Di lain tempat, di rumah kediaman Bhatia. Reira, tidak! namanya bukan Reira tapi Raira sekarang dan mungkin selamanya. Raira masih tertidur pulas di tempat tidurnya, ya memang sengaja tidak di bangunkan oleh Dion karena menunggu waktu yang tepat. Aksya memakaikan Raira kalung yang di berikan sebelum mendiang Ibunya wafat, baru kali ini dia bisa memakaikannya karna Deva baru membawanya kesini. Aksya menahan tangisnya, terharu dan tidak menyangka juga, adik terakhirnya sudah sebesar ini. Ia mengelus rambut Raira dengan lembut, merapihkan rambutnya hingga dirinya menemui sesuatu tepatnya di belakang leher putih Raira. "Apa dia tidak menyadari kalau dia mempunyai tanda lahir seperti ini?" tanya Aksya menoleh kearah Dion. "Sepertinya tidak, karna tanda itu sangat sulit di jangkau oleh mat

