Nanti, deh, Brasta akan mencari kamar mandi, dan memastikan di rumah Pak Modin sudah ada toilet atau belum. "Mas lagi buru-buru apa nggak? Kalau nggak duduk sini dulu aja deh. Kalau mau. Temenin saya ngobrol-ngobrol tentang kampung ini." Brasta berakhir mengundang Arya untuk duduk bersamanya. Berhubung Arya sangat antusias setelah tahu Brasta adalah seorang mahasiswa, ia pun dengan senang hati menerima ajakan Brasta itu. "Wah ... iya, Mas. Kebetulan saya juga lagi nggak bisa tidur. Alhamdulillah kalau ada temennya ngobrol." Arya pun segera duduk di sebelah Brasta. Agaknya Arya lebih terbiasa dengan udara pegunungan. Iya, lah. Sejak lahir kan ia tinggal di sini. Malam-malam dingin begini, ia hanya pakai kaos tipis dan celana pendek. Tapi biasa saja kelihatannya, tidak kedinginan sama sek

