8. Hukuman

1135 Kata

Matahari sore menyorot ke arah dirinya. Sama sekali ia tidak terganggu karena hal itu. Sekolah sudah sangat sepi, ia kini sendirian disini tidak sepenuhnya sendirian karna ada ibu kantin di sini. Ia mendiami makanan yang dua puluh menit yang lalu ia pesan, tapi ia tidak menyentuhnya sedikitpun karena pikiran yang ntah melayang-layang kemana-mana. Ibu Sri-penjaga kantin menepuk bahu Reira pelan, membuyarkan lamunannya yang sejak tadi di rancang tak menghasilkan jalan keluar untuk memecahkan kebingungannya. Reira mendongkak, Ibu Sri duduk di sebelah Reira menatapnya bingung. "Neng kenapa? Kok dari tadi Ibu liat kamu bengong aja, ada masalah ya?" tanya Ibu Sri pada Reira. Reira mengangguk karna itu benar adanya, ia sedang banyak masalah. "Sok atuh cerita aja Neng, Iburi bakal dengerin cer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN