Hari ini cuaca tampak tak bersahabat. Angin kencang dan gelap seperti akan turun hujan lebat. Nuke termenung di dekat jendela kamarnya sambil makan sepotong roti isi.
Wajahnya tampak muram, "Ah batal hari
ini rencana naik sepeda untuk menikmati pagi di sepanjang Yarra river." Begitu pikirnya.
Tiba-tiba suara telepon genggamnya berbunyi, segera diangkat teleponnya setelah ia mengetahui Khrisna yang mencarinya."Hallo Khrisna... bagaimana cuaca tak bersahabat sekarang sudah mulai turun hujan," ungkap Nuke dengan suara kecewa. Sebab dilihatnya butiran-butiran air hujan mulai membasahi kaca jendelanya. Tangan kanannya meraih jendela untuk menutupnya.
"Iya, aku telepon karena mau kasih tahu sebaiknya kita tidak keluar dulu. Karena besok kita akan pergi ke Yarra Valley. Biar lebih cukup istirahat." Nuke pun berubah menjadi lebih bersemangat.
Senyum di wajah Nuke mulai tampak,"Iya jangan sampai batal rencana kita. Sebaiknya jam berapa kita berangkat?" tanya Nuke.
Setelah terdiam sejenak kemudian Khrisna menjawab,"Hmm.. rencana malam ini uncle Andrew akan mengantarkan mobil ke tempatku. Rupanya uncle Andrew besok akan mengirimkan seseorang untuk bergantian mengendarai mobil denganku. Jadi besok kita bisa sepagi mungkin. Kamu siap jam 8 kan. Siapkan sandwich dan s**u saja buat sarapan di mobil nanti."jelas Khrisna.
Nuke mengiyakan apa yang dikatakan Khrisna. Senang hatinya karena akan ke Yarra Valley sebuah tempat wisata yang sangat indah pemandangannya.
Mereka menghentikan pembicaraan telepon karena hujan bertambah sangat deras dengan petir yang menggelegar. Nuke berharap besok cuaca akan lebih cerah.
Nuke kembali memeriksa dan sekaligus mengunci jendela kamarnya karena takut air hujan masuk ke dalam kamar. Setelah itu ia mengambil novel kesayangannya dan membaringkan tubuhnya di kasur.
Cuaca di luar memberikan kesejukan hingga ke dalam kamar Nuke dan ia pun terlelap setelah beberapa menit membaca novel. Dalam tidurnya, Nuke bermimpi seperti dirinya berada di dunia yang berbeda. Jalanan dan bangunan di kota itu mirip Melbourne namun bentuknya dan suasana orang di sana yang berlalu lalang sangat berbeda dengan keadaan sekarang. Cara para pemuda pemudi berpakaian maupun bentuk kendaraan yang digunakan.
Sebuah tangan lembut menepuk pundaknya dari belakang. Tangan yang menyentuhnya terasa sedingin es. Nuke pun menoleh, dia tampak mengenali wanita itu.
Wanita itu menatap tajam ke arah Nuke yang melihat ke arahnya. Bibirnya mulai tersenyum,"Hi, may i know you?" sapa wanita itu dalam bahasa Inggris yang artinya dia ingin berkenalan dengan Nuke.
Nuke membalikkan badannya. Mereka saling berkenalan. Dia memperkenalkan diri kalau namanya Matilda. Dia terlihat lebih muda dari Nuke. Terlihat dari pakaian yang dikenakannya bukan pakaian yang biasa dipakai anak-anak jaman sekarang. Pakaiannya seperti wanita bangsawan Inggris dengan warna putih renda dengan bahan satin.
Tiba-tiba Nuke teringat sesuatu,"Benar dugaanku sepertinya aku memang pernah melihatnya, Matilda adalah wanita yang kulihat di tempat Khrisna," pikir Nuke. Mereka berjalan beriringan melalui jalan mirip dengan lingkungan kampus yang mengarah ke tempat tinggal Khrisna. Namun bangunan dan jalannya terlihat berbeda.
Tiba-tiba Matilda berhenti di depan sebuah rumah.Tangannya menunjuk ke arah rumah tersebut. Nuke melihat ke arah yang ditunjuk Matilda. Sebuah rumah mirip bangunan rumah jaman dahulu. Ada dua pohon cemara di depan rumah itu seperti seolah menjadi gerbang untuk masuk ke dalam.
Nuke kembali bertanya tentang rumah ini pada Matilda,"Is that your house, Matilda?" Matilda melihat Nuke kembali dan mengangguk.
Nuke terbangun karena mendengar suara telepon genggamnya. Dia berusaha bangun dan mencari teleponnya. Ternyata sudah ada beberapa kali telepon masuk tak terjawab. Semua dari Khrisna. Dilihat jam telah menunjukkan pukul dua siang. Tak disangka ia sudah sekitar empat jam tertidur.
Dilihatnya dari jendela hujan sudah berhenti. Terdengar kembali panggilan masuk di telepon genggamnya."Nuke, kamu kemana saja? Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Khrisna dengan suara sedikit panik.
"Khrisna maaf aku tertidur jadi sempat tidak dengar suara panggilan masuk darimu," ungkap Nuke.
Khrisna terdengar lega mendengar penjelasan Nuke,"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Kamu belum makan pastinya. Aku akan ke sana ya membawa makan siang."
Nuke yang sadar perutnya mulai lapar merasa bersyukur akan kedatangan Khrisna yang membawa makanan.
Beberapa menit kemudian Nuke mendengar suara Khrisna yang memanggil namanya dari luar. Nuke membuka jendela dan meminta Khrisna untuk menunggu.
Nuke dan Khrisna memutuskan untuk makan di teras asrama. Jam hampir menunjukkan pukul 3 sore. Nuke mulai mengingat kembali mimpinya. Gadis bernama Matilda siapa sebenarnya dia hingga terbawa ke minpinya.
Tiba-tiba ada keinginan Nuke untuk bertanya pada Khrisna," Khrisna, tahukah kamu ada gadis yang bernama Matilda di tempatmu?" Khrisna tampak bingung dan menggelengkan kepala sambil mengunyah makanannya.
"Kenapa sayang? siapa dia?" tanya Khrisna.
Sambil Nuke menyelesaikan makannya ia berkata," Aku bermimpi tentang seorang gadis bernama Matilda. Usianya jauh lebih muda dibandingkan aku," Nuke berhenti sejenak dan meneguk segelas air dihadapannya.
"Dia mirip dengan gadis yang kulihat di tempatmu," lanjut Nuke.
Wajah Khrisna tampak sedikit terkejut mendengar cerita Nuke barusan.
"Maksudmu gadis yang kamu lihat dekat ruang makan di asramaku?" tanya Khrisna.
Nuke mengangguk. " Mungkin hanya terbawa mimpi saja bukan hal yang penting," sahut Nuke dan disambut dengan anggukan kekasihnya.
Nuke dan Khrisna menghabiskan waktu hari itu untuk membahas rencana perjalanan mereka keesokan harinya ke Yarra Valley. Tempat indah yang memang sangat diimpikan Nuke untuk menjadi salah satu tujan wisata di negeri kangaroo ini.
Rencananya esok mereka akan berangkat jam 8 pagi dengan menggunakan mobil uncle Andrew. Mereka tidak akan menginap di sana tapi rencana akan kembali di sore hari.
Sekitar jam 5 sore, Nuke dan Khrisna masih asyik berbincang di depan asrama Nuke. Banyak mahasiswa yang keluar masuk dan ada beberapa yang diantar oleh keluarga. Karena 3 hari lagi kuliah akan dimulai.
Tiba-tiba telepon genggam Khrisna berbunyi, ia mengangkatnya. Sepertinya uncle Andrew yang menghubunginya. Wajah Khrisna berubah serius dan setelah berbicara sebentar akhirnya ia pun menutup teleponnya.
Nuke kemudian bertanya apa yang terjadi. Khrisna berusaha tenang menjelaskan pada kekasihnya," Sayang maaf, uncle Andrew ternyata ada hal urgent, uncle dan tanteku harus pergi besok ke tempat saudara mereka ada yang membutuhkan bantuan dan mereka perlu mobilnya," Khrisna menghela napas karena melihat perubahan wajah Nuke.
"Tenang sayang, kita tetap bisa pergi besok. Kita akan pergi dengan Tour &Travel ya," katanya menjelaskan.
Khrisna segera bergegas pamitan karena ia harus mengembalikan kembali mobil uncle Andrew yang saat ini ia gunakan untuk menemui Nuke. "Sayang aku akan telepon kamu setelah kembali ke asrama ya. Aku akan usahakan kita tetap pergi besok. Uncle Andrew juga akan membantu menghubungi pihak Tour & Travel."
Nuke pun mengiyakan dan berusaha memahami situasi yang terjadi. Sore ini Nuke lebih banyak membereskan kamar dan mempersiapkan hal-hal untuk kepentingan kuliahnya.
Selesai membenahi kamar, Nuke pun memasak di dapur asrama untuk menyiapkan makan malamnya. Tidak banyak mahasiswa di sana. Sepertinya banyak mahasiswa yang keluar dengan keluarga mereka menikmati akhir minggu sebelum kuliah dimulai.
Nuke membuat nasi goreng telur dan sosis kemudian ia makan di kamarnya.
Ia makan dengan lahapnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Udara mulai terasa dingin. Di luar jalanan tampak sepi. Tampak gerimis hujan mulai turun.
Nuke mendengar telepon genggamnya berbunyi. Dilihatnya panggilan dari Khrisna, cepat diterimanya panggilan itu,"Khrisna, iya aku menunggumu. Baru saja selesai makan malam. Cuaca gerimis di luar."
Khrisna pun mulai menjelaskan mengenai rencana perjalanan besok. "Sayang, jangan khawatir besok kita akan ke Yarra Valley dengan Touring Co. Aku akan ke tempatmu jam 7 pagi ya. Kendaraan akan datang ke kampus."
Wajah Nuke tampak bersemangat lagi. Rencana mereka tak jadi gagal untuk menikmati libur akhir minggu mengunjungi beberapa tempat di Yarra Valley.
Mereka mengakhiri pembicaraan telepon dan bersiap untuk istirahat.
Sejak jam 6 pagi ini, Nuke sudah siap menunggu kedatangan Khrisna. Dia juga sudah mempersiapkan roti isi, juice dan s**u untuk sarapan.
Sekitar jam 7 Khrisna datang dengan sepeda. Sambil menunggu jemputan dari Touring Co, mereka mulai menikmati roti isi buatan Nuke. Khisna memilih minum satu kotak s**u dan Nuke meminum juicenya.
Tak lama berselang dilihatnya sebuah mobil hitam tiba di depan asrama. Mobil yang cukup untuk kapasitas keluarga dan terdapat tulisan Yarra Valley Touring Co di pintunya.
Khrisna diikuti Nuke menghampiri mobil tersebut. Seorang pria berusia sekitar 40 an dengan sopan keluar dari mobil dan tersenyum menyambut mereka.
Pria tersebut memperkenalkan diri bernama Oliver. Mr. Oliver akan menjadi sopir sekaligus tour guide mereka.
Mr. Oliver pun mempersilahkan Khrisna dan Nuke masuk ke mobil dengan membuka pintu mobil untuk mereka. Krisna dan Nuke pun mengikuti Mr. Oliver dan masuk ke mobil hitam tersebut.
Perjalanan dari kota Melbourne ke Yarra Valley sendiri memakan waktu satu setengah jam. Sepanjang perjalanan banyak pemandangan yang indah. Dari suasana perkotaan sepanjang sungai Yarra yang menembus kota Melbourne hingga keluar sampai ke pemandangan indah kebun anggur di sekelilingnya sepanjang perjalanan mereka menuju tujuan pertama mereka di Yarra Valley.
Khrisna dan Nuke tampak terlihat begitu bahagia melihat pemandangan indah di luar kendaraan. Mr. Oliver pun memberikan penjelasan yang begitu menarik perhatian kedua tamunya. Mr. Oliver rupanya sudah bekerja selama lima tahun mengantar para tamu ke Yarra Valley sehingga ia cukup berpengalaman menjelaskan kepada para tamu.
Mr. Oliver pun menunjukkan sikap yang sopan dan menyenangkan, sehingga Khrisna dan Nuke merasa nyaman di sepanjang perjalanan mereka. Cuaca sedikit mulai agak mendung. Namun tidak menciutkan niat mereka melakukan perjalanan mereka ke Yarra Valley.