23. Tanda Lahir

1029 Kata

Raira menatap keluar jendela, menghapus air matanya yang sedari tadi keluar terus menerus dari matanya. Deva menoleh ke arah Raira sebentar kemudian beralih menatap jalanan dan pokus pada stir yang di kemudikannya. "Jadilah angkuh untuk sedikit saja Ara, agar kau bisa di hormati,"ujar Deva yang masih pokus pada kemudinya. Raira berhenti melihat kearah jalanan, ia menoleh ke Deva. "Kakak ingin Ara menjadi angkuh?"tanya Raira tak yakin. Deva mengangguk. "Tidak semua orang baik di dunia ini, seseorang menjadi angkuh bukan untuk pamer tapi untuk mendapatkan kehormatan,"ujar Deva. Raira mengumpat dalam hati, Deva mengajarinya untuk angkuh dengan kata-kata sok bijaknya. Tapi apa salahnya mencoba, supaya dihormati orang lain. "Kamu sedang mengumpati saya, Ara?" Raira menelan salivanya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN