Chapter Two

1240 Kata
Kringg... Kringg...   Bunyi bel pulang sekolah telah terdengar di seluruh penjuru Garuda Bangsa. Membuat siswa-siswi bersorak gembira. Termasuk Neyra. Kelas Neyra XI IPA 3 terlihat sepi. Hanya tersisa Neyra, Ayna dan Billa. Mira pulang bersama Indira karena rumah mereka yang searah. "Ney lo pulang bareng siapa?" tanya Ayna sembari memasukkan buku kedalam tasnya. "Gue di jemput Bang Kevin, bentar lagi datang kok," jawab Neyra tersenyum. "Guys gue duluan yah! bokap udah nunggu di depan," pamit Billa kepada Neyra Dan Ayna. "Yaudah hati-hati," balas Neyra Ayna dan Neyra bejalan menuju parkiran. terlihat banyak anak Reveelix tengah berkumpul di parkiran khususnya. Mereka menatap Ayna dan Neyra bergantian, berniat untuk menggoda kedua gadis itu. "Sstt,, Sttt... Cewek, cantik amat sih," goda salah Vano. Ayna memutar bola matanya malas "Mata lo buta yah. Iyalah Cewe masa cowo," "Buset galak amat dah," celetuk Vano melotot menatap Ayna. "Awas tuh mata nanti lepas," ucap Ayna mambuat anak Reveelix lainnya menertawakan Farhan. "Kasian banget hidup lo , dicuekkin para kaun hawa," ledek Gefi menertawakan Farhan. "Liat nih gue ahlinya," ucap Gefi menepuk dadanya percaya diri. "Neng Ayna tau gak, Minyak, minyak apa yang bikin aku seneng ngeliat Neng Ayna?" tanya Gefi menaik turunkan alisnya. "Minyak yang ada di muka lo," jawab Ayna. Seketika tawa Anak Reveelix pecah termasuk Neyra tak terkecuali Nevan yang sadari tadi asik dengan benda pipih yang di genggamnya. "Emang enak lo! sok- sokan mau ngegombal, muka yang banyak minyaknya aja belum lo bersihin," ledak Vano yang masih tertawa. Gefi memandang Ayna kesal "s***s banget sih lo Na, malu tau gak," "Yehh baru sadar lo, muka lo banyak minyaknya," balas Ayna Bang Kevin is calling.... Anak Reveelix mengalihkan pandangannya menatap Neyra, karena dering ponsel milik Neyra yang berbunyi. "Hallo Bang," "Dek. gue udah ada di parkiran," ucap Kevin "Ohh yaudah tungguin," "Cepetan lumutan nih gue,"  ucap  Kevin dengan nada kesal. "Iya Iya ini Otw," Sambungan telfon langsung diputus oleh Neyra. Sudah di pastikan Kakaknya akan mengomelinya. "Ehh Na gue duluan yah, lo bawa mobil kan?" tanya Neyra "Iyaudah yuk, gue bawa mobil kok," jawab Ayna menujuk mobil yang terparkir agak jauh. "Dah Neyra juga Ayna. hati-hati ya di jalan," teriak Gerald melambai ke Ayna dan Neyra yang sudah berjalan menuju gerbang. "Iya deh, kita duluan," pamit Ayna melambai ke arah anak Reveelix. "Nevan. yakin lo gak naksir sama Neyra? padahal cantik loh," tanya Gerald menatap Nevan. "Gak," jawab Nevan singkat padat dan jelas ... "Lama banget sih loh Dek, lumutan nih gue di sini," omel Kevin. "Iya Iya maaf, iyaudah jalan gih," titah Neyra. Fyi, Kevin Kakak dari Neyra. Ia sudah memasuki jenjang perkuliahan. Kalian perlu tahu Kevin adalah salah satu mantan wakil Geng Motor Reveelix di waktu ia masih bersekolah di Garuda Bangsa. Bahkan Neyra sendiri tidak tau, Kakaknya Adalah mantan Wakil Reveelix. "Gimana sekolah lo?" tanya Kevin. "Baik-baik aja. Tapi yah Bang ada salah satu teman gue, gue gak kenal sih hanya tahu sebatas nama doang. Dia natap gue terus. Emang dia suka ya kalau gitu sama gua?" tanya Neyra balik. "Mungkin. Kan dia natap lo kemungkinan dia suka sama lo," jawab Kevin. "Masa iya sih. Soalnya banyak yang bilang kalau dia itu orangnya dingin banget. Mana mungkin dia suka sama gue,"  "Yah bisa aja Ney. Gak selamanya cowok dingin itu gak bisa naksir sama cewek," Neyra langsung memikirkan kata-kata abangnya mencoba mengiyakan apa yang terlintas di pikirannya. •••   "Assalamualaikum Mama," teriak Neyra. "Walaaikumsalam, Astaga sayang nggak usak teriak-teriak kayak di hutan aja," ucap Fina Mama Neyra. "Abisnya Neyra kangen sama Mama," balas Neyra seraya memeluk sang Mama. "Baru tadi pagi ketemu, udah kangen aja," ucap sang mama, melepas pelukannya. "Ohh iya Ma, Papa mana kok gak keliatan?" tanya Neyra celingak-celinguk mancari sang Papa. "Kayak gak tau papa kamu aja, Papa kan pulangnya sore," jawab Mama Neyra "Ohh iya lupa, yaudah aku ke kamar dulu ya mah, Dah Mama ku Sayang," teriak Neyra seraya menaiki tangga rumahnya. Fina hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah Neyra. Neyra Memasuki kamarnya, yang bernuansa Abu-abu. Ia melempar tasnya ke sembarang arah  "Masa iya Nevan suka sama gue," gumam Neyra masih memikirkan hal itu. "Ah udah lah gak usah dipikirin," ucanya pelan. lalu berjalan memasuki kamar mandi  membersihkan dirinya. Selang beberapa menit ia selesai dengan rutinitas mandinya, dan terlelap menuju alam mimpinya.  "Neng Ayna tau gak, Minyak, minyak apa yang bikin aku seneng ngeliat Neng Ayna?" tanya Gefi menaik turunkan alisnya. "Minyak yang ada di muka lo," jawab Ayna. Seketika tawa Anak Reveelix pecah termasuk Neyra tak terkecuali Nevan yang sadari tadi asik dengan benda pipih yang di genggamnya. "Emang enak lo! sok- sokan mau ngegombal, muka yang banyak minyaknya aja belum lo bersihin," ledak Vano yang masih tertawa. Gefi memandang Ayna kesal "s***s banget sih lo Na, malu tau gak," "Yehh baru sadar lo, muka lo banyak minyaknya," balas Ayna Bang Kevin is calling.... Anak Reveelix mengalihkan pandangannya menatap Neyra, karena dering ponsel milik Neyra yang berbunyi. "Hallo Bang," "Dek. gue udah ada di parkiran," ucap Kevin "Ohh yaudah tungguin," "Cepetan lumutan nih gue,"  ucap  Kevin dengan nada kesal. "Iya Iya ini Otw," Sambungan telfon langsung diputus oleh Neyra. Sudah di pastikan Kakaknya akan mengomelinya. "Ehh Na gue duluan yah, lo bawa mobil kan?" tanya Neyra "Iyaudah yuk, gue bawa mobil kok," jawab Ayna menujuk mobil yang terparkir agak jauh. "Dah Neyra juga Ayna. hati-hati ya di jalan," teriak Gerald melambai ke Ayna dan Neyra yang sudah berjalan menuju gerbang. "Iya deh, kita duluan," pamit Ayna melambai ke arah anak Reveelix. "Nevan. yakin lo gak naksir sama Neyra? padahal cantik loh," tanya Gerald menatap Nevan. "Gak," jawab Nevan singkat padat dan jelas ... "Lama banget sih loh Dek, lumutan nih gue di sini," omel Kevin. "Iya Iya maaf, iyaudah jalan gih," titah Neyra. Fyi, Kevin Kakak dari Neyra. Ia sudah memasuki jenjang perkuliahan. Kalian perlu tahu Kevin adalah salah satu mantan wakil Geng Motor Reveelix di waktu ia masih bersekolah di Garuda Bangsa. Bahkan Neyra sendiri tidak tau, Kakaknya Adalah mantan Wakil Reveelix. "Gimana sekolah lo?" tanya Kevin. "Baik-baik aja. Tapi yah Bang ada salah satu teman gue, gue gak kenal sih hanya tahu sebatas nama doang. Dia natap gue terus. Emang dia suka ya kalau gitu sama gua?" tanya Neyra balik. "Mungkin. Kan dia natap lo kemungkinan dia suka sama lo," jawab Kevin. "Masa iya sih. Soalnya banyak yang bilang kalau dia itu orangnya dingin banget. Mana mungkin dia suka sama gue,"  "Yah bisa aja Ney. Gak selamanya cowok dingin itu gak bisa naksir sama cewek," Neyra langsung memikirkan kata-kata abangnya mencoba mengiyakan apa yang terlintas di pikirannya. •••   "Assalamualaikum Mama," teriak Neyra. "Walaaikumsalam, Astaga sayang nggak usak teriak-teriak kayak di hutan aja," ucap Fina Mama Neyra. "Abisnya Neyra kangen sama Mama," balas Neyra seraya memeluk sang Mama. "Baru tadi pagi ketemu, udah kangen aja," ucap sang mama, melepas pelukannya. "Ohh iya Ma, Papa mana kok gak keliatan?" tanya Neyra celingak-celinguk mancari sang Papa. "Kayak gak tau papa kamu aja, Papa kan pulangnya sore," jawab Mama Neyra "Ohh iya lupa, yaudah aku ke kamar dulu ya mah, Dah Mama ku Sayang," teriak Neyra seraya menaiki tangga rumahnya. Fina hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah Neyra. Neyra Memasuki kamarnya, yang bernuansa Abu-abu. Ia melempar tasnya ke sembarang arah  "Masa iya Nevan suka sama gue," gumam Neyra masih memikirkan hal itu. "Ah udah lah gak usah dipikirin," ucapnya pelan. lalu berjalan memasuki kamar mandi  membersihkan dirinya. Selang beberapa menit ia selesai dengan rutinitas mandinya, dan terlelap menuju alam mimpinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN