12

1508 Kata

Setelah menghabisakan waktu selama setengah jam dengan menangis, akhirnya Artemis memutuskan untuk bangun dari lantai. Dia berdiri, menarik napas, lalu diembuskan secara perlahan. Menurut Artemis, ini adalah cara terampuh untuk mengurangi setiap rasa yang ada di dalam hatinya.  Air mata tidak lagi membasahi wajah cantiknya, ya, Artemis sudah bisa menguasai dirinya kembali. Dan dia teringat, masih ada tamu di depan sana. Entah apa yang dilakukan oleh Angkasa untuk menunggu dirinya tenang, sejak kalimat terakhir dari Angkasa terdengar, keadaan menjadi sunyi. Mungkin Artemis terlalu menghayati kesakitanya. Artemis menyalakan lampu, mengambil dua lukisan dari lantai, dan memasukan kedua lukisan itu ke sebuah keranjang anyaman yang terletak di sudut studio. Artemis memandangi dua lukisan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN