perjalanan darat dan satu jam sepuluh menit perjalanan di udara. Lelah bergelayut pada keduanya, terutama Angkasa. Dia baru selesai bertugas, belum sempat beristirahat. Satu-satunya yang dia pikirkan adalah ranjang, tapi keinginan beristirahat menguap saat melihat apartemen yang diatur oleh Artemis. "Satu ranjang?" Angkasa tidak bisa untuk tidak terkejut. Apartemen yang dipesan Artemis bertipe studio, hanya terdapat satu ranjang, satu sofa di dekat jendela, satu lemari dua pintu, satu set meja makan di depan area memasak. Angkasa menoleh ke Artemis, mencari siapa tahu wanita itu memang salah mengambil kunci apartemen. Tapi kamar ini benar, tidak salah. Artemis memasuki apartemen dengan yakin, menarik koper dan meninggalkan Angkasa di depan pintu. "Iya." Akhirnya Artemis berhasil mengelua

