19 : Fight Your Way

1609 Kata

Juna memandangi layar ponselnya sekali-lagi. Wajahnya menjadi sedikit kontras dengan gelapnya kamar apartemen ketika sorot cahaya dari layar ponsel mengenai wajahnya. Jam menunjukkan pukul dua belas malam, dan Juna masih terjaga. Yang ia lakukan sejak tadi pagi hanyalah duduk sambil bersandar di kaki ranjang tempat tidur. Bahkan dilarut malam seperti ini, ia masih belum mau beranjak dari posisinya yang terduduk dilantai dingin hanya untuk sekedar menyalakan lampu. Tara menelfonnya. Sahabat masa kecilnya itu memberitahu keadaan Rinjani. Seharian ini Juna memang memilih untuk absen. Iya. Juna, Rinjani dan Arsen tidak berangkat ke sekolah dalam waktu yang bersamaan. Membuat tanda tanya besar untuk seluruh murid ketika tiga bangku kosong—tidak seperti biasanya. Hal itu juga yang pada akhir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN