Raira menggeser-geser layar handphone milik Deva dengan tidak bersemangat, bagaimana tidak, handphone canggih dan mahal hanya berisi aplikasi-aplikasi umum tidak ada game ataupun foto yang tersimpan di galeri, sosial media pun tidak ada yang di gunakan oleh Deva. Ia melirik handphonenya yang tergeletak di meja Deva, tepatnya di samping tangan Deva. Tangannya sedikit terulur untuk meraih handphonenya tapi Deva lebih dulu menatapnya, hingga ia menyembunyikan tangan yang hendak mengambil handphone tadi. Deva kembali fokus pada berkas, membacanya dengan teliti. Raira bernafas dengan lega, Deva memberi kesempatan emas karna tangan Deva menjauh dari handphonennya, dengan hati-hati ia menjulurkan tangannya kembali. "Ara, saya tahu kamu sedang berusaha untuk mengambil handphonemu,"ucap Deva den

