Missha memeluk sang suami, menangis sesegukan di pelukannya. Pikirannya hanya tertuju pada putri pertamanya, Reira. Tapi tunggu bukan Reira, tapi Raira. Leona menenggelamkan wajahnya di samping tangan Raira, ia tertidur menggenggam tangan Raira erat seakan takut kehilangan lagi. Sedari tadi, Aldo diam dalam keheningan ruangan. Ia tak sanggup untuk mengajak Raira berbicara seperti apa yang dilakukan oleh Leona, Missha dan Erlando. Ia tidak sanggup, ia takut tak bisa menahan air matanya. "Nak sebaiknya kamu pulang, biar kami yang menjaga Raira di sini," ucap Missha pada Aldo. Aldo menggeleng pelan, sudah setahun lebih ia tidak melihat Raira dan kini setelah bertemu, ia akan pulang? Tidak. Ia akan tetap di sini sampai Raira membuka matanya. "Benar nak, ini sudah malam biar kami yang akan

