Tara mendorong pintu itu pelan. Menimbulkan bunyi derit kecil yang membuat si penghuni ruangan menoleh ke arah pintu. Kali ini, Tara bisa menghela nafas lega karena respon Rinjani yang tidak seburuk saat ia melihat dirinya pertama kali. "Hai," Tara tersenyum lebar. Meletakkan sekantung plastik berisi buah dan snack di atas meja yang ada di dekat ranjang. "Gimana, udah enakan?" Rinjani hanya menatap wajahnya sekilas, lalu kembali fokus pada sebuah buku yang sedang ia baca. Perempuan itu bahkan tak memberikan respon apapun setelah Tara mengambil posisi duduk di samping ranjang. "Lagi baca buku apaan, Rin?" Yang ditanya tak menjawab dan justru menggeser duduknya sedikit demi sedikit untuk menjaga jarak dengan Tara. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Tara memiringkan kepalanya, matanya m

