121 hari, lebih tepatnya 4 bulan lebih 2 hari. Raira masih tenang dalam dunianya, matanya masih terpejam dengan infus yang selalu menempel di tangannya. Ini gila, ya. Mereka semua menjadi gila sekarang. Banyak sekali wartawan yang datang ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan kabar tentang keluarga Bhatia. Mereka adalah Dion, Rey, Aksya dan Exel. Mereka bergantian untuk menjaga Raira 24 jam. Meski Deva sudah melarang Exel untuk datang ke sini namun Exel tetaplah Exel yang teguh dalam pendiriannya. Setiap hari Aksya membawa kue kesukaan Raira, berharap dia bangun dan memakan kue buatannya tapi harapannya beberapa kali pupus karena Raira tidak mau membuka matanya bahkan untuk sekali saja. Deva, dia lelah, dia lelah menunggu Raira untuk membuka matanya. Saking lelahnya dia tidak mau berku

