"b******k!" Umpatan itu meluncur dari bibir Taufiq saat pria itu kembali membuka mata. Tak peduli sekeras apa Taufiq mencoba, kantuk tidak akan pernah datang. Setiap kali Taufiq memejamkan mata, justru wajah Callista yang muncul di benaknya. Apa yang wanita itu lakukan di sana? Dia tidak melakukan apa-apa, hanya menatap nanar pada lembaran kertas hasil USG yang baru saja dia sapu dari debu setelah terjatuh akibat melihat Taufiq. Mata wanita itu penuh luka, karena Taufiq sadar genangan air di sana tidak terbantahkan. Taufiq tidak bisa mengusir bayangan mata Callista yang berkaca-kaca saat menatapnya ataupun ekspresi ketakutan yang terpahat jelas di wajahnya saat tatapan mereka bertemu. Seberapa keras pun Taufiq berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran itu, semuanya tetap melekat, membuatn

