~TIGA PULUH LIMA~

1569 Kata

Terkadang aku tidak bisa membedakan, apakah kamu nyata atau hanya halusinasiku saja. Tapi kalau diizinkan sekali saja, aku ingin kamu ada disini Vania melihat sekali lagi alamat yang tertera pada kertas yang diberikan Christy tadi saat di rumah sakit. Mencocokannya dengan nomor rumah yang kini ada di hadapannya. Rumah bergaya modern minimalis yang didominasi warna putih dan coklat yang membuatnya tampak begitu elegan. "Nomor dua puluh empat. Benar ini, kan? Dari gayanya sih emang Dokter Andrea banget. Tapi kok sepi?" Vania. Vania mengetuk pintu yang terbuat dari kayu jati itu beberapa kali. "Permisi!" teriaknya. Tak ada yang menyahut. Ia pun mengulanginya beberapa kali. Tapi tetap saja, tidak ada suara sahutan dari dalam. "Apa jangan-jangan dia menghilang beberapa hari ini karena meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN