"Jadi waktu itu tulang rusukmu retak?" tanya Yongtae dengan mata yang terus melebar. "Iya, tapi sudah tidak apa-apa, aku sudah dapat penanganan yang tepat kok, sebentar lagi pasti sembuh," balas Haura sembari tersenyum. "Sekeras apa Jeffrey memukulmu sampai begitu? Ini keterlaluan, dia harusnya dilaporkan ke polisi," Haura hanya terdiam tidak menjawab, sembari sedikit meremat map putih berisi semua hasil pemeriksaannya. "Besok aku akan bertemu dokter paru-paru, karena dadaku rasanya masih sesak dan sakit," ujar Haura. "Kenapa besok? Tidak sekarang saja? Apa sering begitu? Itu kan berbahaya, bagaimana kalau ada trauma paru?" Haura tertawa kecil. "Gejala trauma paru munculnya dadakan, Yong. Ah, tapi tidak tahu juga. Semoga saja tidak apa-apa," Yongtae menghela napas, sembari menopang

