Chapter One
Brum.. brum.. brumm
Brum.. brum.. brumm
Terlihat beberapa motor besar memasuki pekarangan SMA Garuda Bangsa. Memarkirkan motor
mereka masing-masing, di tempat khusus Reveelix. Siapa yang tidak mengenal Reveelix? Geng motor terkenal di Jakarta. Penguasa jalanan yang diketuai Nevan Aland Nalendra.
"Aaaa Nevan ganteng banget sih,"
"Itu sih Gerald makin cakep aja,"
"Gerald jodoh gue,"
"Kak Radit kapan baliknya ya?"
"Ehh iya, Kak Radit masih di Bandung kan yah?"
"Vano ganteng banget!"
"Kak Gefi juga cakep,"
"Gak salah sih sekolah disini,"
Begitulah sorak-sorakkan dari siswi-siswi SMA Garuda Bangsa, kepada idola sekolah mereka. Salah satu geng motor terkenal di seluruh sekolah dimana pun.
Diketuai oleh Nevan Aland Nalendra , ketua Reveelix. Yang memiliki sifat dingin, tegas, ahli dalam bela diri, dari situlah Nevan memiliki tubuh atletis. Tidak ada yang berani mengusik Reveelix dan sang ketua kecuali yang sudah bosan hidup.
Reveelix memiliki wakil yaitu Gerald Abrial Alterio. Murah senyum, pintar, humoris. Gerald juga menjabat sebagai ketua osis Garuda Bangsa. Tampan, tinggi, atletis, memiliki alis tebal, mempunyai skil bela diri namun tidak sehebat Nevan. Ketua Osis Garuda Banga. Idaman para siswi - siswi satu sekolah.
Evano Syahreza Prasetya. Vano. Salah satu Anggota inti Reveelix juga idola di SMA Garuda Bangsa. Beda dari sang ketua dan wakil. Vano memiliki sifat yang kocak, humoris. Bijak dalam hal mengatur strategi untuk melawan musuh.
Rhaditya Naendro Sabian. Radit. Anggota inti Reveelix. Ganteng, atletis, memiliki bola mata cokla, hidung mancung, bibir tipis. Memiliki sifat yang agak sedikit alay, santai, dan juga humoris. Radit juga salah Most Wanted Garuda Bangsa.
Gefie Danu Nugraha. Gefi. Merupakan anggota inti Reveelix. Memiliki sifat yang hampir sama seperti Vano, jangan lupakan soal sifat playboynya. Diantara mereka berlima hanya Gefi dan Vano lah yang paling kocak diantara yang lainnya. Namun jangan lupakan Gefi dan Vano juga tampan kok. Bisa memikat hati para cewek satu sekolah Garuda Bangsa loh.
"Gila banyak juga fans gue. Cakep juga ya gue ternyata," ucap Gefi menyisir jambulnya menggunakan sela - sela jarinya.
"Masih cakepan juga gue," ujar Vano tak mau kalah.
"Dih sok ganteng lo, tidur aja masih dibangunin emak, malu woy sama anak TK," ucap Gefi meledek.
"Yah itu karna gue gak bisa bangun sendiri!" balas Vano membela diri.
"Berantem mulu deh lo pada. Ke kantin aja yuk!" ajak Gerald.
"Cap cuss," teriak Gefi dan Vano menyudahi pertengkaran mereka.
...
Kantin 06.30
Kantin terlihat agak sepi karena sebentar lagi siswa - siswi Garuda Bangsa akan memulai jam pelajaran. Jangan heran kenapa mereka berada di kantin, tentu saja karena mereka tidak betah belajar di kelas lama-lama.
"Eh Radit kapan baliknya?" tanya Vano kepada para sahabatnya.
"Engga tahu, katanya sih lusa dia baru balik," jawab Gefi.
''Gue ruang Osis dulu," pamit Gerald seraya beranjak dari tempat duduknya menuju Ruang Osis.
"Lo yang ngajak malah lo yang pergi," ucap Gefi sambil memakan kentang goreng yang barusan dipesannya.
"Ada yang harus gue kerjain,"
"Aelah ruang osis mulu lo," ucap Gefi
"Kayak lo gak tau Gerald aja," sambung Vano meminum es jeruknya.
"Gue cabut," pamit Gerald
"Berisik banget lo pada! " ucap Nevan dengan suara tegasnya, Gefi dan Vano langsung membungkam mulutnya.
Gefi mendangakkan kepalanya menatap Nevan "Ampun bos,"
Sedari tadi Nevan melihat meja yang berada di bagian pojok, menatap salah satu siswi yang sedang tertawa bersama temannya. Entah apa yang sedang mereka tertawakan. Suara perdebatan dari teman-temannya tentu saja membuyarkan lamunannya.
"Sstt sst Gefi, fi Woy." Bisik Vano pada Gefi yang sibuk mengechat pacar-pacar simpanannya.
"Apaan sih lo, ganggu aja dah," kesal Gefi tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih
yang digenggamnya .
"Liat noh, sih Nevan dari tadi merhatin meja yang di pojok,"
Gefi menengok ke sebelah kanan, menatap meja yang berada di bagian pojok . Ternyata Nevan sedari tadi menatap Neyra Caitlin Fernanda yang biasa di panggil Neyra. Siswi kelas XI IPA 3 memiliki paras yang cantik, ceria, dan murah tersenyum.
"Namanya Neyra Van . Kelas XI IPA 3. Gue tau dari tadi lo merhatin Neyra kan, gebet aja Cantik kok," ucap Gefi memberi tahu Nevan.
Nevan mengalihkan pandangannya menatap Gefi tajam "Gak penting," balas Nevan singkat
"Lah terus kenapa lo natap Neyra?" Tanya Vano. Nevan tanpa menjawab pertanyaan Vano yang menurutnya tidak penting. ia menatap gadis itu bukan berarti ia menyukainya.
Di lain tempat Neyra sedang bercerita dengan teman-temannya tentang hal-hal lucu yang dialami Ayna. Neyra memiliki empat sahabat yaitu; Ayna Azkayra, Billa Priyanka, Indira Kirania, Miranda Anum Chakira. Mereka memiliki sifat yang hampir sama seperti Neyra. Ceria, murah senyum, ramah, dan santai. Namun, di antara mereka berlima hanya Mira dan Indira lah yang paling heboh.
"Ney Ney kayaknya Nevan dari tadi merhatin lo deh, Nevan kan terkenal di sekolah ini" ucap Mira heboh.
"Iya Ney. Gue tadi ngelihat ke arah belakang sih Nevan masih meperhatikan lo dari tadi," ucap Indira menatap Neyra.
Sedangkan Neyra tampak biasa saja tanpa memperdulikan tatapan Nevan. Neyra sedari tadi, tahu jika Nevan menatapnya. tetapi Neyra tidak perduli dengan tatapan itu. Mungkin saja hanya kebetulan
"Biarin aja, mungkin hanya kebetulan dia natap gue,"
"Apa lo bilang kebetulan? buktinya dia dari natap lo Neyra ," gemas Indira.
"Orang ganteng, kok lo anggurin?" sambung Ayna heran dengan Neyra.
"Kayaknya Nevan suka deh sama lo. buktinya dia merhatin lo diam-diam," ucap Billa menatap Neyra dan Nevan bergantian.
"Dia ngelihatin gue bukan berarti dia suka sama gue," ujar Neyra karena menurutnya mana mungkin Nevan suka kepadanya.
"Udah yuk balik kelas. ntar Bu Dara masuk lho," ajak Neyra.
"Yaelah Bu Dara kan gak masuk lupa lo," ucap Mira enteng.
"Yaudah kalau kalian gak mau. Gue duluan ke kelas," pamit Neyra seraya berjalan keluar kantin.
"Woy Neyra tungguin! " teriak mereka serentak berjalan mengikuti Neyra dari belakang.
Sedari tadi perdebatan kelima gadis itu tidak luput dari pandangan Nevan, Vano, dan Gefi. Mereka heran apa yang sedang kelima gadis itu perbicarakan.
"Cabut," perintah Nevan melihat Neyra juga pergi dari tempatnya duduk
...