Deva memperhatikan sebuah kertas yang terjatuh di lantai kamar Raira. Dia mengerti kenapa adiknya kabur dari sekolahnya, ternyata Raira sudah mengetahui semuanya. Baru beberapa menit ia memberitahu pada Dion dan Aksya bahwa Raira tidak ada di sekolahnya, Dion mengerahkan seluruh bodyguartnya untuk mencari Raira sedangkan Aksya, dia menangis histeris sambil mengamuk berniat untuk ikut mencari Reira tapi Deva mengurungnya di kamar. "Dengan melakukan hal senekad itu kau telah membuatku marah Ara,"ujar Deva dingin sambil merobek kertas yang berisikan alamat keluarga Agustira. Deva membuka ponselnya, dia menelepon seseorang. Wajahnya sudah memerah, rahangnya mengeras, urat-urat di tangannya muncul, dia sangat marah sekarang. Emosi sudah menguasai raganya. "Halo." OoO . Raira membuka pin

