Keluarga Bhatia sedang berkumpul di meja makan. Ketika Reira melihat wajah Deva, ia selalu membayangkan wajah Deva ketika marah, itu semua membuatnya takut. Beberapa jam yang lalu, Reira sempat tertidur bahkan sangat pulas tapi kenapa ia tidak bertemu dengan dunia nyatanya. Reira mengambil sepotong roti dengan sangat hati-hati, takut ada kesalahan apalagi telapak tangannya masih sakit yang bisa membuat ulah. Reira mengigit bibir bawahnya, suasana meja makan sangat hening dan hikmat tak ada pembicaraan sedikitpun bahkan Rey dan Aksya yang di bilang suka bicara banyak tapi kali ini mereka hanya diam. Drtttt...drtttt....drttt... Suara getaran ponsel menghentikan aktifitas makan mereka, pokus utama mereka berada pada ponsel milik Rey yang bergetar. Rey melihat layar ponselnya, wajah gelis

