Brasta berjalan ke arah kanan. Langkahnya tampak tegas, meski sebenarnya keraguan itu masih tersimpan di hatinya. Melakukan ini semua sendirian tidak lah mudah. Sebelum mengumumkan kebenaran sebenarnya, ia akan memberi tahu pada keluarga inti Marsinah dulu secara bertahap. Ia akan melakukan ini perlahan-lahan, karena urusannya adalah dengan perasaan orang lain. Brasta menang paling tak bisa mengabaikan perasaan orang lain. Rumah itu terlihat sama persis dengan yang ia lihat dalam cerita Marsinah. Hanya saja ini sudah 10 tahun berlalu, jadi beberapa sudut telah lapuk termakan usia. Terdengar kesibukan dalam rumah itu. Ada suara dua orang anak yang berdebat, juga suara Bu Supartun dan Rahmi yang sedang mengomeli dua anak yang terus berdebat itu. Sudah bisa Brasta tebak, itu adalah suara An

