Cipratan air di wajah membangunkan tidur nyenyak Raira. Nyenyak memang, tapi tidurnya terlalu sebentar. Reira masih menutup matanya tak berniat membuka karena Leona pasti akan berulah lagi. "Kalau kau tidak bangun, saya akan menyirammu." Itu bukan suara Leona, bukan suara Mamih atau papihnya suara itu pernah di dengarnya. Reira membuka matanya terlihat samar-samar seorang pemuda mengunakan kemeja putih. Reira melotot, kamar ini lagi? Kenapa ia di pertemukan lagi dengan mimpi buruk ini, lagi-lagi Reira mendengus pelan kemudian menatap sendu kearah pemuda itu. "Mandi, siap-siap pakai seragam sekolahmu lalu turun kebawah! Kalau kau lupa, setiap hari kau harus bangun jam 4 pagi," ucap pemuda itu lalu pergi begitu saja. "Leona bantuin kakak,"rintih Reira sambil melangkahkan kakinya dan ma

