Siang itu pelajaran Sejarah berlangsung tenang. Tidak biasanya, Arsen memperhatikan pelajaran dengan serius seperti biasanya. Cowok itu lebih sering tertidur di kelas atau memilih bolos ke toilet untuk merokok diam-diam. Tangannya dengan serius menggerakkan pulpen diatas buku tulis, fokus mengerjakan soal latihan. Luka memar di wajahnya masih kentara meskipun sudah sekitar tiga hari yang lalu. Sesekali cowok itu mengeratkan sweater yang ia pakai dan mengusap ujung hidungnya. Nggak tau alasannya apa, tapi hari ini Tara dan Arsen masuk ke kelas dengan sama-sama mengenakan sweater setelah mendapatkan izin dari guru piket. Keduanya, sama-sama sedang terserang flu ringan. Rinjani memiringkan kepalanya, sebelum bertanya. "Lo sama Tara kenapa bisa sakit barengan?" Arsen mengangkat wajah, menga

