Rinjani melirik Tara yang kini duduk mengisi bangku yang biasanya Arsen tempati. Bangku di depan di biarkan kosong, dan Tara juga duduk disini tanpa alasan. Rinjani menyikut Tara, karena perempuan itu bahkan tak meliriknya sama sekali setelah Rinjani mendudukan diri disebelahnya. "Lo... tadi ngobatin Arsen dimana?" Tara hanya menoleh, namun tatapannya terlihat tak bersahabat. "Di depan minimarket deket sekolah, sekalian beli obat merah. Gue tadi ke UKS, tapi ada lo sama Juna." Seketika Rinjani membulatkan matanya. "Berarti tadi lo liat....?" "Liat apa?" Tara hanya mengerutkan dahi, bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa. Rinjani hanya menggeleng pelan. "Nggak, bukan apa-apa. Sorry, gue nggak tau kalau lo tadi lewat depan UKS." Tara hanya tersenyum tipis, dan memandangi garis-garis

