Anne duduk dengan canggung. Ucapan demi ucapan yang diutarakan oleh Sanjaya hanya membuat dirinya semakin tidak enak pada pria itu. Anne melirik pria itu, yang masih tersenyum ramah. Astaga, tidak bisakah pria ini bersikap dingin saja padanya? "Kalau aku boleh menebak, apa ada seseorang yang sudah mengisi hati kamu?" tanya Sanjaya dengan tenang. Anne kebingungan. Dia tahu dia harus jujur, tapi dia tidak ingin membuat hati Sanjaya sakit. Anne menarik napas dalam-dalam. Kebohongan adalah akar dari semua masalah, Anne, ingat itu! "Iya." Anne memutuskan untuk jujur. "Memang ada pria yang aku cintai tapi ... itu bukan berarti aku menbenci kamu." Sanjaya mengangguk paham. "Sudah aku duga sebelumnya. Namun, aku bisa menunggu jika kamu ingin memberikan kesempatan untuk kita. Tenang saja, aku

