"Tunggu disini," Juna hanya mengangguk dan mendudukan dirinya disebuah kursi yang ada di dekat ranjang UKS. Rinjani hanya menghela napas, dan mulai mengambil langkah menuju pintu. "Gue mau ke kelas, Ntar palingan ada PMR yang dateng." Baru selangkah, perempuan itu mengurungkan niatnya untuk berlalu ketika merasa tangannya ditahan oleh seseorang. Ia menoleh kebelakang dan mengerutkan dahi dengan tatapan jengah. "Apa lagi?" Juna segera melepaskan genggaman tangannya dan menggeleng. "Nggak jadi, lo boleh pergi." Pintu tertutup. Menyisakan keheningan di ruangan serba putih ini. Hari pertama sekolah, dan Juna sudah mendapatkan satu masalah. Meski begitu, ia merasa puas. Cowok itu menyandarkan punggungnya ke kepala kursi dan menarik nafas dalam-dalam. Aneh. Karena seluruh otot syarafnya men

