"Jika sampai rapat itu mulai dan dia masih tidak mengatakan apapun pada ayahnya, dia memang tidak berguna. Maksudku, apa susahnya mengatakan bahwa Dion pantas untuk naik jabatan dan menjadi wakil direktur sekalipun, bukan? Hal itu akan membantu keluarganya. Dan juga, bukankah itu tujuan kita menyetujui pertunangannya dengan Ariekhsa? Benar-benar!" Ariekhsa mengeryitkan dahinya saat mendengar omelan ibunya di ruang keluarganya. Dia baru saja membuat s**u untuk dirinya, dan mungkin orang tuanya itu tidak sadar bahwa dia bisa mendengar itu semua. "Grace, kita hanya perlu bersabar. Mungkin ayahnya sibuk." "Tidak sesibuk itu hingga tidak punya waktu untuk anaknya sendiri, bukan? Dasar tidak berguna!" Ariekhsa melangkahkan kakinya untuk menghampiri kedua orang tuanya. Dia yakin mereka sedang

