Angkasa kebingungan harus bersikap seperti apa. Tiba-tiba saja suasana di sekitarnya menjadi aneh, terutama atmosfer di sekitar Artemis dan si pria asing pembawa dua lukisan. Angkasa mengamati si pria. Tinggi keduanya hampir sama, yang berbeda tubuh si pria lebih besar dan atletis daripada Angkasa. Si pria memiliki wajah perpaduan oriental dan Indonesia, walaupun lebih dominan oriental. Penampilannya khas para eksekutif muda yang menghabiskan waktu di balik meja dan laptop; rambut tertata rapi berkat bantuan berkilo-kilo pomade, kemeja putih dipadu sweater berwarna hijau tua dan celana reguler fit berbahan denim dengan warna hitam. Boring! Angkasa memberi nilai pada penampilan si pria dalam hati. "Sasi... aku..." Si pria mulai bicara terlebih dahulu dengan terbata-bata. Artemis bersika

