Ia masih mengapit satu batang rokok diantara kedua jari telunjuk dan jari tengahnya. Menimbang-nimbang, apakah akan menyulut api dibagian ujungnya, atau justru memilih menghilangkan minat untuk menyesap sensasi tembakau yang ada pada rokok tersebut. Pada akhirnya, Arsen memilih opsi yang kedua. Cowok itu melemparkan puntung rokok yang baru di keluarkan dari bungkusnya ke sembarang arah. Selanjutnya, ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan bungkus rokok yang berisi beberapa puntung lagi. Arsen menjatuhkannya ke tanah, menggilasnya hingga hancur sedemikian rupa. Seolah bungkus rokok adalah salah satu objek pelampiasan emosinya. "ARGH! BRENGSEEKK!!" Suaranya menggema di udara. Seolah Arsen sengaja membiarkan orang-orang mendengar teriakannya di atas rooftop Rumah Sakit tempatnya berpija

