Angkasa baru saja menyelesaikan landing terakhirnya, tidak seperti beberapa teman awak kabin yang memilih untuk mencari makan atau sekedar berkumpul di satu tempat dengan suasana nyaman. Angkasa memilih naik taksi dan pulang ke mes maskapai. "Nggak usah ngelihatin gue kayak gitu, Cap! Naksir, gawat!" celetuk Angkasa saat menyadari teman satu taksinya tak juga selesai menatapnya. Dulu, hanya seorang Abercio yang melakukan hal ini. Memilih kembali ke mes setelah landing, selalu menolak untuk ikut kumpul-kumpul, dan memilih menghabiskan waktu di kamar dengan ponsel menempel di kuping atau laptop di depan wajah dengan pemandangan seorang wanita cantik. Tapi hari ini telah tercetak sejarah baru, Angkasa mengikuti jejak Abercio. Sebuah tepukan ringan mendarat pada pundak Angkasa. "Gue tahu lo

