"ARAAAAAA!!!"teriak Exel memeluk Raira yang sudah berlumuran darah. Dion menghampir Raira, dia mendorong tubuh Exel agar menjauh dari tubuh lemah Raira. Deva masih diam, menatap Raira dengan tatapan kosong. Tidak, Deva sama sekali tak berniat untuk membunuh Raira, ia tadi ingin membunuh Exel. Kakinya menjadi lemas, untuk kedua kalinya ia menangis. "Ara,"lirih Deva. "Aku akan mengeluarkan pelurunya disini karena tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit,"kata Dion sambil menggendong bridal tubuh Raira. Dion berjalan menghampiri Deva dengan terburu-buru. "Jangan khawatir, aku akan menyelamatkannya,"ucap Dion kemudian pergi menuju kamar. "Ini semua karenamu!"desis Deva pada Exel. Exel tak terima, sudah jelas sekali kalau Dia yang menembakan peluru itu tapi dia malah mengalihkan k

