15. Kejutan Istimewa

1106 Kata

Aldo mengerutu sebal, sedari tadi dirinya tidak pokus pada apa yang di terangkan oleh guru. Perasaan yang tidak karuan di tambah pikirannya yang tak bisa lepas dari Reira menambah ketidakfokusan Aldo dalam belajar. Presentasi tadi berjalan dengan lancar walau tidak ada Reira. Dirinya cemas dengan keadaan Reira yang mungkin sedang tersiksa fisik dan batinnya gara-gara semalam, Reira tertidur. Aldo diam-diam memainkan HP disaat guru sejarah sedang menjelaskan, Rio-teman sebangkunya melihat itupun langsung menyenggol lengan Aldo dengan sengaja. "Kalo penting lebih baik lo izin ke kamar mandi buat main HP," bisik Rio pada Aldo. Aldo mendongkak. "Gak, nanti aja." "ADA APA ITU RIBUT-RIBUT DI BELAKANG!!" teriak pak Fano. "Eh, ngak ada apa-apa pak. Lagi pusing aja dikit," bala Aldo dengan ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN