Zenon menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar pamannya berteriak terus – menerus. “Paman, ini masih pagi, jangan berteriak terus, kupingku sakit. Dan tolong jangan menyamakan satu hantu dengan yang lainnya. Bila ada satu hantu yang suka berbohong, belum tentu hantu lainnya juga gemar berbohong.”
“Hentikan, paman tidak mau lagi mendengarkan kamu berbicara mengenai hantu.” balas Martin. Dia memang seorang produser film horror, tetapi mendengar keponakannya selalu membicarakan hantu dapat membuat ia merasa muak.
“Jadi, apakah paman bisa membantuku? Paman pasti mempunyai relasi dengan para petinggi media terkenal, kan?” tanya Zenon.
Tanpa berpikir lama, Martin segera membalas. “Mengirimkan suara rekaman ini bukanlah masalah, media juga pasti sangat senang bila mendapatkan berita yang mampu mengguncang pemilik agensi besar seperti Peter Rodriguez. Namun, tampaknya jika aku membantumu secara cuma-cuma. kamu akan semakin bertindak kurang ajar kepadaku.”
“Paman, aku hanya meminta bantuanmu kali ini saja!”
“Apanya yang kali ini saja?! Kau pikir siapa yang mempromosikan Amynthas hingga ke para pejabat penting? Tentu saja itu aku, Pamanmu. Aku juga selalu mengundangmu ke acara penghargaan para artis hanya karena kamu ingin melihat idolamu itu, Xena Archer. Anak kurang ajar, jangan berani – beraninya kamu melupakan kebaikan Paman.”
Zenon meringis, “Perhitungan sekali! Lagi pula, Paman tidak boleh menghitung konstribusi Paman dalam meningkatkan popularitas Amynthas, karena memang itu sudah menjadi tugas Paman. Jika Paman tidak kabur dari Amynthas, seharusnya posisi ketua tidak akan menjadi tanggung jawabku!”
“Jangan melantur. Jika aku menjadi ketua Amynthas, kamu pasti hanya akan menjadi anak berandalan yang selalu berkeliaran ke banyak tempat.” balas Martin tidak terima.
Setelah beradu mulut selama beberapa saat, akhirnya Zenon kembali memulai percakapan yang serius. “Jadi, berapa bayaran yang Paman inginkan untuk membantuku?”
“Paman tidak meminta uang!” Martin melanjutkan, “Paman akan memberikan suara rekaman ini ke media siang ini. Tapi, besok kamu harus datang mengunjungi Paman untuk membicarakan pembayaran hutang budimu ini.”
Zenon mengaduh, “Kenapa tidak beritahu dari telepon saja? Aku tidak mau mampir ke London! Aku ingin langsung pulang!”
• • • • •
To Be Continued
18 Oktober 2021