Dua hari setelah bertemu dengan teman-temannya, Pricilla memutuskan untuk berada di rumah selama satu hari penuh agar bisa memikirkan tentang dirinya sendiri. Dia merenungi setiap rencana yang sudah ditata dengan rapi. Namun, masih banyak kebimbangan yang didapatkan. Mulai dari bisnis yang sudah berada di ujung tebing dan meminta untuk diselamatkan. Duduk di sebuah kasur yang ada di kamarnya, menatap ke arah luar melalui kaca jendela. Menikmati kegelapan langit yang diterangi dengan lampu jalanan. Meskipun begitu, Pricilla mendapatkan sebuah ketenangan dari angin malam yang berhasil lolos dari lubang ventilasi. "Hmm, aku harus melakukan sesuatu agar bisa bertahan. Benar, bisnis itu harus tetap berjalan," lirihnya sambil turun dari kasur. Pricilla memutuskan keluar kamar, tepat puku

