa berikanlah cinta untuk cerita ini
Bagaimana??
Siap untuk part selanjutnya????