Seseorang pria memasuki ruangan, menyerahkan beberapa berkas di meja atasannya. Pria itu tampak ketakutan melihat atasannya sama sekali tak menyentuh berkas yang pria itu susah payah mendapatkannya. "Sudah lengkap?" tanya atasannya begitu tegas. "Sudah pak, silahkan di periksa," jawab pria itu. "Kalau boleh saya tahu kenapa bapak mencari tahu seorang wanita remaja?" tanya pria itu lagi. Atasan itu tersenyum, mengusap sebuah foto bingkai yang terpajang di mejanya. "Bagi saya dia bukanlah gadis remaja, bagi saya dia adalah gadis kecil yang hanya bisa menangis dan tertawa,"ucapnya dengan penuh perasaan hingga pria itu hanyut dalam kata-kata atasannya. "Untuk apa kau mencampuri urusanku?" ucapnya lagi. "Maaf pak, saya tidak bermaksud," ucap pria itu merasa bersalah. "Silahkan jelaskan ap

