"Bagaimana bisa kamu menyakitiku dengan cara paling b******n seperti ini?" Pria itu tergagap. Tidak tahu harus memberikan pembelaan seperti apa lagi. Dia sudah ketahuan bersalah, dan memang sudah selayaknya mendapatkan tatapan menjijikkan dari istri sahnya itu. "Aku tahu, dan saat itu aku tidak bisa berpikir jernih. Aku bahkan tidak tahu dia bisa sampai ... hamil." Pria itu menatap ke arah wanita yang sedang emosi tersebut dengan takut. "Aku tahu mungkin kamu muak dengan tingkahku yang tidak sesuai dengan keinginan kamu, tapi perselingkuhan yang kamu lakukan ini, sangat biadab! Tidak ada alasan bagi kamu untuk menghamili wanita lain dan berselingkuh di belakang istri kamu!" Pria itu kelabakan. Hanya istrinya saja yang sekarang ia miliki. Pekerjaannya dan semua penghasilan yang ia dapat,

