Raira pingsan saat Deva mengobati lukanya. Deva senang karena akhirnya Raira luluh dengan ucapannya, ia yakin dia tidak akan memberontak selagi ia menekannya. Ini bukan sebuah kejahatan tapi ini adalah sebuah didikan, didikan seperti ini membuat adik-adiknya menurut dan patuh padanya. Didikan seperti ini memang terlihat kejam tapi ia melakukan hal seperti ini karna ia sayang pada adik-adiknya, ia tidak mau sampai kehilangan adik-adiknya. Deva mengusap bekas air mata Raira lalu beralih mengusap rambut Raira. "Padahal saya lebih menyayangi kamu yang penurut,"kata Deva yang masih mengusap rambutnya. Deva menarik selimut sampai leher Raira, ia mematikan lampu yang ada di kamar Raira dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar. OoO Raira berjinjit keluar dari kamarnya, sedikit saja lukany

