Pagi ini Callista bangun seperti biasa, dengan keadaan morning sickness yang perlahan-lahan mulai berkurang. Semenjak mengonsumsi obat resep dari dokter kala itu, keadaan Callista sudah membaik. Matanya melirik ke arah jam digital di dinding yang menjadi patokannya untuk beraktivitas. Lalu benaknya mulai berkecamuk dengan pertanyaan-pertanyaan: Apakah Taufiq sudah berangkat? Apakah Taufiq masih di rumah? Semenjak kepindahannya ke rumah megah ini, Callista menyadari satu hal yang baru saja diubah oleh Taufiq dari kebiasaan, Taufiq semakin sering meninggalkan rumah. Entah ini perasaannya saja atau bukan, yang jelas Taufiq jarang sekali ada di rumah. Pria itu bangun sangat pagi dan berangkat kerja selayaknya karyawan biasa yang harus berperang melawan kemacetan kota. Padahal seharusnya

