bc

CEO vs SMA

book_age18+
8
IKUTI
1K
BACA
billionaire
independent
CEO
boss
drama
comedy
office/work place
cheating
like
intro-logo
Uraian

Aluna gadis cantik berumur 27 tahun yang baru saja di PHK karena wabah pandemi, kini dia harus mencari pekerjaan demi kelangsungan hidupnya. Aluna yang diterima di sebuah perusahaan ternama kini harus menjalani hidupnya bersama seorang CEO tampan yang menyukai dirinya, semakin lama Aluna makin menyukai CEO itu tetapi seorang pemuda 10 tahun lebih muda darinya membuat dirinya jatuh cinta.

Aluna bingung memilih antara CEO tampan yang kaya raya yang bisa menjamin masa depan atau pemuda 10 tahun lebih muda darinya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Aluna
Aluna Sabina Theressa, Gadis cantik yang sangat pekerja keras, hidupnya dia gunakan untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Dia tidak suka hidup susah, ayahnya kabur meninggalkan hutang - hutang yang dia miliki sedangkan ibunya harus bekerja keras demi melunasi hutang - hutang milik ayah dan juga menafkahi Aluna, membayar semua biaya pendidikan Aluna, tentu saja Aluna tidak mau menyia - yiakan perjuangan ibunya. Ibunya sudah terlalu tua untuk bekerja, dia tak sanggup melihat ibunya yang terus sakit sakitan, maka dari itu Aluna belajar dan terus belajar, waktunya dia gunakan untuk belajar tak ada waktu untuk dirinya bermain hingga akhirnya dia bisa mendapatkan pekerjaan dan menjadi orang kayanya. Namun nyatanya, sekarang dia terduduk di teras halaman memandangi langit sore yang mulai terbenam, wajahnya terlihat lesu. Pasalnya, baru - baru ini dia diberitahu oleh bossnya kalau dia di PHK karena wabah pandemi yang membuat dirinya tidak bisa bekerja. Hari ini dia berniat untuk mencari pekerjaan lagi , Aluna sudah mengunjungi setiap perusahaan yang ada tapi semua menolak, tak ada yang membuka lowongan pekerjaan di saat pandemi, Aluna bingung harus mencari kemana lagi. "Haaahh," Aluna menghela nafas panjang, terdengar sangat berat. Sekarang dia tak tahu harus bagaimana, memang selama ini dia bekerja dan mempunyai tabungan yang cukup untuk membiayai hidupnya sekarang, namun dia tidak mau hanya berdiam diri dan menghabiskan tabungan itu hal yang tidak pasti. Aluna tidak berani untuk masuk kedalam rumah, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada ibunya. Ibunya belum tahu kalau dirinya selama seminggu ini berpura - pura kalau sedang bekerja. Memang ibunya tidak akan memarahi Aluna, justru dia akan senang jika Aluna berhenti bekerja, dia akan menyuruh Aluna untuk berlibur sejenak. Ibu selalu memarahi Aluna karena kegilaannya terhadap pekerjaannya membuat Aluna terlihat seperti robot. Memang benar, Aluna sangatlah pekerja keras, tak ada waktu untuk bermalas malasan, dia lembur tiap malam untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan boss agar cepat terselesaikan, kadang juga Aluna mengerjakan proyek yang seharusnya orang lain kerjai tapi malah dia kerjakan sendiri. Bossnya sangat menyukai kinerja Aluna dia tidak mau melepaskan Aluna tapi apa boleh buat, perusahaannya bangkrut karena sebuah wabah pandemi yang membuat pekerjaan terhentikan. "Hahhhh." sudah yang keberapa kali Aluna menghela nafas, semakin lama dia memikirkannya semakin sakit kepalanya. Langit sudah mulai gelap, Aluna memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya, dia berniat untuk tidur memulihkan semua tenaganya yang terkuras kemudian pergi mencari pekerjaan besok pagi. Aluna melewati ruang tamu melihat ibunya yang tertidur karena menunggu Aluna pulang. Aluna yang melihat wajah ibunya yang memiliki garis garis di tiap kulitnya menandakan usianya yang mulai bertambah. Badannya pun sudah terlihat seperti dahulu. Aluna mengambil selimut menutupi badan ibunya dengan selimut itu kemudian dia menyenderkan kepalanya dan ikut tertidur disamping ibunya. Seharian ini dia bekerja keras mencari pekerjaan kesana kemari, dia tak menyadari tubuhnya sudah lelah, baru saat ini dia merasakan letihnya. 'Ya, aku harus mencari pekerjaan besok!' batin Aluna. *** Keesokan harinya Aluna sudah bersiap siap dengan tas yang biasa dia pakai, dengan kemeja putih ketat di sertai rok pendek berwarna hitam, Aluna memakai kaos kaki putihnya dan sepatu hitam dengan high heels setinggi 5 cm, cukup untuk Aluna yang mempunyai tinggi badan 165 cm. Tidak lupa Aluna berpamitan pada ibunya yang sedang masak untuknya. "Mah aku pergi kerja dulu ya," teriak Aluna sambil mengambil kotak makan dan satu buah sandwich untuk dia makan di jalan. "Loh kok udah mau berangkat? kamu makan dulu Luna," jawab ibunya. "Aku makan di jalan aja mah, hari ini aku ada meeting jadi harus buru buru berangkat pagi," kata Luna berbohong. "Aku pergi dulu ya," Aluna mencium tangan ibunya kemudian melangkahkan kakinya pergi "Hati hati ya," *** Langit bersinar sangat cerah, untung saja hari ini Aluna menonton berita cuaca. Dia mendengar kalau langit akan cerah pagi ini, jadi dia memutuskan untuk menaiki bus umum karena cukup murah dibanding dia harus menaiki mobil yang harus mengisi bahan bakar dan juga membayar uang tol , dia juga sedikit malas menyetir mobil sendirian, jadi dia memilih menaiki bus umum saja, tentu saja bukan bus kopaja yang seperti kalian pikirkan. Aluna yang harus berjalan terlebih dahulu untuk sampai di tempat pemberhentian bus atau halte, hitung - hitung berolahraga di pagi yang cerah. Sudah lama dia tidak berolahraga. Sambil bersenandung ria menikmati udara segar di pagi. Melangkah kakinya dengan gembira. Terlihat wajahnya yang bersemangat, pasalnya dia baru saja mendapatkan info dari sahabatnya, Karina. Kalau ada perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, Karina yang mendengar kabar itu segera menghubungi Aluna. Karina tahu temannya itu sangat memenuhi kriteria untuk lowongan pekerjaan perusahaan ini. Tentu saja Aluna sangat senang mendengarnya, dia beruntung mempunyai teman seperti Karina. Selama ini dia hanya mempunyai Karina sebagai teman curhat, semua keluh kesah dia ceritakan kepadanya. Aluna harus berterima kasih kepada Karina, jika dia diterima Aluna akan meneraktir temannya itu. Segera Aluna menaiki bus menuju alamat yang telah diberikan oleh Karina, perusahaan itu sangat terkenal dan ternama di kalangan bisnis, buerulang kali perusahaan ini selalu mensponsori acara - acara besar seperti Asean Games. Karena itu Aluna sangat bersemangat, pasti gaji yang diberikan sangat banyak. :) Setelah cukup lama perjalanan akhirnya bus sampai di pemberhentian terakhir dimana tempat tujuan Aluna, Aluna turun dari bus dan melihat lagi alamat yang di berikan Karina. "Sepertinya aku benar disini." ucap Aluna sambil membuka gugel map kemudian dia mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Mbah gugel. Tidak harus berjalan cukup lama dari halte, Aluna sudah sampai di depan perusahaan tersebut. Perusahaan itu sangat besar malah lebih besar dari ekspetasi Aluna. Aluna melihat bangunan perusahaan yang tinggi hampir menyentuh langit. Memang berlebihan tapi itu hanya kiasan. Semakin lama Aluna melihat, dia merasa tingkat kepercayaan dirinya menurun. Dia tak yakin akan diterima di perusahaan besar ini, perusahaan yang terletak di pusat kota. Dimana para pebisnis dari luar negeri berdatangan. Di pikiran Aluna sekarang, pasti banyak saingannya dari berbagai negara yang sangat berbakat dan pintar mendaftarkan diri mereka untuk bekerja disini. Memikirkannya saja membuat dirinya pusing. Tapi tidak mungkin juga dia harus menyerah dan pulang, dia sudah jauh - jauh datang kesini, masa dia harus pulang begitu saja. Akhirnya Aluna mengumpulkan tekadnya, dia berusaha berpikir jernih, mengingat semua kesulitan yang dia derita selama ini. Kalau saja dia berhasil lolos dan diterima di pekerjaan ini hidupnya akan bahagia, dia tidak akan menderita seperti masa lalu yang kelam. Dengan semangat yang membara Aluna berjalan ke arah gedung perusahaan. Dia sudah bertekad untuk terus maju melawan siapapun yang menghalangi dia.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook