34

1226 Kata

Angkasa beringsut di sofa lobi apartemen. Malam ini serasa tidak akan pernah habis untuknya dan kalau dia naik ke atas sekarang, dia mungkin akan meledak. Dia ingin menyentuh Artemis, tapi dia tidak mau memperlakukan Artemis seperti wanita biasanya. Artemis berharga. Artemis bukan wanita satu malam yang dia bawa ke ranjang. Tapi dia tidak tahu harus melakukan apa di lobby ini, dia tidak punya alasan untuk turun. Pandangan Angkasa jatuh pada kantung plastic di tangannya, macam-macam perlengkapan mandi; sabun badan, wajah, shampoo, sampai alat cukur. Angkasa tertawa geli, lalu menghempaskan badannya pada sandaran kursi dan memandang langit-langit. Terus ini semua buat apa, Angkasa? tanyanya dalam hati Angkasa bertahan dalam posisi yang sama selama satu jam, dia memperkirakan kalau Artemis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN