Meski sedang sangat kelelahan, tapi malam ini Brasta justru tidak bisa tidur. Dari pada bergulung-gulung di kasur tak keruan, ia memilih untuk lebih produktif saja. Ia mengeluarkan laptop dari dalam tas. Mulai membuat draft cerita Marsinah. Nanti saat sudah waktunya, tinggal mengunggah saja secara berkala. Ngomong-ngomong, saking seringnya Marsinah menempel padanya, membuat Brasta sedikit banyak jadi terbiasa dengan keberadaannya. Ketika Marsinah sama sekali tak muncul selama berjam-jam, cukup membuat Brasta heran, bertanya-tanya di mana kah keberadaannya? Apakah benar ia menemui keluarganya ... atau melakukan hal lain, seperti mulai melakukan tugas barternya dengan Brasta. Selesai menulis satu bagian cerita, Brasta merasa butuh sedikit istirahat sebelum lanjut ke bagian selanjutnya. Ia

