BAB 18 : Hantu yang Tak Tertolong

2033 Kata
Keputusan Xena membawa Zenon ke dalam euforia singkat. Dia tidak menyangka bila meyakinkan Xena untuk menekuni dunia shaman akan semudah membalikkan telapak tangan. Wanita itu tampaknya memiliki rasa iba yang tinggi serta pemikiran yang sederhana. Karakter seperti ini tentu sangat mudah untuk terbawa ke dalam tipu muslihat Zenon. “Tapi aku tidak ingin menjadi shaman. Aku hanya akan membantu Master Dominic.” Lanjut Xena karena dirinya pasti tidak akan mampu membebaskan roh seorang diri. Zenon dengan cepat mengangguk. “Tentu. Tentu. Nona Archer hanya perlu menjadi asistenku selama satu tahun. Setelah itu, aku akan menyerahkan hak milik benda keramat itu untukmu.” “Hanya satu tahun?” Tanya Xena terkejut. Pasalnya, Xena berpikir Zenon akan memaksanya menjadi shaman untuk selamanya jika dia ingin mendapatkan perlindungan. Xena tidak menyangka bahwa kontraknya hanya berlaku selama satu tahun. “Kenapa? Nona Archer ingin bekerja lebih lama?” “Satu tahun sudah sangat cukup!” seru Xena. Xena takut dia bisa kehilangan akalnya apabila berhubungan dengan hantu lebih dari satu tahun. Lebih baik dia tidak protes sama sekali daripada Zenon berubah pikiran. “Aku akan membuat kontrak kerja kita dan Master Dominic hanya perlu menanda tanganinya besok.” Kata Xena. Setelah menekuni bidang industri selama bertahun – tahun, Xena tahu bahwa selama seseorang tidak berjanji di atas kertas, maka janji itu hanya akan menjadi buih suatu saat nanti. Lebih baik membuat kontrak di awal daripada terjadi penyelewengan dikemudian hari. Beruntung Zenon menanggapi Xena dengan baik, “Baiklah, setelah ini jangan pulang terlebih dahulu, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum bekerja bersamaku.” Tanpa menunggu jawaban dari Xena, Zenon segera memerintahkan polisi untuk memasukkan tulang – belulang Diane ke dalam kantung jenazah. Karena Diane ingin kebenaran atas kematiannya diungkap ke publik, maka polisi harus membawa tulang Diane agar bisa melakukan autopsi dan meyakinkan publik bahwa Diane meninggal akibat pembunuhhan. Karena itulah, Zenon mungkin baru bisa memakamkan jasad Diane beberapa minggu lagi, setidaknya sampai polisi sudah mendapatkan hasil autopsi. Ketika jasad Diane sudah dibawa menggunakan ambulan menuju rumah sakit, Zenon dan Xena meninggalkan gedung ruang latihan, kemudian berjalan ke gedung utama. “Aku penasaran, apa yang terjadi kepada James setelah Diane meninggal? Mungkinkah sampai ia mati, James masih menganggap Diane berselingkuh.” Ujar Xena penasaran. “Kamu penasaran?” Intonasi suara Zenon terdengar seolah dia mengetahui jawabannya sehingga Xena menjawab dengan antusias. “Ya, apa kamu tahu jawabannya?” Zenon mengangguk, “Sesungguhnya, aku pernah melihat hantu James tanpa sengaja sebelum ini. Aku mengatakan apapun kepada Diane tentang James karena tidak mau Diane kembali mempunyai ikatan batin dengan pria itu.” Xena sempat menghentikkan langkahnya akibat terkejut. “Bertemu dengan hantu James? Di mana?” “Mau melihatnya?” Lagi – lagi Zenon mengajukan pertanyaan untuk memancing Xena, tapi upayanya selalu berhasil karena wanita itu mempunyai tingkat penasaran yang tinggi. “Tentu.” Xena lantas mengikuti arah Zenon melangkah. Mereka memasuki gedung utama, kemudian berjalan menuju sebuah koridor yang tidak asing di mata Xena. Tatkala Xena melihat ke papan petunjuk di atas, dia baru sadar bahwa mereka sedang berjalan menuju toilet di lantai dasar gedung utama. “Jangan bilang jika kamu bertemu hantu James di toilet.” Selepas mendengar kata – kata Diane, Zenon menampakkan ekspresi terkejut yang dibuat – buat, membikin Xena merasa ingin memukul kepala Zenon sekarang juga. “Nona Archer, ternyata kamu lumayan cerdas.” Xena menghela napas pelan di dalam hati, berusaha mengikat kesabaran di dalam hatinya. “Kamu benar – benar melihat hantu James di toilet?” “Iya, aku melihatnya di toilet pria sebelum bertemu dengan kamu.” Beberapa saat kemudian, Xena terpaksa memasuki toilet pria setelah memastikan tidak ada orang lain di dalam toilet. Dia tidak mau sampai ada orang yang mengira dirinya sedang melakukan hal tidak senonoh dengan seorang shaman di dalam toilet pria. Toilet pria di dalam gedung utama terdiri atas enam bilik toilet. Bilik – bilik itu dibuat menggunakan partisi berbahan phenolic yang tingginya hanya sekitar dua meter sehingga masih ada sisa ruang kosong di antara atas bilik dengan plafon ruangan. Tanpa Zenon memberitahu tempat James berada, Xena sudah lebih dahulu melihat ada satu sosok berwajah pucat tengah tergantung di salah satu bilik toilet. Wajah hantu itu terlihat sangat pucat dan biru, mungkin karena dia mati akibat kekurangan napas. “Kemungkinan besar James tahu kebenaran tentang Diane tidak lama setelah Diane mati. Dan karena tidak mampu menanggung rasa bersalah yang berkepanjangan, James memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.” Jelas Zenon. Tanpa melihat masa lalu seorang hantu lewat empati, Zenon mampu menilai masa lalu hantu lewat observasi singkat. “Kamu juga akan menolongnya?” Kali ini wajah Zenon tampak serius, dia mendongakkan kepalanya supaya bisa menatap James yang terlihat berusaha melepaskan diri dari jeratan tali tambang yang mengikat lehernya. “Aku tidak bisa menolong hantu yang mati akibat bunuh diri.” “Mengapa?” “Mereka telah mendahului skenario kematian yang telah dituliskan oleh takdir sehingga alam semesta menolak kematian mereka. Pada akhirnya, para manusia yang bunuh diri untuk melarikan diri dari masalah, malah akan terjebak di dalam lingkaran waktu kematian mereka tanpa henti.” Hantu – hantu dari hasil bunuh diri akan terus mendapati diri mereka tengah melakukan bunuh diri. Jika seseorang mati akibat gantung diri, maka selamanya dia akan melakukan itu tanpa henti. Tidak akan ada satu pun orang yang mampu melepaskan mereka dari penyiksaan itu, termasuk para shaman. “Tidak perlu merasa iba kepadanya. Dia pantas mendapatkan hukuman atas kesalahan yang telah ia perbuat kepada Diane.” Xena tertegun, baru kali ini mendengar Zenon berkata dengan intonasi yang agak marah. Sepertinya, walau selalu tampak bermain – main, Zenon sesungguhnya menaruh dedikasi yang besar kepada hantu yang ia tolong sehingga memunculkan empati yang berlebih. Xena tidak lagi membicarakan James karena memang tidak ada hal yang bisa ia lakukan untuk melepaskan James dari jeratan siksaan itu. Beberapa saat kemudian, nada panggilan telepon terdengar dari ponsel Xena. Nama ‘Felix’ terpampang nyata di layar Xena. Awalnya Xena merasa senang karena akhirnya Felix menghubungi tapi rasa senang itu berganti menjadi penyesalan saat mendengar teriakan Felix. “Xena Archer! Padahal aku sudah memberitahumu untuk segera bertemu dengan Presiden Direktur. Tapi kenapa hingga menjelang sore kamu masih belum menemuinya?! Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?” Ucapan marah Felix mengingatkan Xena akan tujuan utamanya datang ke Eryx Management. Segera saja Xena menutup panggilan secara sepihak dan berkata kepada Zenon, “Master Dominic, tunggu aku di lobby nanti. Aku harus menemui presdir terlebih dahulu, selamat tinggal!” Segera saja Xena berlari, bahkan sebelum Zenon bisa mengatakan apapun. • • • Sesampainya Xena di ruangan Presiden Direktur, dia harus menjadi sasaran amarah dari Tuan Dawson karena datang terlambat. Dan Tampaknya Tuan Dawson juga sedang dalam suasana hati yang buruk setelah Zenon menghancurkan lantai ruang latihan sebelum ini. Karena suasana hati yang buruk itulah, Xena terpaksa harus duduk di dalam ruangan Tuan Dawson selama dua jam sebelum akhirnya bisa mendapatkan persetujuan untuk hiatus selama satu tahun. “Nona Archer, apakah kamu benar – benar yakin dengan keputusanmu? Namamu sedang ramai di perbincangkan di seluruh platform media sosial, bukankah akan sangat menguntungkan apabila kamu langsung bekerja lagi?” tanya Tuan Dawson. Walau belum pernah mendapatkan penghargaan sebagai aktris terbaik, popularitas Xena tidak bisa dianggap remeh. Setiap film yang dimainkan oleh Xena pasti akan menarik minat jutaan penonton sehingga membuat para produser mengincarnya. Ketika Xena dinyatakan dapat kembali melihat lagi, sudah ada sepuluh tawaran naskah drama yang dikirimkan ke Eryx Management untuk Xena. Sayangnya, Xena malah mengajukan hiatus dan berkata tidak ingin tampil di televisi hingga tahun depan. Karena Xena merupakan aktris senior dan memiliki popularitas yang stabil, Tuan Dawson tidak bisa menolak permintaan Xena. “Selain beristirahat, ada hal lain juga yang ingin kulakukan tahun ini.” Jawab Xena. Lagipula, Xena tidak akan bisa menjalani kehidupan secara normal apabila dia mendapatkan benda keramat milik Zenon. Dia hanya harus bersabar selama satu tahun, setelah itu dia bisa melepaskan diri sepenuhnya dari Zenon dan kembali menapaki dunia hiburan. “Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi. Semoga tahun depan kamu bisa kembali dengan penampilan yang lebih baik.” Xena tersenyum, “Mhm, tunggu saja.” Setelah menandatangani beberapa dokumen, Xena akhirnya bisa keluar dari ruangan Tuan Dawson turun ke lantai dasar untuk menemui Zenon. Sesampainya di lantai dasar, dia berusaha mencari sosok Zenon di lobby tapi tidak menemukan pria itu. Mungkinkah Zenon sudah pergi karena terlalu lama menunggu? Sebelum ini, mereka berdua tidak sempat bertukar kontak sehingga tidak tahu cara untuk menghubungi satu sama lain. Bisa saja Zenon mempunyai masalah mendesak sehingga harus segera pergi tanpa menemui Xena lagi. Xena lantas merogoh sakunya untuk mengambil ponsel seraya berjalan menuju pintu keluar. Dia kemudian mengirimkan pesan kepada Xie Jia untuk meminta kontak Zenon. Setelah itu, Xena berniat menghubungi Felix untuk minta di antarkan pulang. Akan tetapi, begitu dia melangkah keluar dari gedung, Xena dikejutkan oleh sosok Zenon yang tengah merokok di samping pintu masuk seraya menyandarkan punggungnya pada dinding. “Master Dominic, aku pikir kamu sudah pergi.” Zenon menoleh, kemudian membuang puntung rokoknya ke tempat sampah. “Kamu menyuruhku untuk menunggu, bagaimana mungkin aku bisa pulang? Apa masalahmu dengan presdir sudah selesai?” “Ya. Apa yang ingin kamu bicarakan?” “Tidak nyaman berbicara sambil berdiri. Apakah kamu sudah makan? Ayo kita bicara di restoran saja.” Langit di luar sudah gelap, jika Xena menuruti ajakan Zenon untuk makan malam di luar, maka Xena mungkin tidak bisa meminra Felix untuk menjemputnya. Xena bisa saja pulang dengan taxi, tapi ingatan akan kecelakaan mobil masih sering menghantui Xena sehingga dia masih tidak bisa berpergian menggunakan mobil tanpa ditemani oleh orang yang dia kenal. Seolah mengetahui alur pikiran Xena, Zenon lekas menawarkan, “Aku akan mengantarkanmu pulang jika sudah terlalu larut.” Mendengar tawaran dari Zenon membuat Xena berpikir sejenak. Zenon mungkin adalah orang yang menyebalkan, tapi diantarkan oleh Zenon di saat malam hari akan jauh lebih aman daripada bersama Felix. Pasalnya, hantu lebih sering menampakkan diri di malam hari dan Xena belum yakin bila anting yang ia pakai cukup ampuh untuk melindunginya. “Baiklah, mari kita makan terlebih dahulu.” Zenon lantas tersenyum saat mendengar jawaban Xena. “Pilihan yang bagus! Di mana kamu ingin makan? Aku akan mentraktirmu kali ini.” Sesungguhnya Xena hanya pernah makan di restoran bintang lima atau tempat makan yang menawarkan kemewahan, dia tidak pernah ke restoran biasa karena takut makanan yang disajikan kurang bersih. Namun, saat mendengar Zenon ingin mentraktirnya, akan sangat tidak etis apabila Xena memilih restoran yang mahal. Beruntung Xena pernah mendengar beberapa rekomendasi restoran biasa dari para juniornya. “Bagaimana bila makan pasta? Aku dengar ada sebuah restoran pasta enak yang berjarak tiga kilometer dari tempat ini. Kita bisa menggunakan taxi untuk pergi ke sana.” Zenon, “Tidak perlu menggunakan taxi. Aku membawa mobil, kamu tunggu saja di sini, aku akan mengambilnya di tempat parkir.” Zenon mundur beberapa langkah sebelum berlari menuju tempat parkir yang berada di lantai basement. Xena mengalihkan pandangannya ke arah ponsel saat menunggu Zenon datang, sebuah notifikasi yang berasal dari Xie Jia muncul begitu dia menyalakan layar. [Maaf, Master Dominic tidak suka bila nomor pribadinya disebar oleh orang lain. Lebih baik Nona Archer minta langsung saja kepada Master Dominic] Xena memaklumi hal itu, kebanyakan orang memang tidak senang nomor pribadinya di berikan tanpa seizinnya. [Baiklah, aku akan memintanya nanti] Tak lama kemudian, pesan masuk langsung muncul. [Nona Archer masih bersama Master Dominic?] [Ya, ada hal yang harus kami bicarakan.] Setelah itu, Xie Jia tidak lagi membalas dan Xena memutuskan untuk menutup ponselnya setelah tidak menemukan hal yang menarik. Ketika baru saja menyandarkan punggung ke dinding. Xena melihat ada sebuah mobil sport —McLaren Senna berwarna merah melaju keluar dari arah tempat parkir, awalnya Xena berpikir bila itu adalah mobil salah satu eksekutif di Eryx Management. Akan tetapi, perkiraannya salah saat melihat mobil itu berhenti tepat di depan area drop off. Pintu di sebelah kiri terbuka dan menampakkan sosok Zenon yang tengah melambai ke arahnya, “Nona Archer, masuklah.” Xena sontak membelalakkan matanya. Bagaimana mungkin Zenon bisa membeli mobil sport keluaran langkah ini? Helios bahkan tidak kebagian mobil ini saat penjualannya dibuka secara resmi di tahun 2018 lalu dan membuatnya terus mengomel sepanjang hari. Apakah pendapatan seorang shaman mampu setara dengan pendapatan para selebritis?! • • • • • To Be Continued 12 September 2021
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN