Yongtae menyeduh teh madu, untuk menghilangkan sisa-sisa mabuknya. Ia juga membuatkan teh hangat biasa untuk Haura yang sekarang sudah berhenti menangis, meskipun sesekali masih sesenggukan. Selesai teh dibuat, Yongtae duduk pada kursi pantry yang menghadap ke arah Haura, sembari menyodorkan teh yang ia buat untuk wanita itu. "Aku tidak tahu harus bagaimana saat bertemu Jeffrey dan Matthew nanti..." gumam Haura. "Kau harus terlihat tangguh di depan Jeffrey, sama seperti bagaimana perkataanmu padanya tadi, kau juga harus benar-benar menguatkan hatimu, sama seperti lisanmu. Tapi tidak usah berubah di depan Matthew," tutur Yongtae. "Aku tahu itu berat, tapi aku percaya kau bisa melewatinya. Kau wanita yang kuat," "Yongtae, terimakasih," gumam Haura, dengan mata berkaca. Namun ia buru-buru

