Angkasa terburu-buru keluar dari terminal kedatangan, tanganya masih setia melakukan satu hal yang sama sejak pesawat berhasil landing sempurna di bandara Soekarna Hatta. Menggenggam iPhone, sibuk mengecek apakah ada telpon atau sekedar pesan singkat dari wanita yang memenuhi otaknya selama dua minggu ini. Lagi-lagi, Angkasa haru menelan kekecewaan. Tidak ada tanda-tanda Artemis akan membalas pesan singkatnya, bahkan saat Angkasa sengaja menelpon selalu berakhir dengan suara operator. Dia sudah pernah berusaha mencoba jalan pintas melalui Bellva, tapi kata Langit tutornya itu mengundurkan diri dan mengajukan tutor baru pada Langit. Alasan? Langit tidak mau memberitahu. Katanya, itu rahasia perusahaan. Dan kata-kata Langit itu berhasil membuat Angkasa menyumpah seharian suntuk. "Ke mana ka

