BAB 15 : Theater Berdarah - Bagian 8

2166 Kata
Ucapan Zenon tampaknya menggores titik kemarahan Diane sehingga Energi Yin sekali lagi memenuhi satu ruangan. Diane telah menjadi hantu selama hampir seratus tahun, mengumpulkan begitu banyak energi negatif yang dia ambil dari para manusia sehingga Energi Yin-nya telah mencapai puncak yang bisa diraih oleh hantu tingkat dua. Bagi Diane White, tempat yang sekarang ia hinggapi adalah tempat tinggalnya dalam kurun waktu seratus tahun. Ketika gedung teater dirobohkan dan dibangun menjadi sebuah bangunan baru dahulu, halaman belakang dari gedung teater turut digunakan sehingga tulang – belulang Diane mungkin terkubur jauh di bawah ruang latihan. Hantu memang biasanya bisa berkeliaran ke berbagai tempat yang mereka inginkan tapi dalam banyak kasus, Zenon selalu menemukan hantu yang memiliki keterikatan batin dengan tempat kematiannya atau bisa juga tempat yang ia sayangi sehingga enggan untuk pindah. “Nona White, terlalu lama terikat dengan dunia manusia juga tidak baik untukmu. Energi Yin di dalam diri Nona White sudah terlalu banyak, jika manusia biasa mendekati kamu, mereka bisa mengalami banyak kesialan. Walau tidak sengaja, kamu tetap saja akan bertanggung jawab atas kesialan mereka dan suatu saat mungkin ada Shaman lain yang akan melakukan pengusiran kepadamu.” Zenon menambahkan, “Dan jika Shaman itu langsung menghancurkan rohmu, maka kamu tidak akan lagi bisa bereinkarnasi lagi, Nona White.” Setelah mendengar penuturan Zenon, Energi Yin yang menguar dari tubuh Diane perlahan mulai berkurang. Walau sudah menjadi hantu, mereka terkadang masih mempunyai kesadaran seperti manusia. Diane sudah menjadi hantu dan terikat dengan dunia tak kasat mata ini dalam jangka waktu yang sangat lama, bohong bila dia berkata tidak ingin segera pergi ke alam bawah dan bereinkarnasi. Akan tetapi, hantu penasaran tidak bisa menghapus keinginan yang terukir di alam bawah sadar mereka. Sekeras apa pun Diane berusaha untuk mengikhlaskan kematiannya, ia tetap tidak mampu melunturkan keinginan di dalam hatinya. “Nona White, aku akan mengabulkan keinginanmu supaya roh mu bisa pergi dengan tenang.” Ucapan Zenon mengalir selembut kapas yang jatuh di atas air. Kedua mata Diane yang menghitam dan dipenuhi livor mortis tampak membesar karena tidak menyangka akan mendengar Zenon berkata demikian. “Ka..mu.. mau .. meno..l..ong..ku?” Zenon mengangguk yakin. “Ya, aku akan menolongmu.” Karena merasa orang di sampingnya belum berbicara sepatah kata pun semenjak mereka meninggalkan dunia ilusi, Zenon menarik tangan Xena sehingga membuat wanita itu berdiri begitu dekat dengan wajah Diane. “Apa yang kamu lakukan?!” seru Xena. “Pastikan keinginannya sama dengan tebakan kita sehingga kita bisa segera membebaskan rohnya.” Xena dengan panik mundur ke belakang, tapi setiap kali ia berusaha mundur, Zenon selalu menariknya kembali. “Master Dominic, kenapa bukan kamu saja yang memastikan?” “Kamu harus membiasakan diri berbicara dengan hantu. Jika tidak dimulai dari sekarang, kamu tidak akan pernah terbiasa.” “Aku akan coba berbicara dengannya tapi apakah harus dari jarak sedekat ini?!” Xena bersikeras menjauhkan dirinya dari sosok Diane. Karena tidak bisa mundur, maka Xena sengaja menarik tangan Zenon sehingga pria itu yang sekarang berdiri lebih dekat dengan Diane. “Hantu ini bahkan tidak bisa berbicara dengan baik, bagaimana bisa kamu mendengar suaranya jika berdiri jauh?” tukas Zenon. Pada akhirnya, mereka berdua saling tarik – menarik, memaksa pihak yang lain supaya berdiri lebih dekat dengan Diane. Pertengkaran mereka tidak kunjung usai sampai Zenon akhirnya menahan punggung dan tangan Xena supaya wanita itu tidak lagi bisa berontak. Xena mengernyitkan keningnya tatkala bau anyir menguar dari sosok Diane yang tubuhnya dipenuhi oleh belatung dan darah. Karena tidak bisa melarikan diri lagi, Xena akhirnya bertanya dengan gugup, “Apa..kah kamu ingin kebenaran atas hilangnya kamu dipublikasikan kepada publik?” Diane menggerakan lehernya yang patah dengan susah payah hingga membentuk anggukan kaku. “Ada.. Sa..tu.. Lagi.” “Apa itu?” “Ku..burkan.. layak.” Xena berpikir sejenak sebelum membalas, “Kamu ingin jasadmu dikuburkan dengan layak?” “I..ya.” Ketika mendengar dua permintaan itu, Xena masih merasa ada hal yang mengganjal hatinya. “Hanya itu? Kamu tidak ingin membalas dendam kepada James yang telah membunuhmu?” “Su..dah.. mati.” Walaupun James Dalton pastilah sudah meninggal, Xena berpikir Diane akan tetap menginginkan balas dendam dengan meminta Zenon mencari arwah James yang kini entah di mana. Xena ingin bertanya lagi, tapi ucapannya terhenti saat Zenon berbisik, “Jangan memberikannya ide untuk membalas dendam.” Membalaskan dendam kepada manusia terbilang mudah tapi bila sudah menyangkut arwah, maka Zenon juga akan kesulitan untuk membalaskan dendamnya. Arwah tidak mempunyai tempat yang pasti, jika Zenon ingin mencari James Dalton maka dia harus menganalisa tempat – tempat yang dahulu sering James kunjungi. Itu jelas – jelas akan menghabiskan banyak waktu. “Nona White, menginvestigasi kasus dan menemukan jasad hasil pembunuhan sudah keluar dari ranah pekerjaanku. Aku harus memanggil polisi dan investigator untuk menggali tempat ini. Apakah kamu tidak keberatan bila ada banyak orang yang datang?” Diane memang tidak bisa membunuh manusia, tapi Diane masih bisa menampakkan diri dan mengganggu manusia. Apabila Diane merasa terganggu dengan banyak orang yang datang, maka Zenon terpaksa harus menempelkan banyak jimat di seluruh dinding untuk meredam kemarahannya. Akan tetapi, tampaknya Zenon tidak perlu bersusah payah melakukan itu karena Diane mengangguk kepada Zenon sebagai tanda setuju. Izin sudah didapatkan dari Diane, maka Zenon hanya perlu menyerahkan sisa pekerjaannya kepada polisi. Tapi, sebelum Zenon memanggil polisi, tangannya dicegat oleh Xena. “Apa yang kamu lakukan? Memangnya polisi akan percaya bila kamu berkata ada mayat di bawah gedung ini? Kita bisa mengetahui Diane dikuburkan di tempat ini berdasarkan penglihatan masa lalu, orang lain mungkin akan menganggap kita tidak waras.” Kata Xena yang jelas – jelas tidak mau orang lain menganggapnya tidak waras. Zenon menurunkan pandangannya untuk menatap wajah Xena, “Jika kita tidak menelpon polisi, apakah kamu mau menggali tempat ini sendirian untuk menemukan mayat Diane?” Xena terdiam cukup lama sebelum membalas, “Bukankah Shaman selalu bertindak begitu karena tidak ada polisi yang mempercayai mereka?” “Kata siapa kami begitu?” “Aku melihatnya.” Kata Xena dengan yakin, tapi kemudian kembali berkata dengan intonasi ragu. “Di acara televisi.” Sontak ucapan Xena mengundang gelak tawa dari Zenon. “Nona Archer, Shaman yang kau lihat di acara televisi tidak pernah tepat. Media bahkan menggambarkan Shaman akan selalu membawa kalung jimat kemana pun mereka pergi, tapi kenyataannya kami tidak melakukan hal itu.” Xena, “Meski tidak tepat, tapi bukankah kalian juga sering menggali makam?” “Menggali makam? Nona Archer, aku ini Shaman bukan tukang gali kubur.” Zenon tidak lagi mengindahkan Xena dan mendialkan nomor Presiden Direktur dari Eryx Management terlebih dahulu sebelum menghubungi polisi. “Tuan Dawson, apakah Anda tidak keberatan bila saya memanggil polisi?” Orang di seberang telepon langsung mengernyitkan keningnya begitu mendengar kata ‘Polisi’, “Untuk apa memanggil polisi kemari? Skandal buruk bisa tersebar ke media apabila tempat ini kedatangan polisi.” Gedung sebuah manajemen bisa dibilang sebagai tambak berlian, terdapat begitu banyak selebrita papan atas yang berkeliaran di dalamnya, termasuk Xena. Jika polisi sampai datang, reporter mungkin berpikir ada seorang selebritis dari Eryx Management yang mempunyai kasus kriminal. “Anda tidak perlu khawatir, polisi yang datang bekerja sama dengan Amynthas. Mereka tidak akan membuat keributan dan bekerja tanpa mengundang perhatian.” Dawson berpikir beberapa saat sebelum membalas, “Baiklah, Anda boleh memanggil polisi bila dapat menjamin kerahasiaan.” “Tapi, Anda tidak keberatan kan jika para polisi menggali ruang latihan teater di sini?” “Apa?! Menggali? Master Dominic, saya meminta Anda untuk mengusir hantu bukan menghancurkan properti saya.” Zenon menjauhkan ponsel dari telinganya saat Dawson berteriak kepadanya. Setelah beberapa menit mendengar omelan Dawson, Zenon kembali berkata, “Tuan Dawson, apakah Anda pernah diikuti oleh seorang hantu?” Intonasi suara Zenon sangat tenang dan serius sehingga membuat Dawson sedikit takut. “Tidak pernah.” “Hantu yang ada di ruangan ini berkata bahwa dia tidak ingin pergi apabila jasad nya belum ditemukan. Dia juga bilang akan mengikuti Anda kemana pun jika Anda tidak mengizinkan. Sebagai informasi tambahan, Hantu ini adalah hantu tingkat dua.” Seketika Dawson merasa bulu di tubuhnya berdiri, “A..pa maksud dari hantu tingkat dua.” Zenon tersenyum saat Dawson sudah memasuki alur ucapannya. “Dia bisa menampakkan diri ke manusia biasa. Bahkan ada beberapa kasus, di mana manusia yang diikuti oleh hantu tingkat dua bisa menjumpai kematian.” “Kematian?!! Master Dominic, Anda tidak berbohong, kan?” “Memangnya apa untungnya saya berbohong?” Zenon balik bertanya hingga membuat Dawson makin berkeringat dingin karena membayangkan dirinya bisa mati akibat diikuti oleh hantu. “Baiklah! Baiklah! Gali saja ruang latihan itu semau Anda! Tapi, pastikan hantu itu tidak akan mengikuti saya.” “Tenang saja, keamanan Anda akan saya jamin.” Kata Zenon seraya mematikan sambungan telepon mereka. Xena yang sedari tadi hanya memperhatikan Zenon yang berusaha menceburkan presiden direkturnya ke dalam kebohongan akhirnya membuka suara. “Katamu hantu tingkat dua tidak bisa membunuh.” Zenon menanggapi dengan acuh. “Memang tidak.” “Kamu berbohong.” “Berbohong adalah sifat naluri manusia, aku hanya mengikuti kalian.” Xena, “Master Dominic, kamu itu juga manusia.” Tangan Zenon yang tengah menggulir layar ponsel langsung berhenti saat mendengar ucapan Xena. Wajahnya mengkerut saat ia berkata, “Ya, aku lupa.” Bagaimana bisa manusia lupa jika dirinya juga manusia?! Apakah terlalu banyak berteman dengan hantu bisa membuat seseorang melupakan jati diri aslinya? Xena berpikir dalam hati, “Orang ini terlalu aneh, jangan bertemu dengannya lagi setelah ini.” Ketika nama kontak ‘Fransisco Chevalier’ terlihat di layar ponsel, Zenon langsung menekannya. Butuh waktu agak lama hingga seseorang bernama Fransisco mengankat panggilan Zenon. “Selamat siang, terima kasih telah menghubungi Komunitas Amynthas. Kami menyediakan jasa layanan pengusiran hantu, pembacaan masa depan, dan menetralkan Energi hitam. Pelayanan mana ya—” Ucapan Fransisco terpotong oleh Zenon, “Frans, kirimkan polisi dan investigator kasus kriminal ke gedung Eryx Management. Ada hantu yang dahulu dilaporkan hilang tapi ternyata jasadnya terkubur di bawah ruang latihan teater.” Ada suara helaan napas tertahan di ujung sambungan telepon. “Master Dominic, berapa kali harus kukatakan kepadamu. Kita ini membuka jasa layanan pengusiran hantu bukan memenuhi permintaan hantu. Kenapa harus repot – repot mengusut kasus jika bisa menghancurkan rohnya saja?” “Bantu aku, hanya kali ini.” Ujar Zenon. “Kamu sudah mengatakan hal yang sama sebanyak sepuluh kali.” “Dalam satu tahun ini?” Fransisco, “Dalam dua minggu terakhir.” “Jangan terlalu perhitungan! Apa bedanya bila meminta bantuan satu kali lagi?!” seru Zenon. Sekali lagi Fransisco menghela napas, tapi menyanggupi permintaan Zenon karena merasa sia – sia berdebat dengan pria itu. “Nama dan status?” “Diane White, hantu tingkat dua.” Suara ketikan cepat pada keyboard terdengar, kemudian berhenti saat Fransisco berbicara, “Investigator yang bertugas untuk menangani kasusmu adalah Detektif Adryan Collins. Dia akan datang dalam waktu lima menit.” “Baiklah, terima kasih.” Sebelum Zenon menutup panggilan, Fransisco buru – buru berkata, “Tolong jangan mengambil kasus apa pun dalam satu minggu ke depan. Kamu sudah mengusir roh selama dua minggu terakhir, tidak baik bila terlalu berlebihan.” “Akan kuingat.” Fransisco bahkan belum membalas tapi Zenon sudah menutup panggilan lebih dahulu. “Polisi benar – benar percaya dengan kisah hantu?” tanya Xena skeptis. “Karena sering menemukan kasus pembunuhan atau orang hilang. Komunitas Amynthas menjalin kerja sama dengan kepolisian. Di kepolisian sendiri, ada sebuah divisi khusus yang menangani kasus kriminal yang berhubungan dengan hantu.” Awalnya kepolisian memang tidak mempercayai kasus yang berhubungan dengan hantu dan menganggap komunitas Amynthas sebagai perkumpulan sekte sesat. Namun, setelah beberapa kali mendapati perkataan para shaman itu benar, kepolisian akhirnya mulai mempercayai komunitas shaman. “Kami sudah menjalani kerja sama selama lima puluh tahun terakhir. Sesungguhnya, polisi lah yang harusnya bersyukur bisa menjalin kerja sama dengan shaman.” “Karena kalian bisa menemukan kasus pembunuhan dalam waktu singkat?” “Tentu saja. Kami sudah membuka jalan bagi para polisi untuk menyelidiki, sisanya tergantung mereka.” Xena mengangguk tanda paham dan tidak bertanya lagi. Diam – diam dia merasa senang karena polisi ternyata percaya kepada para shaman, karena bila mereka tidak percaya maka Xena pasti akan dianggap tidak waras karena bergaul dengan Zenon. Sesuai dengan ucapan Fransisco, seorang detektif bernama Adryan Collins datang berselang lima menit kemudian. Dia dan sepuluh pasukan polisi datang tanpa memakai seragam dan mobil dinas karena tidak ingin orang luar sampai mengetahui keberadaan mereka. “Bisa Anda ceritakan kronologi singkatnya?” tanya Adryan kepada Zenon. Zenon lantas menceritakan kronologi singkat mengenai kematian Diane White yang ia lihat. Karena mereka tidak mungkin menggali permukaan lantai seluruh ruangan, Zenon mengarahkan polisi untuk menggali di area yang Energi Yin-nya paling kental. “Kalian harus menggalinya dengan hati – hati. Tulang Nona White berusia hampir seratus tahun sehingga sangat rapuh.” Peringat Zenon. Adryan mengangguk. “Kami pasti tidak akan membuat tulangnya rusak sedikit pun.” Beberapa saat kemudian, para polisi mulai membongkar parket – parket di lantai dan menghancurkan acian semen di bawahnya. Keberadaan Zenon tidak lagi berguna sekarang sehingga dia membawa Xena keluar dari ruangan untuk menghirup udara segar. • • • • • To Be Continued 9 September 2021
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN